• Follow Us On : 

Presiden Jokowi Coret 14 Proyek Strategis Nasional


Redaksi | Senin,16 April 2018 - 21:17:27 WIB
Dibaca: 753 kali 
Presiden Jokowi Coret 14 Proyek Strategis Nasional

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini memiliki 222 daftar proyek strategis nasional (PSN) plus 3 program tambahan yang nilainya lebih dari Rp 4.100 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, total daftar PSN berasal dari hasil evaluasi pemerintah pada kuartal I-2018.

Dari hasil evaluasi, Darmin bilang pemerintah memutuskan untuk mencoret 14 proyek dari daftar PSN yang nilainya Rp 246 triliun, dan terdapat tambahan 1 usulan PSN dan 1 program tambahan.

"Sehingga dari hitung-hitungan itu, di Kuartal I-2018 di-drop 14 proyek, nilainya Rp 264 triliun," kata Darmin.

Berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), tercatat sebanyak 245 proyek ditambah 2 program tambahan. Penetapan 222 plus 3 program tambahan sekarang ini dikarenakan 14 proyek dicoret, lalu ada 10 proyek yang sudah rampung, dan 1 proyek tambahan dan 1 program tambahan.

Darmin mengatakan, 14 proyek yang dikeluarkan dari daftar PSN ini antara lain proyek kereta api Jambi-Palembang, pembangunan rel kereta api Provinsi Kalimantan Timur, proyek sistem penyediaan air minum air minum regional di Sumatera Utara, kemudian Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, lalu Kawasan Ekonomi Khusus Merauke.

Sedangkan dari hasil evaluasi kuartal I-2018, yang akan selesai pada kuartal III-2019 sebanyak 48 proyek. Proyek yang sudah dibangun namun belum beroperasi secara penuh sebanyak 94 proyek dan 1 program kelistrikan.

Kemudian, ada 86 proyek PSN dan 1 program tambahan yaitu industri pesawat terbang mulai konstruksi dan beroperasi di 2019.

Alasan pemerintah mengeluarkan 14 proyek dari daftar PSN karena seluruh proyek tersebut memang belum bisa direalisasikan.

"Perkembangannya berarti hampir tidak ada, itu bisa ada konstruksi nggak paling lambat Kuartal 3 2019. kalau menterinya bilang susah deh, sederhana sekali dan menurut kami cukup masuk akal karena ya pemerintahan silakan nanti pemerintahan berikutnya yang mengevaluasi lagi, yang sekarang ya sampai dengan ujung dari pemerintahan ini ya," tutup dia.

(dtk/dtk)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,11 April 2017 - 19:43:45 WIB

Minta Konsepnya Dimatangkan, Presiden Jokowi Ingin 24 April Sudah Bisa Laksanakan Redistribusi Aset

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar pelaksanaan pembagian dari redistribusi as

Senin,17 April 2017 - 14:07:42 WIB

Kunjungi Indonesia 20 April, Wapres AS Akan Diterima Presiden Jokowi di Istana Negara

JAKARTA - Dalam rangkaian kunjungan ke negara-negara Asia, Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (

Rabu,25 Oktober 2017 - 12:47:37 WIB

Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Dorong Inovasi Dalam Pertanian Dan Pendidikan Vokasional

JAKARTA - Berkaitan dengan pertanian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar petani-petani itu sej

Senin,17 April 2017 - 22:31:31 WIB

Jamin Keamanan, Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Jakarta Gunakan Hak Pilih

JAKARTA - Dua hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub)

Selasa,25 Juli 2017 - 14:22:12 WIB

Survei BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin Naik, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

JAKARTA (WR) - Terkait hasil suvei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan, bahwa pada bulan Ma

Sabtu,22 April 2017 - 16:36:52 WIB

Presiden Jokowi: Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan dan Tidak Harus Dilenyapkan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, membawa kembali kesadaran baru tentang makna m

BERITA LAINNYA
Selasa,11 Desember 2018 - 05:08:26 WIB

Asia’s Digital ID Technology Developments Gain Pace

Real ID advances with Optical Character Recognition (OCR) and cross-racial facial recognition accura

Selasa,11 Desember 2018 - 05:04:56 WIB

Cyber Wars – The Enterprise Strikes Back

A Frost & Sullivan Executive MindXchange on Building Cyber Resilient Enterprises SINGAPORE -&nb

Selasa,11 Desember 2018 - 05:00:14 WIB

Spackman Entertainment Group’s Film, DEFAULT, Grosses US$20 Million in Box Office Revenue, Surpassing Break-even Point of 2.6 Million Tickets within 12 Days

DEFAULT, the highest November opening in the history of the Korean box office, regained #1 positio

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI