• Follow Us On : 

Kepala BNN: Hukum Mati Pengedar Narkoba


Redaksi | Senin,27 Oktober 2014 - 04:09:29 WIB
Dibaca: 1157 kali 
Kepala BNN: Hukum Mati Pengedar Narkoba

JAKARTA - KEPALA Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar menyatakan pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya harus dihukum mati, sebagai bagian dari upaya membemberantas peredaran barang haram tersebut yang cukup tinggi.

"Pengedar narkoba harus dihukum berat, dihukum mati, minimal diganjar 20 tahun penjara, karena mereka penyebab utama tingginya peredaran barang haram tersebut," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar di Jakarta, Minggu.

Bahkan, kata dia, tidak hanya hukuman itu, melainkan aset pengedar yang berasal dari bisnis narkoba harus dirampas negara. "Negara bisa merampas aset yang dimiliki pengedar narkoba dengan menggunakan undang-undang tindak pidana pencucian uang," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini peredaran narkoba cukup tinggi, tidak hanya di kota-kota besar tetapi telah merambah perdesaan, sekolah dan lainnya. "Ini cukup memrihatinkan, karena pengguna narkoba bukan hanya orang dewasa, tetapi sudah dikonsumsi kalangan pelajar," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pengedar narkoba harus dihukum setimpal, karena mereka telah merusak masa depan generasi muda bangsa.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, BNN diberikan kewenangan melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.

BNN saat ini juga berjuang untuk memiskinkan para bandar atau pengedar narkoba, karena disinyalir dan terbukti pada beberapa kasus penjualan barang haram tersebut digunakan untuk pendanaan teroris dan juga untuk menghindari kegiatan penjualan narkoba untuk biaya politik.(wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,18 September 2017 - 14:30:09 WIB

Penemuan Mayat Wanita di Kamar 137, Diduga Tewas Akibat Kekerasan Benda Tumpul di Kepala

PEKANBARU - Hingga saat ini, Polsek Bukitraya dan Polresta Pekanbaru, masih mengusut tewasnya wanita

Selasa,07 Oktober 2014 - 22:20:39 WIB

Kepala BPN Kota Medan Jadi Tersangka

WahanRiau - Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumatera Utara, mene

Jumat,31 Oktober 2014 - 19:47:10 WIB

Kepala Dusun di Meranti Hajar Dua wartawan

SELAT PANJANG - Dua wartawan yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi korban penganiay

Sabtu,21 April 2018 - 14:32:28 WIB

Bentrok Dua Kubu OKP, Satu Kuping Putus dan Satu Kepala Sobek

MEDAN – Bentrokan pecah antara dua kubu organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Perumahan Gr

Rabu,13 September 2017 - 14:31:15 WIB

Mantam Kepala Pengamanan Sekarang Jadi Penghuni Rutan Sialang Bungkuk

PEKANBARU - Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk, Taufik yang menjadi tersangka atas dugaa

Sabtu,03 Juni 2017 - 14:00:51 WIB
Dugaan Pungli

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kepala Keamanan Rutan Sialang Bungkuk Belum Ditahan

PEKANBARU - Setelah usai melakukan gelar perkara, Jumat (2/6/2017) sore tadi Direktur Reserse Krimin

BERITA LAINNYA
Sabtu,23 Februari 2019 - 00:11:18 WIB
Bekerjasama Dengn PT. RCSI

A2K3 Dumai Akan Gelar Pelatihan Ahli K3 Muda BNSP Batch ke-2

DUMAI - Setelah sukses menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi Ahli K3 Muda BNSP batch ke 1 pada

Kamis,21 Februari 2019 - 23:36:15 WIB

Qatar Airways Celebrates Doha Jewellery & Watches Exhibition 2019 in Glittering Style with Chinese Designers

This year's exhibition showcases more than 500 spectacular luxury jewellery brands and a range o

Kamis,21 Februari 2019 - 23:30:52 WIB

Rise to Lead: ERA Realty Network Raises The Bar With Ambitious Expansion Plans Through Its Asia Pacific Network

SINGAPORE - February 21, 2019 - ERA Realty Network (ERA) looks set to raise its game as on

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI