• Follow Us On : 

Kembali Terjadi, Indonesia Kecam Penyerangan di Myanmar


Dedek Pratama | Selasa,29 Agustus 2017 - 12:00:26 WIB
Dibaca: 210 kali 
Kembali Terjadi, Indonesia Kecam Penyerangan di Myanmar Warga etnis Rohingya. (Foto: Reuters)

JAKARTA (Wahanariau) – Kelompok bersenjata menyerang pos polisi dan fasilitas penampungan pengungsi di Maungtaw, Rakhine, Myanmar. Menurut laporan, beberapa orang tewas dan terluka akibat peristiwa tersebut.

Indonesia mengecam kekerasan yang lagi-lagi menimpa Myanmar tersebut.

“Indonesia mengecam serangan kelompok bersenjata kepada pos polisi dan fasilitas penampungan pengungsi di Maungtaw, Rakhine State, pada 25 Agustus 2017 yang telah mengharuskan ratusan orang mengungsi dan menyebabkan putaran kekerasan baru. Indonesia juga menyesalkan jatuhnya korban, baik korban jiwa maupun luka-luka,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, seperti dikutip dari laman resminya, Selasa (29/8/2017).

Dalam pernyataan itu, Pemerintah Indonesia juga menegaskan, Pemerintah Myanmar harus segera mengambil langkah-langkah untuk memulihkan keamanan dan memberikan perlindungan kemanusiaan secara inklusif.

“Indonesia juga mendorong semua pihak agar segera menghentikan aksi kekerasan, berkontribusi terhadap pemulihan keamanan, serta menghormati hak asasi manusia masyarakat di Rakhine State, termasuk masyarakat Muslim,” demikian pernyataan tersebut.

Kemlu menilai, situasi di Rahkine State sangat kompleks. Karena itu, kerjasama semua pemangku kepentingan diperlukan agar perdamaian, keamanan, stabilitas, dan pembangunan inklusif, dapat dilakukan di Rakhine State.

Bagi pemerintah Indonesia, situasi yang damai, aman, dan stabil di Myanmar, termasuk di Rakhine State, penting untuk mendukung terjaganya stabilitas di ASEAN dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan. Kemlu juga menekankan, Indonesia akan melanjutkan kerjasama dengan Myanmar dalam proses rekonsiliasi, demokratisasi, dan pembangunan inklusif, termasuk upaya implementasi rekomendasi laporan Kofi Annan.

Sebelumnya dilaporkan, pada Jumat 25 Agustus terjadi penyerangan terhadap sejumlah kantor polisi oleh pejuang Rohingya. Motif penyerangan diduga sebagai respons atas intimidasi aparat Myanmar terhadap etnis Rohingya di sejumlah tempat.

Etnis Rohingya semakin menemui nasib yang tidak menentu setelah di Rakhine terjadi eskalasi kekerasan sementara saat mereka mengungsi dengan melintas ke sejumlah perbatasan negara, termasuk Bangladesh, justru diusir oleh aparat keamanan setempat.

Orang Rohingya tidak diakui sebagai warga negara di Myanmar yang mayoritas warganya berbeda latar belakang dengan etnis tersebut. (rdk/okz)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,29 Agustus 2017 - 04:16:02 WIB

Konflik Rohingya di Myanmar Kembali Membara

MYANMAR (Wahanariau) – Bagai api dalam sekam. Setelah sempat senyap, negara bagian Rakhine, Myanma

Minggu,30 April 2017 - 18:36:11 WIB

Presiden Jokowi: Stabilitas dan Perdamaian di Semenanjung Korea Harus Dikembalikan

MANILA - Ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea menjadi perhatian Presiden Joko Widodo dalam s

BERITA LAINNYA
Selasa,07 November 2017 - 19:23:29 WIB
HUT ROHIL KE 18

Pemkab Rohil Fokus Program Pembangunan

ROKAN HILIR - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menyelenggarakan Upacara peringatan hari jadi Kabupat

Sabtu,18 November 2017 - 12:31:21 WIB

Pengurus PWI Riau Hadiri Konkernas PWI Pusat di Bengkulu

BENGKULU - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau hadiri Konferensi Kerja Nasiona

Kamis,16 November 2017 - 15:07:24 WIB

Turunkan Satu Unit Excavator, Sekda Dumai Tinjau TPS di Jalan Sidorejo

DUMAI - Sekretaris Daerah Kota Dumai Ir H M Nasir, MP MH MT meninjau tempat pembuangan sampah (TPS)


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI