• Follow Us On : 

Di Tempat Hiburan Kota Pekanbaru

Miras Tanpa Cukai dan Wanita Malam Kian Menjamur


Redaksi | Rabu,29 Oktober 2014 - 18:56:58 WIB
Dibaca: 1342 kali 
Miras Tanpa Cukai dan Wanita Malam Kian Menjamur

PEKANBARU - Semenjak beberapa bulan terakhir ini, keberadaan minuman keras tanpa dilekati pita cukai kian menjamur diperjual belikan di beberapa tempat hiburan malam di kota Pekanbaru.

Mulai dari tempat hiburan malam, seperti diskotik atau karoeke,  di beberapa hotel Pekanbaru bebas di perjual belikan secara eceran di tempat - tempat tertentu di kota Pekanbaru.

Dari hasil pantauan Rabu (29/10) seperti di Jalan Juanda Pasar Bawah, Taskurun dan Jalan Riau Ujung Pekanbaru di sepanjan jalan tersebut sangat mudah ditemukan minuman keras berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai.

Begitu juga di tempat beberapa hiburan malam yang ada di Pekanbaru, seperti di Jalan Nangka, Jalan Kuantan Raya, Jalan Riau, Jenderal Sudirman, turut meramaikan keberadaan minunuman keras tanpai cukai plus wanita malam yang menhiasi tempat hiburan malam tersebut.

Kepala KPPBC Pekanbaru Elpi Harris melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Informasi KPPBC Pekanbaru Ali Winoto saat di kontak via ponselnya, Rabu (29/10) mengaku pihaknya selama sepekan ini tengah melakukan penindakan atau pengawasan di beberapa tempat hiburan malam di Pekanbaru.

Adapun tindakan penyitaan minuman keras atau beralkohol tanpa pita cukai disita petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)Pekanbaru mengaku sudah tiga hotel mewah di daerah ini yang dilakukan proses penindakan.

Ia mengakui miras tanpa pita cukai itu disita dari 2 hotel di Pekanbaru dan satu di Kabupaten, yakni seperti di Hotel Swissbella dan Star City serta Hotel Labersa.

"Selama penindakan ini, sudah puluhan botol kita sita dari hotel a minuman keras tanpa dilekati cukai. Akan tetapi sepanjang punya pita cukai, kita  tidak akan sita. Yang tidak punya kita sita," ujarnya tanpa menyebutkan jenis apa saja minuman yang sudah disita.

Ali Winoto menambahkan, sejak dua pekan terakhir pihaknya memang melakukan operasi penertiban Nomor Pokok Pengusaha Kena Cukai (NPTBKC) jenis methil alkohol. "Target operasi kita, hotel dan tempat hiburan malam," ungkapnya.

Untuk miras atau minuman alkohol yang tak punya pita cukai pihaknya hanya memberlakukan denda. Sedangkan yang tidak memiliki NPTBKC dan  tidak punya pita cukai dapat dikenakan sanksi pidana.

Hal itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2007 sebagaimana perubahan UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Di Pasal 54 disebutkan ancaman hukuman pidana paling singkat setahun penjara, paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai, serta paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

"Minuman alkohol golongan B dan C jenis lokal serta minuman beralkohol golongan A, B dan C jenis impor harus memiliki pita cukai dan NPTBKC. Bagi yang tak punya itu, maka disegel dan tidak boleh diperjualbelikan," tegas Ali Winoto.

Seperti diketahui, minuman beralkohol tanpa pita cukai mulai semarak di Kota Pekanbaru. Informasi yang dirangkum, miras tanpa cukai tersebut berasal dari berbagai agen miras spesialis tanpa segel. Namun, diketahui miras itu banyak dijual di seperti Jalan Juanda Pekanbaru.

Yang paling menarik, sejumlah pusat hiburan malam yang berada di jantung Kota Pekanbaru, tidak hanya menyediakan minuman keras tanpa segel cukai, wanita penghibur tanpa menganongi surat kesehatan dari dokter juga turut menghiasi tempat hiburan malam di kota Pekanbaru.(wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Kamis,11 Mei 2017 - 11:17:27 WIB

LPKR Minta Polda Riau Tindak Tegas Dugaan Peredaran Miras di Hotel Hollywood

PEKANBARU – Hebohnya pemberitaan di media mengenai desakan kepada Polda Riau untuk menindak te

BERITA LAINNYA
Senin,16 September 2019 - 14:33:46 WIB

Bupati Kampar Berharap Semoga Bencana Kabut Asap Segera Berakhir

KAMPAR - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dibeberapa titik di Provinsi Riau sudah

Senin,16 September 2019 - 14:24:22 WIB

Laporan RSUD Bengkalis, Terjadi 76 Kasus Akibat Bencana Karhutla

BENGKALIS – Berdasarkan rekapitulasi penyakit harian pada bencana kebakaran dan lahan RSUD Ben

Senin,16 September 2019 - 14:19:45 WIB

Bupati Siak Buka Musda III IKMR

SIAK - Bupati Siak Alfedri, membuka Musyawarah Daerah III Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) wilayah

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI