• Follow Us On : 

Kombes Tangkap Jenderal Polisi Bintang Satu


Redaksi | Jumat,20 April 2018 - 23:29:29 WIB
Dibaca: 317 kali 
Kombes Tangkap Jenderal Polisi Bintang Satu Polres Metro Jakarta Selatan menangkap jenderal polisi gadungan - Medcom.id/Deny Irwanto.

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria pengangguran berinisial A yang mengaku sebagai jenderal polisi bintang satu.

Tersangka disebut telah mengintervensi penyidik yang tengah menangani kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

“Jam 03.00 tadi pagi kita ke Serang, Banten untuk melakukan penangkapan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar di Mapolda Metro Jaya, Jumat (20/4/2018), melansir dari Akar Liputan Sumut.

Menurut Indra, pelaku telah mengaku sebagai Brigjen Asep dan menelepon penyidik Polres Metro Jakarta Selatan yang tengah menangani kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan melakukan intervensi.

“Ada kasus yang sedang kita tangani, tetapi karena kecurigaan kita. Kok ada yang mengaku-ngaku orang berpangkat Brigjen Polisi A. Coba kita dalami, ternyata tidak ada. Akhirnya kita bisa temukan keberadaannya, kita tangkap tadi malam jam 03 pagi. Ini sedang kita dalami kenapa dia mengintervensi,” kata Indra.

Pelaku sengaja melakukan intervensi untuk menakut-nakuti penyidik yang tengah menelusuri kasus tersebut dengan memaksa agar kasus tersebut bisa didamaikan.

“Itu kan bisa jadi modus menakut-nakuti, terus mengintervensi. Kita kan pada prinsipnya bekerja profesional apa adanya. Kemudian dia intervensi, minta bantuan terus memaksa. Ya kita tidak bisa. Kita curigai kita tangkap. Ini sedang kita dalami,” jelas Indra.

Saat dilakukan penangkapan, lanjut Indra, pelaku sempat mengelak dan membantah telah mengaku sebagai Brigjen Polisi dan melakukan intervensi. Namun, setelah polisi menemukan beberapa barang bukti seragam polisi palsu, pelaku tidak bisa mengelak.

“Sementara dia mengaku pengangguran. Kami sita baju PDH, PDL, dengan atribut-atributnya lengkap atas nama A,” kata Indra.

Saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut mencari tahu darimana pelaku mendapatkan seragam tersebut dan sudah berapa kali melakukan aksi penipuan.

“Ini masih kita dalami. Kita belum dapat data lengkap karena masih kita dalami di mana dia membeli itu. Kemudian digunakan untuk apa saja selama ini. Bisa saja, jangan-jangan dia melakukan hal-hal yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

[als/als]


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Minggu,20 Mei 2018 - 14:24:17 WIB

Tahun Ini PNS Tidak Dapat THR

PACITAN - Sirna sudah harapan pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Pacitan menikmati tunjanga

Sabtu,19 Mei 2018 - 22:10:24 WIB

Kuasai Pasar Dunia, Ekspor Batik Nasional Lampaui 58 Juta Dollar

JAKARTA - Industri batik Indonesia dinilai telah menguasai pasar dunia sehingga mampu menjadi pengge

Sabtu,19 Mei 2018 - 21:52:02 WIB

Pasukan Khusus Gabungan Dibentuk Jika Situasi di Luar Kapasitas Polri

JAKARTA - Selain berusaha menyelesaikan revisi Undang-Undang Terorisme, Presiden Joko Widodo (Jokowi


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI