• Follow Us On : 

Oknum Satpol PP Pekanbaru Remehkan Organisasi dan Profesi Wartawan


Redaksi | Selasa,21 November 2017 - 18:15:06 WIB
Dibaca: 317 kali 
Oknum Satpol PP Pekanbaru Remehkan Organisasi dan Profesi Wartawan

PEKANBARU - Oknum Satpol PP Kota Pekanbaru yang bertugas di kediaman walikota menghalangi kerja wartawan. Aksi arogan itu dialami sejumlah awak media yang sehari-hari meliput di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Kejadian tidak menyenangkan tersebut terjadi Senin (20/11/2017 ) sekitar pukul 10.00 Wib. Saat itu sejumlah awak media ingin melakukan peliputan di dalam rumah dinas Walikota Pekanbaru Jalan Ahmad Yani.

Di saat bersamaan, di kediaman dinas tersebut sedang berlangsung sebuah kegiatan yang dihadiri langsung Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Namun saat hendak masuk ke dalam rumah dinas, salah seorang petugas keamanan berseragam Satpol PP tersebut melarang awak media masuk.

Padahal awak media sudah menunjukkan kartu pers dan kartu organisasi wartawan, namun oknum Satpol PP ini tetap melarangnya. "Mau wartawan kek, mau PWI kek, kalau tidak boleh masuk ya tidak boleh," bentaknya.

Sikap arogan yang menghalang-halangi kerja wartawan ini disesalkan oleh sejumlah awak media yang akan melakukan peliputan di rumah dinas walikota Pekanbaru.

Salah satunya adalah Kholik wartawan sebuah media online yang juga Ketua Forum Wartawan Kota Pekanbaru (Fortaru). Dia mengaku langsung berhadapan dengan oknum Satpol PP tersebut saat kejadian tidak menyenangkan tersebut terjadi.

"Kami heran kenapa kok wartawan di larang masuk. Padahal tidak ada kegiatan yang bersifat rahasia di dalam. Biasanya kami tidak pernah diperlakukan seperti ini," katanya kesal.

Sementara Firman, yang juga wartawan yang sehari-hari meliput di lingkungan Pemko Pekanbaru mengaku akan memproses kasus ini lebih lanjut. Sebab apa yang dilakukan oknum Satpol PP tersebut sudah meremehkan profesi wartawan dan organisasi pers.

"Oknum seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kita kerja dilindungi undang-undang kok. Tidak bisa mereka seenaknya saja menghalang-halangi kerja kita," ujar Firman tegas seraya menyebut seluruh wartawan yang tergabung di Fortaru sepakat meminta Walikota Pekanbaru dan Kasatpol PP Pekanbaru untuk memberikan sanksi kepada oknum tersebut.

Ketua Persatuan Wartawan Indoensia (PWI) Kota Pekanbaru, Agustiar mengecam tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP tersebut. Pihaknya menyayangkan persoalan ini terjadi. Seharusnya, lanjut Agus, jika memang ada pertemuan penting yang tidak bisa diliput oleh media, bisa dikomunikasikan dengan cara yang santun.

"Kalau tidak boleh masuk sampaikan saja baik-baik. Saya yakin wartawan itu mengerti. Tapi kalau dengan nada tinggi dan terkesan melecehkan profesi wartawan dan organisasi wartawan kita tidak akan tinggal diam," ujarnya.

Pihaknya mengaku akan melaporkan kasus ini ke Kepala Satpol PP Pekanbaru untuk diproses lebih lanjut. "Saya akan laporkan kasus ini ke Kasatpol PP. Supaya kejadian serupa tidak terulang lagi," imbuhnya.

Sementara Kepala Satpol PP Pekanbaru Zulfahmi Adrian saat dikonfirmasi mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut. Ia berjanji akan memanggil bawahanya tersebut untuk dimintai keterangan.

Jika terbukti melakukan tindakan arogan kepada wartawan, Zulfahmi mengaku akan memberikan saksi tegas. "Sanksinya yang bersangkutan bisa saja nanti kita pindahkan atau kita ganti," katanya.

Sejauh ini ia belum bisa menyimpulkan apakah tudingan bawahanya yang melakukan diduga bersikap arogan tersebut benar atau memang disaat bersamaan ada agenda walikota yang tidak bisa diliput oleh awak media.

"Mungkin saat itu ada pertemuan khsusus, yang butuh privasi, sehingga belum bisa menerima tamu. Rumah kediaman walikota ini memang harus kita kewibawaanya, tidak bisa juga seenaknya. Karena nanti citra dan imbasnya kan bisa ke pak Walikota juga," imbuhnya. (del)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Sabtu,28 Januari 2017 - 01:48:57 WIB

Ingin Miliki Dokumen WNI, Warga Singapura Bayar Oknum ASN Disdukcapil Rp20 Juta

PEKANBARU (MR) - Warga negara asing (WNA) asal Singapura, M Azhar diamankan Kantor Imigrasi Kelas I

Jumat,13 Januari 2017 - 19:44:42 WIB

Dituding Terlibat Korupsi Bansos, Bupati Bengkalis Polisikan Oknum Wartawan

PEKANBARU (WAHANARIAU) - Berita tudingan bahwa Bupati Bengkalis Amril Mukminin terlibat Kasus Korups

Rabu,02 Agustus 2017 - 14:22:42 WIB

Bakar Lahan Satu Hektar, Oknum PNS Ditangkap Polisi

PEKANBARU (Wahanariau) - Seorang oknum PNS/ASN (Aparatur Sipil Negara) berinisial HR, diamankan

Sabtu,26 November 2016 - 19:54:57 WIB

Diduga Jadi Bandar Sabu, Oknum PNS Pemko Dumai Masuk DPO

DUMAI (WR) - Ada-ada saja kelakuan Darsono, salah seorang Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Dum

Sabtu,29 April 2017 - 18:50:42 WIB

Diduga Oknum Pansel Penerimaan Dosen Tetap Bukan PNS di UIN Suska Riau Palsukan Data Dosen 

PEKANBARU - Sidang lanjutan gugatan Basir terhadap UIN Susqa Riau kembali digelar di Pengadilan Tata

Rabu,08 Februari 2017 - 17:08:02 WIB

Oknum Pegawai Kejari Inhil Minta 'Uang Kopi'

TEMBILAHAN (WAHANARIAU) - Sungguh perilaku tidak terpuji dilakukan oleh oknum pegawai Kejaksaan

BERITA LAINNYA
Sabtu,17 Februari 2018 - 13:56:09 WIB

Putri Elvy Sukaesih Patungan Rp 200 Ribu Perorang Buat Beli Sabu

JAKARTA - Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, disebut patungan untuk membeli sabu buat dikonsum

Sabtu,17 Februari 2018 - 13:49:56 WIB

Dhawiya Putri Elvy Sukaesih Jadi Tersangka Kasus Sabu

JAKARTA - Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, menjadi tersangka terkait kasus sabu. Polisi

Jumat,16 Februari 2018 - 21:31:13 WIB

Isu BPJS Guru Bantu Riau Juga Diduga Sarat Muatan Politik

PEKANBARU - Belum selesai isu mutasi Kepala Sekolah (Kepsek) yang disebut sarat kepentingan pol


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI