• Follow Us On : 

Kebakaran Hutan Bisa Lebih Parah dari 2016, Ini Sebabnya


Lidya Anggraini | Rabu,11 Januari 2017 - 18:18:24 WIB
Dibaca: 549 kali 
Kebakaran Hutan Bisa Lebih Parah dari 2016, Ini Sebabnya Warga menyaksikan asap tebal menyelimuti kawasan kaki gunung seulawah akibat kebakaran Taman Hutan Raya (Tahura) Seulawah di kawasan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Aceh, 10 Oktober 2016. Kebakaran ini terjadi sejak sepekan terakhir.

WAHANARIAU -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan kebakaran hutan pada 2017 berpotensi lebih buruk ketimbang tahun lalu. "Prediksinya lebih jelek karena lebih kering dari 2016," kata Siti Nurbaya, menjelang rapat terbatas yang membahas soal gambut, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Januari 2017.

Pada 2017, Siti mengatakan, musim kemarau akan mulai terjadi di akhir Januari. Daerah-daerah seperti Riau, Sumatera Selatan, Jambi, punya karakter dua kali musim kemarau dalam satu tahun, yakni akhir Januari-akhir April dan Juni-Oktober. Namun, hingga pertengahan Januari ini, musim penghujan belum menunjukan akan berakhir. "Jadi kita agak selamat di Mei, tapi itu belum juga karena masih nyambung, ya," kata Siti.

Untuk itu, upaya pemantauan potensi kebakaran hutan harus terus berlanjut. Siti mengaku tiap hari memantau titik api sejak 31 Desember 2016. Pada tanggal itu, ada api di Kalimantan Tengah, 2 Januari 2017 di Pontianak, dan 8 Januari di Sumatera Barat. "Di Sumatera Barat hari ini belum mati, hari ini diberesin karena di daerah terjal," Siti berujar.

Lokasi titik api di Sumatera Barat itu terletak di Dharmasraya. Lokasi itu disebutnya berkontur daerah terjal sehingga susah mendapatkan air. Saat ini upaya yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan helikopter.

Siti menegaskan, penanganan kebakaran hutan tidak boleh terlambat untuk menghindari api semakin membesar. "Sudah tidak bisa bilang potensi kecil atau besar, yang jelas kalau ada potensi api, yah tidak boleh terlambat," ujar dia.

Upaya ini melibatkan banyak pihak, misalnya dunia usaha, pemerintah provinsi, maupun mengkonsolidasikan satuan-satuan tugas penanganan kebakaran hutan. Termasuk satuan tugas dari TNI dan Polri. Siti mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian untuk membahas lebih detail penanganan kebakaran hutan. (tempo)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,23 Januari 2017 - 14:03:24 WIB

Jokowi Minta Angka Kebakaran Hutan Ditekan

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada semua pihak agar bisa menekan angk

Selasa,18 April 2017 - 19:10:15 WIB
Sudahi Konflik Antara Gajah dan Manusia

Pantau Kebakaran Hutan, BKSDA Aceh Pasang GPS di Gajah

BANDA ACEH - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, mencatat hingga tahun 2017 ada sekitar

Sabtu,13 Agustus 2016 - 14:43:03 WIB
Reward dan Punishment Berlaku

Presiden Jokowi Minta Kebakaran Hutan Diselesaikan Lebih Awal

JAKARTA (WR) - Meskipun berdasarkan laporan yang ia terima, terjadi penurunan yang signifikan p

Sabtu,02 September 2017 - 11:47:27 WIB

67 Titik Indikasi Kebakaran Hutan Terdeteksi di Sumatera

PEKANBARU (Wahanariau) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru men

BERITA LAINNYA
Sabtu,23 Juni 2018 - 02:43:38 WIB

Ini Rekam Jejak Dirut BEI Baru

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan Inarno Djajadi sebagai Direktur Utama PT Bur

Sabtu,23 Juni 2018 - 02:33:18 WIB

Ini Tanggapan Rossi Soal Kemenangan Galang Hendra di Brno

JAKARTA - Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi ternyata memantau keberhasilan mantan anak didik

Sabtu,23 Juni 2018 - 02:10:36 WIB

Panwaslu Minta KPU Dumai Segera Lengkapi Kekurangan Surat Suara Pilgubri

DUMAI - Divisi Pengawasan Panitia Pengawas Pemilu Kota Dumai Agustri minta KPU setempat melengkapi k


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI