• Follow Us On : 

Ironi Perkebunan Kelapa Inhil, Hulu Sektor Yang Butuh Peremajaan


Dedek Pratama | Kamis,02 Agustus 2018 - 13:28:06 WIB
Dibaca: 508 kali 
Ironi Perkebunan Kelapa Inhil, Hulu Sektor Yang Butuh Peremajaan

 

Tembilahan - Permasalahan perkebunan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tampak tidak ada habisnya. Mulai dari kerusakan lahan, hingga tanaman tidak menghasilkan atau rusak pada hulu sektor perkebunan kelapa yang menjadi tumpuan mayoritas masyarakat Inhil.

Kelapa, tanaman yang mempunyai kegunaan hampir di setiap anatominya merupakan tanaman produktif yang mampu mencapai usia 60 tahun. Di usia lebih dari 60 tahun, produksi kelapa akan turun dengan sendirinya atau bahkan tidak berproduksi lagi yang berarti pohon kelapa tidak lagi menghasilkan buah.

Dilihat dari sisi produktifitas, persoalan tanaman tidak menghasilkan tentunya akan sangat mempengaruhi pendapatan masyarakat yang berprofesi sebagai pekebun kelapa.

Dinas Perkebunan hingga tahun 2016 mencatat, terdapat 94.198 hektare lahan perkebunan kelapa dalam yang tidak menghasilkan dan mengalami kerusakan.

Perluasan lahan perkebunan kelapa tidak menghasilkan dan mengalami kerusakan terus terjadi sejak tahun 2014. Totalnya pun tidak main - main mencapai angka ribuan hektare setiap tahunnya.

"Sangat memprihatinkan bagi kita, kalau terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin 10 atau 20 tahun kedepan Inhil tidak lagi dikenal dengan predikat daerah dengan hamparan kelapa terluas di dunia," kata Dani M Nursalam, Ketua DPRD Kabupaten Inhil, Kamis (2/8/2018).

Bahkan, Dani M Nursalam mengungkapkan prediksi terburuk dalam jangka panjang adalah industri lokal pengolahan kelapa akan mengalami collapse karena terganggunya kebutuhan pasokan kelapa sebagai bahan baku.

Dari sisi produksi, produksi kelapa dalam juga terus menurun meski tidak signifikan. Di tahun 2014, produksi rata - rata kelapa dalam Kabupaten Inhil mampu menyentuh angka 2.829 kilogram per hektare. Sedangkan, dari data terakhir yang diterima, untuk tahun 2016 angka tersebut menurun pada level 2.605 kilogram per hektare.

Menurut Dani M Nursalam, mengatasi problema tanaman kelapa yang tidak lagi menghasilkan buah ini, perlu segera dilakukan langkah peremajaan. Ada banyak metode yang bisa diterapkan dalam penanganan kasus perkebunan kelapa. Tinggal lagi, niat untuk menanganinya, ada atau tidak. (Dex)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Senin,22 Oktober 2018 - 04:53:48 WIB

Pasca Penemuan Mayat Gantung Diri, Ratusaan Massa Datangi Polsek GAS Pertanyakan Hasil Visum

TEMBILAHAN - Ratusan massa sejak tadi sore sekira pukul 16.00 Wib mengepung Kantor Polsek Gaung Anak

Senin,22 Oktober 2018 - 01:07:55 WIB

Catat... Ini Lokasi Ujian CAT Peserta CPNS di Riau

PEKANBARU - Pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) d

Sabtu,20 Oktober 2018 - 02:37:50 WIB

Korupsi Pipa Transmisi Inhil, Tiga Ditahan dan Satu Tersangka Bakal Dijemput Paksa

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, menahan tiga tersangka kasus korupsi pipa

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI