• Follow Us On : 

Kepala BNN: Hukum Mati Pengedar Narkoba


Redaksi | Senin,27 Oktober 2014 - 04:09:29 WIB
Dibaca: 1026 kali 
Kepala BNN: Hukum Mati Pengedar Narkoba

JAKARTA - KEPALA Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar menyatakan pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya harus dihukum mati, sebagai bagian dari upaya membemberantas peredaran barang haram tersebut yang cukup tinggi.

"Pengedar narkoba harus dihukum berat, dihukum mati, minimal diganjar 20 tahun penjara, karena mereka penyebab utama tingginya peredaran barang haram tersebut," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar di Jakarta, Minggu.

Bahkan, kata dia, tidak hanya hukuman itu, melainkan aset pengedar yang berasal dari bisnis narkoba harus dirampas negara. "Negara bisa merampas aset yang dimiliki pengedar narkoba dengan menggunakan undang-undang tindak pidana pencucian uang," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini peredaran narkoba cukup tinggi, tidak hanya di kota-kota besar tetapi telah merambah perdesaan, sekolah dan lainnya. "Ini cukup memrihatinkan, karena pengguna narkoba bukan hanya orang dewasa, tetapi sudah dikonsumsi kalangan pelajar," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pengedar narkoba harus dihukum setimpal, karena mereka telah merusak masa depan generasi muda bangsa.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, BNN diberikan kewenangan melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.

BNN saat ini juga berjuang untuk memiskinkan para bandar atau pengedar narkoba, karena disinyalir dan terbukti pada beberapa kasus penjualan barang haram tersebut digunakan untuk pendanaan teroris dan juga untuk menghindari kegiatan penjualan narkoba untuk biaya politik.(wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,08 Oktober 2018 - 00:20:49 WIB

Kepala Desa Jadi Dalang Penjarahan di Palu Ditetapkan Sebagai Tersangka

JAKARTA - Polisi menangkap 101 orang yang diduga melakukan penjarahan di Palu pasca bencana gempa da

Jumat,31 Oktober 2014 - 19:47:10 WIB

Kepala Dusun di Meranti Hajar Dua wartawan

SELAT PANJANG - Dua wartawan yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi korban penganiay

Selasa,23 Agustus 2016 - 22:17:22 WIB

DPRD Inhil Pinta Bupati Nonjobkan Kepala SKPD Kinerja Buruk

TEMBILAHAN (WR) - Edi Harianto Sindrang mendukung atas kebijakan Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan y

Selasa,07 Oktober 2014 - 22:20:39 WIB

Kepala BPN Kota Medan Jadi Tersangka

WahanRiau - Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumatera Utara, mene

Senin,05 Juni 2017 - 16:08:39 WIB

Tawuran Anak Muda di Sukajadi, Kepala Ketua PWI Dumai Kena Batunya

DUMAI - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Dumai terkena lemparan batu oleh anak muda yan

Sabtu,03 Juni 2017 - 14:00:51 WIB
Dugaan Pungli

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kepala Keamanan Rutan Sialang Bungkuk Belum Ditahan

PEKANBARU - Setelah usai melakukan gelar perkara, Jumat (2/6/2017) sore tadi Direktur Reserse Krimin

BERITA LAINNYA
Sabtu,20 Oktober 2018 - 00:47:54 WIB

Spackman Entertainment Group Acquires Greenlight Content

Greenlight Content is primarily involved in the business of investing into dramas and movies, as w

Sabtu,20 Oktober 2018 - 00:42:12 WIB

Arrow Electronics Collaborates with Infineon Technologies to Raise Innovation Capability and Engineering Competency of Start-ups in South East Asia, India, Australia and New Zealand

SINGAPORE - Media OutReach - October 19, 2018 - Global technology solutions provider

Sabtu,20 Oktober 2018 - 00:34:17 WIB

DHL and Shopee Launch New Partnership, Enabling China Sellers to Easily Access Thai Consumers

Excellent cross border and domestic delivery solution provided by DHL eCommerce now integrated on

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI