• Follow Us On : 

Dugaan Penjarahan Pasir Ilegal Rupat Terus Berlangsung, Kemana Penegak Hukum di Laut?


Redaksi | Jumat,01 Juni 2018 - 14:15:05 WIB
Dibaca: 646 kali 
Dugaan Penjarahan Pasir Ilegal Rupat Terus Berlangsung, Kemana Penegak Hukum di Laut?

BENGKALIS - Kendati oknum awak kapal yang membawa Pasir diduga ilegal dari Rupat salah satunya telah ada yang tertangkap, tetapi nampaknya tidak menciutkan nyali oknum awak kapal lainnya untuk memboyong pasir ilegal yang dipasok oleh inisial AT, disebut-sebut sebagai oknum cukong.

Buktinya, satu oknum awak kapal telah tertangkap di perairan Dumai oleh aparat Lanal Dumai, karena kedapatan membawa pasir dari Rupat tanpa dilengkapi dokumen resmi. Bahkan, pasca tertangkap tersebut, oknum lainnya makin menjadi melakukan aktivitas memuat pasir dari Rupat dan dibawa menuju Bengkalis dan Selatpanjang.

"Kami berani membawa pasir dari Rupat, karena pengurus disana (oknum cukong) telah menjamin kami akan aman di perjalanan. Karena pengurus meyakinkan kami, kalau mereka telah koordinasi dengan aparat penegak hukum di Laut," kata KM, salah satu Kapten Kapal yang meminta namanya diinisialkan, Rabu (30/5/2018) kemarin.

KM mengakui, sebenarnya sangat berat dan beresiko tinggi membawa pasir yang diduga ilegal dari Rupat, di samping harga Pasir yang dijual oleh pengurus di Rupat cukup tinggi, yakni Rp170.00/koyan, juga tidak memiliki dokumen resmi, sebagaimana yang diperlukan dalam melakukan perjalanan di laut.

"Jujur, kami hanya mengandalkan pengurus. Pengurus menjamin kami aman di laut. Semua aparat sudah diberitahu. Tapi pada dasarnya, kita tetap hati-hati. Dan kalau bisa menghindar, kita menghindar dari jangkauan aparat," ujarnya.

Dilansir dari suarapersada.com, belum lama ini, Direktur Polair Polda Riau Kombes Pol Hery Wiyanto menegaskan, akan menindak tegas pelaku kegiatan ilegal yang terjadi di perairan Sungai Injab dan Pulau Ketam, Rupat, Bengkalis dan melakukan penegakan hukum.

"Silahkan masyarakat melengkapi perizinan yang dibutuhkan pada saat melakukan kegiatan. Anggota Polair sudah membentuk tim untuk melakukan pengecekan di lokasi yang terdiri dari tim lidik dan gakum. Kapal-kapal Patroli Polair juga sudah saya siapkan kalau memang masih ada kegiatan, akan kita laksanakan gakum," tegasnya.

Lanjut Dir Polair, pihaknya berharap agar dapat membantu memberikan informasi seputaran kegiatan illegal penambangan Pasir di Pulau Rupat. "Minta bantuannya kalau ada info terkait hal ini, untuk bahan saya mas," ujarnya.

Pidananya Jelas, Oknum Cukong Harus Ditangkap
Kegiatan penambangan pasir ilegal Pulau Rupat sudah lama berlangsung, namun hingga kini pelakunya seakan tak tersentuh hukum. Hal ini juga mendapat tanggapan keras baru-baru ini dari pengurus LSM Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan, Solihin.

Menurutnya, hanya mengandalkan Izin Persetujuan Berlayar (Port Clearance) tanpa memiliki dokumen yang lengkap, pasir laut dari Pulau Ketam dan Sungai Injab, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis terus dijarah. "Oknum "cukong" harus ditangkap atas aktivitas yang diduga ilegal itu," tegasnya.

Ia memandang, setiap kapal membawa pasir laut harus mengantongi izin galian c atau sekarang izin bebatuan dan tidak bisa hanya mengandalkan Izin Persetujuan Berlayar (Port Clearance) dari Syahbandar.

"Persoalan ini jelas pidananya. Yakni, undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup diatur pada BAB XV tentang Ketentuan Pidana," kata Solihin.

Lanjutnya, ketentuan pidana pelanggaran undang-undang nomor 4 tahun 2009 juga jelas disebutkan. Pertama, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

"Aktifitas penambangan Pasir Laut dengan dalih apapun, jelas tidak diperbolehkan, selagi tidak memiliki legalitas serta study mengenai lingkungan. Apalagi, penambangan yang mengatasnamakan masyarakat. Kita patut menduga, kegiatan itu hanya sebagai kedok belaka untuk mengeruk keuntungan oleh sekelompok orang yang diduga kuat merupakan cukong," ujarnya.

Maraknya aktivitas penambangan pasir di perairan Pulau Ketam dan Sungai Injab, Pulau Rupat, Bengkalis yang ditengarai tanpa memiliki izin sama sekali, ternyata belum ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum di laut.

"Aktivitas penambangan pasir laut yang tidak punya izin dan tak ada Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) tidak boleh dibiarkan di Pulau Rupat. Kita mendesak ada langkah kongkrit dari penegak hukum, tanpa pandang bulu untuk menangkap cukong pasir ilegal yang beroperasi," tegas Solihin.

[Riauterkini]


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,22 Februari 2017 - 08:39:11 WIB

Kepolisian Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Perdagangan Anak di Pekanbaru

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Pihak kepolisian dan intansi terkait diminta segera mengusut tuntas atas d

Kamis,09 November 2017 - 10:55:44 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Penggelapan Dalam Jabatan, Penasehat Hukum Bacakan Esepsi

DUMAI – Pengadilan Negeri (PN) Kota Dumai menggelar sidang lanjutan pembacaan esepsi pada kasu

Senin,23 April 2018 - 20:11:39 WIB

Datangi Mapolda Riau, Formak Minta Usut Dugaan Korupsi di Rohul

PEKANBARU - Puluhan mahasiswa yang tergabung kedalam Forum Mahasiswa Riau Anti Korupsi (FORMAK) mend

Kamis,18 Oktober 2018 - 00:50:50 WIB

Warga Laporkan Dugaan Korupsi di Kota Sungai Penuh ke KPK

JAKARTA - Sejumlah warga Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Provinsi J

Rabu,07 Desember 2016 - 23:08:50 WIB

Dugaan Melakukan Fitnah, Kasat Reskrim Polres Dumai Laporkan Oknum Wartawan

DUMAI (WAHANARIAU) - Ricky Hutagalung, oknum wartawan kota Dumai harus berurusan dengan pihak berwaj

Selasa,10 April 2018 - 12:47:20 WIB

Korban Dugaan Penipuan Oknum Polwan Terus Bertambah

MEDAN - Korban dugaan penipuan oknum Polwan, Briptu AHH, yang disebut-sebut bertugas di Satres Narko

BERITA LAINNYA
Sabtu,23 Februari 2019 - 00:11:18 WIB
Bekerjasama Dengn PT. RCSI

A2K3 Dumai Akan Gelar Pelatihan Ahli K3 Muda BNSP Batch ke-2

DUMAI - Setelah sukses menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi Ahli K3 Muda BNSP batch ke 1 pada

Kamis,21 Februari 2019 - 23:36:15 WIB

Qatar Airways Celebrates Doha Jewellery & Watches Exhibition 2019 in Glittering Style with Chinese Designers

This year's exhibition showcases more than 500 spectacular luxury jewellery brands and a range o

Kamis,21 Februari 2019 - 23:30:52 WIB

Rise to Lead: ERA Realty Network Raises The Bar With Ambitious Expansion Plans Through Its Asia Pacific Network

SINGAPORE - February 21, 2019 - ERA Realty Network (ERA) looks set to raise its game as on

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI