• Follow Us On : 

Basmi Konten Radikalisme dan Terorisme, Menkominfo Gandeng Penyelenggara Medsos


Redaksi | Jumat,18 Mei 2018 - 15:12:36 WIB
Dibaca: 214 kali 
Basmi Konten Radikalisme dan Terorisme, Menkominfo Gandeng Penyelenggara Medsos Menkominfo Rudiantara didampingi perwakilan penyelenggara platform Medsos menjawab wartawan, di Kantor Kominfo, Jakarta, Selasa (15/5/2018). (Foto: Humas Kominfo)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bertemu dengan perwakilan penyelenggara platform internet (aplikasi media sosial, messenger, chatting) untuk meningkatkan upaya membasmi konten ujaran kebencian yang dapat mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pertemuan yang dihadiri perwakilan Facebook, Twitter, Youtube, serta Telegram itu digelar di Ruang Rapat Lt. 7 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta, Selasa (15/5/2018) kemarin.

Menkominfo Rudiantara menegaskan bahwa Pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk membasmi konten yang dapat mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bagi kami tegas, ini urusannya NKRI. Pemerintah tegas tidak ada kompromi untuk konten-konten yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme yang ujung-ujungnya berimbas kepada persatuan NKRI,” kata Rudiantara.

Rudiantara mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena selain dengan penyelenggara platform media sosial (medsos), Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kepolisian RI (Polri) untuk menghadang penyebaran paham terorisme dan radikalisme.

“Kami minta masyarakat untuk tenang, tidak usah panik. Dari dunia fisik, dunia nyata, teman-teman BNPT dan Polri bergerak semua. Sedangkan dari dunia maya kami juga bergerak,” jelas Rudiantara.

Turunkan Konten
Berdasarkan update terakhir dari para penyelenggara platform tersebut, didapat data sementara, diantaranya Telegram telah menurunkan 287 konten.

Kemudian, Facebook dan Instagram dari 450 aduan, telah menurunkan sekitar 300 konten. Selanjutnya, Youtube dari 250 aduan, sekitar 40% sudah diturunkan. Twitter 60 – 70 aduan, 50% sudah diturunkan.

“Sisanya masih dalam proses pemantauan. Kerja sama dari platform baik itu Facebook, Google, Youtube, Twitter, dan Telegram, sangat membantu. Dikarenakan (konten radikalisme dan terorisme) ini menjadi musuh bersama semua, ke depannya saya harap akan meningkatkan kerja sama,” jelas Menkominfo Rudiantara.

Public Policy Lead Facebook Indonesia, Ruben Hattari, yang hadir dalam kesempatan itu menegaskan, bahwa Facebook tidak akan memberi ruang bagi kekerasan.

“Facebook adalah platform yang tidak ada ruang untuk kekerasan. Apabila menemukan konten yang melanggar Standar Komunitas kami, pasti akan kami turunkan,” jelas Ruben.

Youtube juga menegaskan komitmennya dalam memberantas konten yang mengandung kekerasan. “Kami bekerja sama terus dengan pemerintah dan masyarakat luas untuk menghapus konten-konten yang mengarah ke kekerasan dan kebencian,” kata Relations and Support for Infrastructure Google Indonesia, Danny Ardianto, yang hadir mewakili Youtube sebagai platform file-sharing.

Ditegaskan Danny, Youtube punya policy yang kuat tidak membolehkan konten-konten seperti itu. “Saya juga berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama dengan baik,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkominfo juga menjelaskan bahwa dari ribuan akun yang telah dikonfirmasi mengandung konten radikalisme dan terorisme, masih ada yang belum diturunkan dengan tujuan mendukung aparat penegak hukum melacak jaringannya.

“Itu untuk kepentingan penyidikan. Kami senantiasa bekerja sama dengan aparat penegak hukum, baik dengan Polri maupun BNPT. Teman-teman tidak berhenti sekedar melihat akunnya atau kontennya ini memprovokasi, tapi juga mengetahui ini jaringannya ke mana. Ini justru untuk memastikan orangnya ditangkap oleh Polri, BNPT, atau Densus,” jelas Rudiantara.

[Setkab]


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Rabu,15 Agustus 2018 - 00:28:28 WIB

More than 400 IT Professionals Joined CLOUDSEC Hong Kong 2018

CHINA - 14 August 2018 - More than 400 professionals from Hong Kong and Macau today joined CLOUDSEC

Rabu,15 Agustus 2018 - 00:22:40 WIB

Avnet Memperluas Jaringan dengan Microchip

Dinobatkan sebagai Mitra Pemasaran Global bagi Microsemi Portfolio   PHOENIX - 14 AGUSTUS 201

Selasa,14 Agustus 2018 - 00:01:23 WIB

Sihuan Pharmaceutical’s Self-Developed Innovative Oncology Drug Pirotinib Commenced Phase II Clinical Trial in China

Led by Top Oncologist Professor Wu Yilong Expected to Commence Phase III Clinical Trial in 2H2019. D

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI