• Follow Us On : 

Diduga Ribuan Alat Berat di Riau Belum Bayar Pajak


Redaksi | Senin,11 September 2017 - 03:09:46 WIB
Dibaca: 109 kali 
Diduga Ribuan Alat Berat di Riau Belum Bayar Pajak

PEKANBARU (Wahanariau) - Pemerintah Provinsi Riau terus berusaha mendongkrak perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di antaranya dari sektor pajak alat berat. Pemegang merek atau distributor alat berat yang beroperasi di Riau diimbau agar taat dalam membayar pajak. 

"Kalau mau berbisnis di Riau ya bayar pajak," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Ahad (10/9/2017). 

Untuk memaksimalkannya, Gubernur Riau yang biasa disapa dengan Andi Rachman ini meminta kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bekerjasama dengan pemegang merek kendaraan alat berat untuk melakukan pendataan dan pemungutan pajak alat berat tersebut. 

Diduga, masih ada ribuan alat berat yang dioperasikan perusahaan-perusahaan di Riau belum menjalankan kewajibannya dalam membayar pajak. Jika tergali maksimal, hal ini tentu mampu menambah perbendaharaan PAD Riau. 

Selain alat berat, sejumlah sektor lainnya seperti air permukaan dan kendaraan bermotor dinilai masih mumpuni digenjot lagi. Dua sektor ini diharapkan akan mampu menambah perbendahaan PAD Riau, yang kini tak lagi bisa bergantung dari sektor Dana Bagi Hasil (DBH) Migas seiring merosotnya harga minyak dunia. 

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Hijazi juga sudah menandatangani surat kepada Satpol PP untuk langkah Law Enforcement (penegakan hukum) terhadap alat berat yang tidak didaftarkan dan tidak bayar pajak.

"Saya sudah tandatangani surat kepada Satpol PP untuk langkah law enforcement," kata Sekda beberapa waktu yang lalu. 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menertibkan pajak alat berat yang beroperasi di Riau dan juga mengoptimalkan sumber-sumber PAD sesuai permintaan dari DPRD Riau yang melihat peluang dari pajak alat berat, air permukaan dan kendaraan bermotor masih bisa ditingkatkan.***(mok)

Sumber : Riauterkini


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : redaksi.wahanariau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Kamis,11 Agustus 2016 - 13:08:37 WIB
Izin Tiang Mayatama Dipertanyakan

Diduga Tiang Kabel FO Mayatama Belum Mengantongi Izin

DUMAI (WR) - Izin pemasangan kabel fiber optic (FO) dan tiang pemancar jaringan ke pelanggan milik p

Rabu,01 Februari 2017 - 15:55:47 WIB
Kerjasama Pengelolaan Pelabuhan Dermaga D

PT IJR dan Pelindo Diduga Rugikan Negara Milyaran Rupiah

DUMAI (WAHANARIAU) - Kerjasama pengoperasian dermaga D Pelabuhan Pelindo Dumai antara PT Indomas Jay

Kamis,01 September 2016 - 09:50:47 WIB

Penyeludupan Rokok Dumai dan Meranti Kebal Hukum, Diduga Dibacking Aparat

MERANTI (WR) - Dibalik usaha panglung arang milik Ayau di wilayah Sungai Baru Desa Ketapang Permai,

Senin,14 November 2016 - 17:49:37 WIB

Hotel Comfort Dumai Diduga Gelapkan Setoran Pajak

DUMAI, Wahanariau -- Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen yang dibebankan pada setiap tra

Sabtu,21 Januari 2017 - 20:59:02 WIB

Ratusan TKI yang Diamankan BC ke Pelabuhan Dumai Diduga Kabur dari Malaysia

DUMAI (WAHANARIAU) - Setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II B Dumai, Prov

BERITA LAINNYA
Rabu,20 September 2017 - 11:01:01 WIB

H Mariyanto Pimpin Paripurna Pengesahan Perubahan RPJMD Tahun 2013-2018

INHIL - Rapat Paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan Nomor 5 Tahun 201

Selasa,19 September 2017 - 10:59:02 WIB

Bikin Bingung, LPJ APBD 2016 Pemkab Inhil Dipertanyakan

INHIL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), khususnya Fraksi Partai Keban

Jumat,15 September 2017 - 10:56:30 WIB

Fraksi Demokrat Duga Banyak Perusahaan di Inhil Tidak Bayar Pajak

INHIL - Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Inhil, menduga banyak pengusaha dari


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI