• Follow Us On : 

Mantap...! Negara Lain Belajar Bagaimana Indonesia Mengelola Kerukunan, Kemajemukan, dan Kebinekaan


Redaksi | Senin,18 September 2017 - 11:51:34 WIB
Dibaca: 348 kali 
Mantap...! Negara Lain Belajar Bagaimana Indonesia Mengelola Kerukunan, Kemajemukan, dan Kebinekaan Pesan Presiden Jokowi dalam acara Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Solo, Jawa Tengah, Ahad (17/7/2017). (Foto: Humas/Jay)

SOLO - Indonesia adalah negara besar. Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Negara Indonesia memiliki 17.000 pulau, 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, 516 kabupaten dan kota serta 34 provinsi.

Dikutip dari laman Setkab, Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Silaturahim Nasional Majelis Tafsir Al-Qur’an ke-III di Stadion Manahan Solo, Ahad (17/9/2017), dengan mengusung tema “Merajut Kebhinekaan, Memperteguh NKRI” Silatnas MTA ke-III yang 100.000 peserta dari seluruh Indonesia.

“Betapa negara ini adalah negara yang sangat besar, bermacam-macam majemuk sukunya bermacam-macam agamanya berbeda-beda ini sudah menjadi takdir Allah, sudah menjadi hukum Allah, inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita bangsa Indonesia,” tutur Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga berpesan untuk menjaga persaudaraan, ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah wathoniah kita, dan ukhuwah bassariah karena Indonesia adalah negara besar. Presiden Afghanistan, Dr Ashraf Ghani, cerita Presiden Jokowi, pernah berpesan untuk menjaga negara Indonesia.

“Presiden Jokowi, hati-hati negaramu, hati-hati negaramu, di Afghanistan itu hanya ada 7 suku, hanya ada 7 suku, negaramu memiliki 714 suku, di Afganistan ada suku Pashtun, suku Haszara, suku Path Tajik, suku Dahar Aynak, suku Uzbek, suku Kaiman, suku Aimak, 7 suku, kurang lebih 30 tahun yang lalu 2 suku bertikai, bersengketa,” tutur Presiden saat menceritakan pesan Presiden Ashraf Gani.


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,29 Agustus 2017 - 03:52:12 WIB

Mantap...! Aset Nazaruddin Sebesar Rp24,5 Miliar Dihibakan KPK ke Lembaga Arsip

JAKARTA (Wahanariau) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghibahkan aset mantan Bendahara Umum (B

Rabu,14 Desember 2016 - 19:26:42 WIB

Mantap...! Dalam Waktu 4 Bulan, Sudah 129 Kapal Ditenggelamkan

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Nama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tak bisa jauh-jauh da

Selasa,29 Agustus 2017 - 02:51:06 WIB

Mantap...! Pemerintah Ingin Beli Sukoi Pakai Kerupuk

JAKARTA (Wahanariau) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah akan menukar s

Senin,01 Agustus 2016 - 15:41:04 WIB
Terkait Kerusuhan SARA di Tanjungbalai

Mantap...! Kapolri Sudah Kantongi Nama Provokator Penyebab Kerusuhan

JAKARTA(WR) - Kerusuhan bernuansa SARA di Tanjungbalai, Sumatera Utara, meluas akibat provokasi yang

Kamis,29 Desember 2016 - 15:42:33 WIB

Mantap...! Ini 6 Pemusnahan yang Digelar Bea Cukai di Penghujung Tahun

WAHANARIAU -- Berakit ke hulu, berenang ke tepian. Menuju tahun baru, Bea Cukai gelar pemusnahan. Na

Minggu,21 Agustus 2016 - 02:26:23 WIB

Mantap...! Antisipasi Obral Remisi Bagi Para Koruptor, KPK Siapkan Tuntutan Hukuman Mati

JAKARTA (WR) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kebijakan pemerintah yang memberikan remi

BERITA LAINNYA
Jumat,23 Februari 2018 - 09:13:41 WIB

UEK Perdana Mandiri Sejahtera Gelar MKPT, Pedagang Sate Dapatkan Rp10 Juta dan Emas 35 Gram

SUNGAI PAKNING – Tarmizi pedagang sate di Sungai Pakning, Kamis 22 Februari 2018, dapat &

Kamis,22 Februari 2018 - 20:23:47 WIB

TP PKK Desa Selatbaru Siap Wakili Riau di Tingkat Nasional

BENGKALIS - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Selat Baru Kecamatan

Kamis,22 Februari 2018 - 15:59:06 WIB

Rizal Ramli: Jika Saya Presiden Pertumbuhan Ekonomi Bisa 10%

JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut tiga faktor yang m


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI