• Follow Us On : 

Indonesia Masuk G20, Jokowi: Jangan Lagi Cari Bantuan


Redaksi | Selasa,13 Februari 2018 - 12:14:19 WIB
Dibaca: 264 kali 
Indonesia Masuk G20, Jokowi: Jangan Lagi Cari Bantuan Presiden saat memberikan sambutan pada Raker Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (12/2/2018). (Foto: Humas/Oji).

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Indonesia sudah masuk di negara Group 20 (G-20). Artinya, Indonesia sudah masuk golongan negara besar, jangan lagi ada yang merasa inferior, apalagi merasa menjadi negara kecil.

“Saya sudah sampaikan kepada kepada seluruh menteri, agar kita ini tidak lagi mencari-cari bantuan-bantuan. Kita ini sudah seharusnya membantu, membantu, membantu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2/2018) pagi.

Menurut Presiden, harus dibalik karena sekarang Indonesia bantu negara-negara yang memang butuh bantuan, semestinya dibantu, dianggarkan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan hasil kunjungannya ke beberapa negara di Asia Tengah dan Selatan, beberapa waktu lalu, diantaranya mengunjungi kamp para pengungsi di Cox’ Bazar, Bangladesh, dan juga Afghanistan, yang sedang membangun kembali perdamaiannya dari reruntuhan persatuannya.

“Kembali Indonesia juga diundang untuk membantu. Kita juga terus membantu perjuangan saudara-saudara kita di Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan,” kata Presiden seraya menambahkan, bahwa seluruh upaya diplomasi perdamaian dan kemanusiaan adalah tugas konstitusional yang harus ditunaikan.

Perlindungan WNI
Pada bagian lain arahannya, Presiden Jokowi menyinggung mengenai perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI). Ia mengingatkan, jangan sampai WNI yang mau mengurus masalah izin, paspor atau visa, memerlukan waktu sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

“Sudah enggak zamannya lagi. Saya ingin kedutaan besar kita menjadi contoh bagi instansi lain, urusan seperti itu seharusnya selesai hitungan menit atau jam,” tegas Presiden.

Presiden  menghargai dan mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan dalam menciptakan standardisasi dalam sistem perlindungan WNI di luar negeri melalui penguatan instrumen hukumnya, penguatan kapasitas SDMnya, penyadaran publik.

“Aplikasi sistem, yang tadi diterangkan oleh Pak Ngurah (Dubes Indonesia untuk Singapura, red) juga memberikan perlindungan kepada warga kita. Namanya siapa, alamat di mana bisa di cek, nomor telepon berapa, dia pergi ke mana saja kelihatan,” terang Presiden.

Untuk itu, Presiden mengingatkan perlunya kerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri mendata seluruh WNI yang ada di luar negeri, sehingga nantinya hanya ada satu database WNI di luar negeri menjadi jelas.

Diakui Presiden, yang sulit adalah yang masih ilegal. Karena itu, lanjut Presiden, yang di sananya (di luar negeri) diperbaiki, yang nanti yang di sini (dalam negeri) juga akan diperbaiki agar yang ilegal-ilegal ini betul-betul bisa kita pangkas.

“Saya yakin jika kita memiliki single database yang baik, maka perlindungan terhadap WNI akan semakin baik,” ujar Jokowi seraya menambahkan, bahwa dirinya  sudah memerintahkan kepada seluruh kementerian/lembaga untuk membantu proses ini, sehingga baik Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, BNP2TKI, kedutaan besar, konjen, agar terus meningkatkan pelayanan kepada WNI di mana pun mereka berada.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Menlu A.M. Fachir. (setkab)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat,04 Agustus 2017 - 13:59:43 WIB

40ribu Jemaah Indonesia Sudah Berada Di Madinah

MADINAH (Wahanariau) - Memasuki hari ke delapan fase kadatangan, lebih 40ribu jemaah haji Indonesia

Minggu,20 Agustus 2017 - 08:42:05 WIB

Bendera Indonesia Terbalik di Sea Games 2017 Lukai Rasa Persahabatan

JAKARTA (Wahanariau) -- Komisi I DPR yang mengurusi bidang luar negeri menyayangkan insiden gambar b

Senin,17 April 2017 - 13:27:58 WIB

Peduli Jurnalisme Berkualitas, Sejumlah Media Online Dirikan Asosiasi Media Siber Indonesia

JAKARTA - Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan dan mengembangkan industri konten digi

Selasa,22 Agustus 2017 - 15:40:19 WIB

BPJS Kesehatan Cabang Dumai Expose Capaian Program JKN-KIS dan Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

DUMAI (Wahanariau) - Bergulirnya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (J

Minggu,22 Januari 2017 - 17:32:27 WIB

Survei, Indonesia Urutan ke-10 Sebagai Negara Masa Bodoh

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Sebuah survei yang dilakukan oleh Ipsos MORI mengenai indeks ketidakpedulian

Senin,18 September 2017 - 11:51:34 WIB

Mantap...! Negara Lain Belajar Bagaimana Indonesia Mengelola Kerukunan, Kemajemukan, dan Kebinekaan

SOLO - Indonesia adalah negara besar. Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Negara Indone

BERITA LAINNYA
Jumat,25 Mei 2018 - 17:13:25 WIB

Pemprov Riau Komitment Rebut Blok Rokan

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mempertegas komitmen untuk merebut Blok Rokan. Hal ini bukan ta

Jumat,25 Mei 2018 - 17:00:51 WIB

Jelang Lebaran Jalur Udara Diprediksi Meningkat

PEKANBARU - Memasuki pekan ke dua bulan suci Ramadhan, akses arus mudik mulai dipetakan. Salah satun

Jumat,25 Mei 2018 - 14:22:50 WIB

BUMN Dilarang Ikut Lelang Proyek di Bawah Rp100 Miliar

PEKANBARU - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Riau mengingatkan agar Badan Usaha


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI