• Follow Us On : 

Minta Konsepnya Dimatangkan, Presiden Jokowi Ingin 24 April Sudah Bisa Laksanakan Redistribusi Aset


Ingatan | Selasa,11 April 2017 - 19:43:45 WIB
Dibaca: 854 kali 
Minta Konsepnya Dimatangkan, Presiden Jokowi Ingin 24 April Sudah Bisa Laksanakan Redistribusi Aset Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla memasuki ruang sidang kabinet, di Kantor Presiden, Selasa (11/4) siang (Foto: Humas/Rahmat)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar pelaksanaan pembagian dari redistribusi aset maupun reforma agraria bisa segera dirumuskan, cara pembagian seperti apa, distribusinya seperti apa, siapa yang diberi, berapa hektar, tiap apa, kelompok tani atau kelompok nelayan, atau rakyat, atau pondok pesantren, sehingga menjadi jelas.

“Kemudian  siapa yang mendampingi, agar yang sudah dibagi itu menjadi produktif, dan skemanya seperti apa agar tidak bisa dijual,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas Lanjutan Pembahasan Kebijakan Pemerataan Ekonomi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (11/4) siang.

Setelah reforma agraria redistribusi aset, Presiden mengingatkan juga masalah yang berkaitan dengan akses permodalan. Siapa yang mendampingi mereka. Sementara yang berkaitan dengan penguatan keterampilan, bukan masalah vocational school, tetapi vocational training, yang seperti apa.

“Ini harus segera konkret, sehingga proses-proses pendataan dan penataan program ini betul-betul, terutama di redistribusi aset, betul-betul segera harus kita kerjakan,” tutur Presiden.

Menurut Presiden, pada 24 April nanti akan ada Kongres Ekonomi Umat. Pada saat itu, Presiden berharap sudah ada yang dibagi. “Ini nanti menjadi kewenangan dari Menteri BPN dan Menteri KLH, sehingga akan menjadi jelas. Pak Menko, ini sudah mepet, jadi kalau itu bisa, akan lebih baik,” ujarnya mengingatkan.

Ditegaskan Presiden Jokowi, dirinya hanya ingin agar ini betul-betul tepat sasaran dan mampu menyentuh 40% masyarakat yang masih berada di ekonomi yang terbawah.

“Saya minta 9 juta hektar tanah yang akan ditata kepemilikannya lewat reforma agraria ini betul- betul jelas, di mana lokasinya, berapa luasnya, kondisinya seperti apa, siapa yang menjadi target, sudah langsung konkret saja,” tegas Presiden Jokowi.

Kemudian yang berkaitan dengan redistribusi aset, Presiden minta juga agar  jelas siapa yang diberi, diberi di mana, dan akan dipakai apa. “Ini cepat-cepatan, tetapi terkonsep, terencana, dan pelaksanaannya segera,” pinta Presiden.

Presiden mengingatkan, dirinya tidak mau ini dilihat sebagai program bagi-bagi lahan atau bagi-bagi tanah. Ia menegaskan, ini adalah program yang terintegrasi untuk peningkatan produktivitas, untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang di bawah.

Rapat terbatas ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menperin Airlangga Hartarto, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.*** (humassetkab)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,07 Maret 2018 - 10:29:06 WIB

Jokowi Minta Divestasi 51% Saham Freeport Selesai April

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar proses pelepasan (divestasi) 51% saham PT Freep

Selasa,06 Maret 2018 - 17:15:04 WIB

Presiden Minta Harga Beras dan Daging Bisa Turun Sebelum Puasa

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga-harga kebutuhan pokok yang mempunyai kont

Sabtu,11 Maret 2017 - 17:06:00 WIB

Minta Maaf, Jokowi Sebut Proyek e-KTP Habiskan Rp 6 T Tapi Jadinya Cuma KTP PlastikĀ 

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Presiden Joko Widodo meminta maaf atas nama pemerintah karena belum bisa men

Selasa,22 Mei 2018 - 12:20:35 WIB

Minta Namanya Dicoret, Ustadz Fahmi Salim Sebut Rekomendasi 200 Penceramah Lecehkan Ulama

JAKARTA - Daftar 200 nama penceramah yang direkomendasikan pemerintah menuai banyak kontra. Salah sa

Sabtu,13 Agustus 2016 - 14:43:03 WIB
Reward dan Punishment Berlaku

Presiden Jokowi Minta Kebakaran Hutan Diselesaikan Lebih Awal

JAKARTA (WR) - Meskipun berdasarkan laporan yang ia terima, terjadi penurunan yang signifikan p

Senin,19 Agustus 2019 - 14:47:36 WIB

Gubernur Papua Barat Minta Wawako Malang Minta Maaf

MANOKWARI - Gubernur Papua Barat Dominggus Macan meminta Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi

BERITA LAINNYA
Jumat,14 Februari 2020 - 14:50:21 WIB

Samsung Galaxy Z Flip Sold Out in Singapore

SINGAPORE - Media OutReach - 14 February 2020 - Samsung Electronics Singapore announced that the hig

Kamis,13 Februari 2020 - 14:40:54 WIB

Toyota Mobility Foundation Introduces Next-Gen Urban Development and Traffic Management Global Challenge with MDEC

The competition will be done in collaboration with Kuala Lumpur City Hall as Malaysia's capita

Kamis,13 Februari 2020 - 14:35:35 WIB

Bank Indonesia Adopts Refinitiv Auctions for Domestic NDFs

Follows strong demand of Refinitiv Auctions in 2019 across Asia, Europe, the Middle East and Africa

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI