• Follow Us On : 

Efikasi Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Ekonomi Terhadap Mobilitas Entrepeneur Siswa di SMA Negeri 14 Pekanbaru


Redaksi | Kamis,28 Desember 2017 - 15:12:04 WIB
Dibaca: 508 kali 
Efikasi Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Ekonomi Terhadap Mobilitas Entrepeneur Siswa di SMA Negeri 14 Pekanbaru Marthalyna, SE Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMAN 14 Pkanbaru

Oleh : Marthalyna, SE Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMAN 14 Pkanbaru.

Mata pelajaran Pendidikan Ekonomi pada dasarnya memang merupakan sebuah mata pelajaran wajib skala Nasional dan Regional. Mata pelajaran Pendidikan Ekonomi ini seharusnya mampu menjawab tantangan bonus demografi yang ada di Indonesia, dalam artian sempit ada efikasi sedikit banyaknya terhadap jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia.

Namun realitas lapangan, mata pelajaran Pendidikan Ekonomi belum mampu menjawab tantangan tersebut. Artinya harus ada sebuah revitalisasi serta formulasi untuk menjawab tantangan ini. Mau tidak mau gaya dan cara mengajar guru mata pelajaran Pendidikan Ekonomi pun harus segera bisa menyesuaikan dengan benturan realitas ini, agar bangsa ini tidak jatuh pada lubang kemiskian skala Nasional.

Oleh karena itu saya selaku guru mata pelajaran Pendidikan Ekonomi telah menyadari ini sedari dulu. Bonus demografi ini tidak dapat dielakkan, kita harus segera temukan solusi kemiskinan yang telah menggrogoti bangsa ini. Selain itu, guru mata pelajaran Pendidikan Ekonomi harus bisa berada pada garda terdepan untuk mencari formulasi permasalahan bangsa ini.

Sejarah dunia telah mencatat bangsa-bangsa besar di dunia mengatasi masalah ini dengan upaya-upaya menggalakkan  Enterpreneurship. Nah di Indonesia ini justru yang sangat kurang. Jikalau kita tanya dengan siswa-siswa saat proses belajar terjadi, "anda ketika lulus dari sma ini ingin kerja dan jadi apa?" Rata-rata pasti menjawab ingin menjadi pegawai negeri sipil. Tentu cara berpikir seperti ini yang harus diubah kedepannya.

Efikasi mata pelajaran Pendidikan Ekonomi kedepannya harus bisa memberikan sebuah stimulus dan ouput yang jelas terhadap tantangan ini. Kita para guru Pendidikan Ekonomi harus segera keluar dari zona zaman, dan harus bisa meluangkan waktunya untuk bisa menciptakan formulasi-formulasi dalam upaya mengatas permasalahan ini.

Di Pekanbaru Riau sendiri komunitas-komunitas terkait mengenai Enterpreneurship begitu sudah banyak digalakkan oleh kaula muda. Tentu sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Ekonomi yang menjadi patron transfer ilmu yang berstigma kondisi ekonomi bangsa bisa mencontoh polarisasi tersebut.

Di Pekanbaru Riau sendiri, usaha-usah memotivasi siswa untuk ber Enterpreneurship dalam sekolah sudah mulai digalakkan jua, meskipun belum begitu maksimal. Realitas materi mata pelajaran Pendidikan Ekonomi di sekolah-sekolah selama ini terkesan hanya berisi teori-teori ekonomi yang tidak ada efikasinya pada tataran implementasi.

Hal ini harus segera menjadi evaluasi oleh pihak-pihak terkait agar bangsa kita tidak menjadi bangsa yang hanya berisi sebuah narasi belaka. Pelatihan-pelatihan softskill juga harus digalakan oleh Dinas Pendidikan yang ada didaerah maisng-masing, terutaman di Pekanbaru Riau. Jikalau perlu Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus jua di rencanakan dengan matang.

Tentu saya selaku guru Pendidikan Ekonomi di SMA Negeri 14 Pekanbaru melihat kondisi ini merasa tergugah hati nurani ini untuk membuat satu tindakan nyata. Dibalik rutinitas saya sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Ekonomi yang begitu padat, pada setiap kesempatan saya selalu menyelingi motivasi kepada siswa-siswa untuk ber Enterpreneurship.

Cara berpikir siswa saya stimulus dengan sedemikian rupa. Tentu cara-cara seperti ini tidak cukup bisa menciptakan Enterpreneur-enterpreneur muda di SMA Negeri 14 Pekanbaru. Metode pendekatan emosional juga saya lakukan untuk mengetahui rasa ingin tahu siswa terkait pentingnya entrepreneurship ini.

Terkadang saya jua memberikan sedikit banyak bantuan moril kepada siswa yang mau menggalakkan ide-ide entrepreneurshipnya. Tetapi begitu minimnya program-program serta bantuan baik moril maupun materil terkait entrepreneurship, memaksa saya harus berjuang mati-matian menggembleng para siswa.

Harapan saya kedepannya ini harus segera menjadi bahas evaluasi pemerintah, karna cikal bakal masa depan bangsa berada pada kaula muda ini, intinya harus banyak program-program pelatihan softskill entrepreneurship di sekolah-sekolah, bangsa ini harus segera mengambil momentumnya, ia harus bisa menilik bangsa-bangsa yang telah maju. Karena telah terbukti bangsa adi daya selalu mendidik para kaula mudanya ber entrepreneurship sedini mungki.

Jikalau ini sudah terealisasi dengan komprehensif saya yakin dan percaya Indonesia suatu saat nanti akan menemukan moementum kebangkitannya, terutama dibidang ekonomi.


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Senin,24 September 2018 - 19:36:37 WIB

Bertindak Sebagai Inspektur Upacara, Suyatno Puji BPN Rohil

BAGANSIAPIAPI - Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp bertindak selaku pembina upacara pada perin

Senin,24 September 2018 - 03:02:25 WIB

Hong Kong Launches First High Speed Rail Service

Fast train link puts Hong Kong within easy reach of cities across China CHINA - Media OutReach

Minggu,23 September 2018 - 02:59:07 WIB

Hong Kong’s Housing Challenges Under The Spotlight at The Hong Kong Institute of Surveyors Annual Conference 2018

Guest of honour Dr Raymond So Wai-man addresses more than 300 industry leaders on the theme: "D

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI