• Follow Us On : 

Indonesia Masuk G20, Jokowi: Jangan Lagi Cari Bantuan


Redaksi | Selasa,13 Februari 2018 - 12:14:19 WIB
Dibaca: 373 kali 
Indonesia Masuk G20, Jokowi: Jangan Lagi Cari Bantuan Presiden saat memberikan sambutan pada Raker Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (12/2/2018). (Foto: Humas/Oji).

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Indonesia sudah masuk di negara Group 20 (G-20). Artinya, Indonesia sudah masuk golongan negara besar, jangan lagi ada yang merasa inferior, apalagi merasa menjadi negara kecil.

“Saya sudah sampaikan kepada kepada seluruh menteri, agar kita ini tidak lagi mencari-cari bantuan-bantuan. Kita ini sudah seharusnya membantu, membantu, membantu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2/2018) pagi.

Menurut Presiden, harus dibalik karena sekarang Indonesia bantu negara-negara yang memang butuh bantuan, semestinya dibantu, dianggarkan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan hasil kunjungannya ke beberapa negara di Asia Tengah dan Selatan, beberapa waktu lalu, diantaranya mengunjungi kamp para pengungsi di Cox’ Bazar, Bangladesh, dan juga Afghanistan, yang sedang membangun kembali perdamaiannya dari reruntuhan persatuannya.

“Kembali Indonesia juga diundang untuk membantu. Kita juga terus membantu perjuangan saudara-saudara kita di Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan,” kata Presiden seraya menambahkan, bahwa seluruh upaya diplomasi perdamaian dan kemanusiaan adalah tugas konstitusional yang harus ditunaikan.

Perlindungan WNI
Pada bagian lain arahannya, Presiden Jokowi menyinggung mengenai perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI). Ia mengingatkan, jangan sampai WNI yang mau mengurus masalah izin, paspor atau visa, memerlukan waktu sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

“Sudah enggak zamannya lagi. Saya ingin kedutaan besar kita menjadi contoh bagi instansi lain, urusan seperti itu seharusnya selesai hitungan menit atau jam,” tegas Presiden.

Presiden  menghargai dan mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan dalam menciptakan standardisasi dalam sistem perlindungan WNI di luar negeri melalui penguatan instrumen hukumnya, penguatan kapasitas SDMnya, penyadaran publik.

“Aplikasi sistem, yang tadi diterangkan oleh Pak Ngurah (Dubes Indonesia untuk Singapura, red) juga memberikan perlindungan kepada warga kita. Namanya siapa, alamat di mana bisa di cek, nomor telepon berapa, dia pergi ke mana saja kelihatan,” terang Presiden.

Untuk itu, Presiden mengingatkan perlunya kerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri mendata seluruh WNI yang ada di luar negeri, sehingga nantinya hanya ada satu database WNI di luar negeri menjadi jelas.

Diakui Presiden, yang sulit adalah yang masih ilegal. Karena itu, lanjut Presiden, yang di sananya (di luar negeri) diperbaiki, yang nanti yang di sini (dalam negeri) juga akan diperbaiki agar yang ilegal-ilegal ini betul-betul bisa kita pangkas.

“Saya yakin jika kita memiliki single database yang baik, maka perlindungan terhadap WNI akan semakin baik,” ujar Jokowi seraya menambahkan, bahwa dirinya  sudah memerintahkan kepada seluruh kementerian/lembaga untuk membantu proses ini, sehingga baik Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, BNP2TKI, kedutaan besar, konjen, agar terus meningkatkan pelayanan kepada WNI di mana pun mereka berada.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Menlu A.M. Fachir. (setkab)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Minggu,22 Januari 2017 - 17:32:27 WIB

Survei, Indonesia Urutan ke-10 Sebagai Negara Masa Bodoh

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Sebuah survei yang dilakukan oleh Ipsos MORI mengenai indeks ketidakpedulian

Jumat,15 September 2017 - 12:46:51 WIB

BPS Sebut Indek Demokrasi Indonesia Menurun Dibanding Tahun Sebelumnya

JAKARTA - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) pada 2016 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Senin,19 Maret 2018 - 18:07:35 WIB

Bincang Santai Jokowi Dengan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Wellington

SELANDIA BARU - Sejuknya udara pagi di Wellington, Selandia Baru menambah hangat suasana pertemuan P

Kamis,15 Februari 2018 - 18:19:28 WIB

Presiden Jokowi Sebut Indonesia Bisa Jadi Pemimpin Negara Muslim

AMBON - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan, bahwa Indonesia sudah masuk negara besar

Senin,23 April 2018 - 01:24:22 WIB

Garuda Indonesia Diminta Tutup Rute Penerbangan Jakarta-London

JAKARTA - Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik

Jumat,09 Maret 2018 - 12:53:03 WIB

Jokowi Targetkan Tahun 2025 Tanah di Indonesia Sudah Disertifikasi

LAMONGAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dari 126 juta sertifikat yang harus dibagi ke

BERITA LAINNYA
Rabu,15 Agustus 2018 - 15:12:29 WIB

AYANA Komodo Unveils Destination Wedding Venues

CHINA - 15 August 2018 - East Indonesia is rising in fame as one of the world's most pristi

Rabu,15 Agustus 2018 - 14:38:00 WIB

Prudence Foundation & Cartoon Network Team Up With Kid Influencers to Connect With Young Audience

Cha-Ching initiative recruits young talent from six Asian countries to create new music video CHINA&

Rabu,15 Agustus 2018 - 14:28:46 WIB

Rig Pertambangan Kripto Watts Miners Berdampak Besar pada Pasar

NEW YORK CITY - 15 Agustus, 2018 - Watts Miners, salah satu pemain baru yang terjun dalam dunia

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI