• Follow Us On : 

Banyak Pengaduan Warga Pekanbaru Soal Pelayanan Publik ke Ombudsman


UJ. Jambek | Selasa,07 Februari 2017 - 19:15:54 WIB
Dibaca: 941 kali 
Banyak Pengaduan Warga Pekanbaru Soal Pelayanan Publik ke Ombudsman Hearing anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru dengan Ombudsman RI

PEKANBARU (WAHANARIAU) - Guna mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan publik yang ada di Kota Pekanbaru, Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (7/2/2017) siang menggelar hearing terbuka dengan pihak Ombudsman RI Provinsi Riau.

Hearing langsung dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Hotman Sitompul, didampingi Ida Yulita Susanti, Sri Rubiyanti, Nasruddin Nasution, dan turut hadir juga Wakil DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga. 

Dimana dari hearing ini diketahui, Kepatuhan Pemerintah kota Pekanbaru dalam pelayanan publik mendapat kategori sedang atau berada pada zona kuning.

Dimana sepanjang tahun 2016, Ombudsman RI Provinsi Riau mencatat ada 203 pengaduan yang dikeluhkan oleh masyarakat Riau, 50 di antaranya ada di Kota Pekanbaru.

50 pengaduan yang ada di Kota Pekanbaru ini, merupakan pengaduan yang terbanyak yang disampaikan oleh masyarakat kepada Ombudsman.

"Artinya Pemko Pekanbaru adalah pemda yang paling banyak yang diadukan oleh masyarakat kepada ombudsman, pada umumnya pegaduan di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan juga soal pertanahan," ungkap Kepala Ombudsman RI Provinsi Riau, Ahmad Fitri.

Sementara itu, satu persatu anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru memaparkan terkait pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan masyarakat yang disampaikan melalui DPRD Kota Pekanbaru, mulai dari persoalan pendidikan, kesehatan, perizinan hingga persoalan sampah.

Seperti yang disampaikan oleh Nasruddin Nasution, pihaknya di DPRD Kota Pekanbaru ini mengaku, hingga saat ini persoalan dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah masih menjadi polemik di tengah masyarakat.

"Setiap tahun itu kita masih saja menerima laporan dari masyarakat terhadap berbagai dugaan pungutan liar di sekolah, ini tidak pernah hilang terutama saat peneriamaan siswa baru, kemudian ada juga istilah uang les yang dinilai pemaksaan, dimana kalau tidak bayar nilainya rendah atau tidak naik kelas," ungkap Nasruddin.

Selain soal Pungli di lingkungan sekolah, Nasruddin juga menyinggung soal izin Alfamart dan Indomaret yang kian menjamur bahkan mematikan pedagang kecil.

<!--pagebreak-->

Bahkan Jhon Romi Sinaga SE, Wakil DPRD Kota Pekanbaru ini juga akat bicara soal banyaknya temuan Pungli di berbagai sektor di Kota Pekanbaru, baik yang disamaikan oleh masyarakat maupun berdasarkan temuan di lapangan, dan diperkirakan belum diketahui oleh pihak Ombudsman.

"Udah beberapa kali kit dapat pengaduan soal buruknya pelayanan publik di Kota Pekanbaru, teruatama soal pendidikan dan kesehatan," katanya lagi.

Untuk itu, sebagai upaya pengawasan pecegahan makin banyaknya laporan dari masyarakat, Jhon Romi Singa berharap ada kerja sama bahkan adanya MoU antara DPRD Kota Pekanbaru dengan Ombudsman RI Provinsi Riau.

"Dari segi pengawasan, kita inginnya adanya MoU DPRD dengan ombudsman, bagaimana kita memberantas banyaknya laporan-laporam terkait pungututan liar, kalau kita bersatu tentu ada juga pengaruhnya nanti kepada masyarakat, terutama dalam tindakan pencegahan," terangnya.

Kepala Ombudsman Riau Ahmad Fitri, mencoba menjelaskan satu persatu dari yang disampaikan oleh Komisi I DPRD Pekanbaru tersebut.

"Terkait kerja sama atau MoU antara DPRD dan ombudman yang disampaikan Pak Jhon Romi Sinaga tadi kita sambut positif dan baik, namun tanpa itu juga kita tetap bisa terus berkoordinasi," katanya lagi.

Bahkan menurut Ahmad Fitri lagi, undang-undang nomor 25 tahun 2009, juga menyebutkan, bahwa masyarakat yang mengeluhkan pelayanan publik bisa menyampaikan keluhan kepada ombudsman, kepada DPRD dan lebih awal lagi kepada penyelenggara pelayanan publik itu sendiri.

"Pada dasarnya DPRD dan Ombudsman punya kesamaan yakni dalam pengawasan, namun terkadang apa yang dikelukan masyarakat kepada ombudsman belum tentu diketahui oleh DPRD dan begitu juga sebaliknya, makanya perlunya koordinasi seperti ini, dan dari hearing ini kiga banyak informasi yang kita dapat dari DPRD,"tutupnya.(halloriau)

 


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,04 Januari 2017 - 14:12:28 WIB

Pesta Demokrasi Pilkades Pauh Kecamatan Bonai Darusalam Diduga Banyak Kecurangan dan Pelanggaran

ROKAN HULU (WAHANARIAU) - Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Pauh Kec Bonai Da

Senin,06 Februari 2017 - 18:45:21 WIB

Diduga DPT Banyak Amburadul, Legislator Sarankan Pilwako Pekanbaru Ditunda

PEKANBARU (WAHANARIAU) - Dugaan daftar pemilih tetap (DPT) ganda menjadi salah satu perbincangan han

Rabu,07 September 2016 - 23:56:24 WIB

Waspada...! Banyak Sapi Gelondongan Jelang Idul Adha

PEKANBARU (WR) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Provinsi Riau memperbolehkan sapi dan

Jumat,31 Maret 2017 - 07:19:52 WIB

Kasmarni: Ibu Negara Pesan, Guru PAUD Harus Banyak Sabar

PEKANBARU – Kepada seluruh Guru Pendidik Anak Usia Dini (PAUD), di Kabupaten Bengkalis, Bunda

Kamis,18 Mei 2017 - 18:38:15 WIB

Di Dumai Banyak Tempat Transaksi Seks Sesama Jenis

DUMAI - Aktifitas homoseksual di Kota Dumai cukup mengkhawatirkan. Bahkan melibatkan kalangan pekerj

Sabtu,28 Juli 2018 - 14:47:28 WIB

Sebanyak 223 JCH Rohil Berangkat Menuju Batam

ROKAN HILIR - ‎Sebanyak  223 orang jemaah calon haji asal Rokan Hilir yang yang tergabung d

BERITA LAINNYA
Selasa,21 Mei 2019 - 03:10:22 WIB

Alibaba Cloud, China Telecom, Google Cloud, HUAWEI CLOUD & McAfee – Catch them All In One Place at Cloud Expo Asia, Hong Kong

HONG KONG, CHINA - Media OutReach - 20 May 2019 - With just two days to go until

Selasa,21 Mei 2019 - 03:07:03 WIB

Atradius Reveals Fear of Rising Insolvencies Drives up Demand for Credit Insurance in Asia Pacific

Over 44% of businesses in the region will increase bad debt reserves, given the challenging business

Selasa,21 Mei 2019 - 03:02:59 WIB

Luzheng Futures & Guohai Liangshi Capital Management Selected for Cotton Options Market Making, Powered by Horizon

Zhengzhou Commodity Exchange chooses Luzheng Futures and Guohai Liangshi Capital Management to provi

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI