• Follow Us On : 

40 Imigran Bangladesh Dideportasi dari Riau


Redaksi | Jumat,07 September 2018 - 04:55:58 WIB
Dibaca: 1920 kali 
40 Imigran Bangladesh Dideportasi dari Riau

PEKANBARU - Sebanyak 40 imigran Bangladesh yang berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru akhirnya dideportasi atau dipulangkan paksa ke negara asal. Mereka melanggar Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Kepala Divisi Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Riau, Mas Agus menjelaskan, para immigratoir itu melakukan pelanggaran berupa, tidak lengkapnya berkas keimigrasian dan dugaan akan ke Malaysia tanpa melalui pintu resmi imigrasi.

Pemulangan imigran tersebut dilakukan dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 4 September lalu sebanyak 20 orang. Tahap kedua dilakukan sebanyak 20 orang pada Kamis (6/9/2018).

"Mereka dipulangkan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 175 sekitar pukul 11.05 WIB. Selanjutnya menuju Bangladesh," jelas  Mas Agus.

Dalam pemulangan tersebut, para imigran dikawal oleh 14 orang petugas petugas Ditjen Imigrasi dan didukung oleh 6 orang dari Rudenim Pekanbaru.

"Selanjutnya pada tahap kedua kita lakukan hari ini. Ada 20 immigratoir juga yang kita kirim ke Jakarta. 16 orang dari Imigrasi Dumai dan sisanya (4 orang) dari Imigrasi Pekanbaru," rinci Mas Agus.

Pemindahan kedua dikawal oleh 20 orang petugas. Terdiri dari 14 petugas dari Ditjen Imigrasi, 4 orang dari rumah detensi imigrasi dan 2 orang dari divisi keimigrasian Kemenkumham Riau.

Pemindahan tersebut dilakukan melalui SSK II Pekanbaru menuju Bandara Soekarno- Hatta Jakarta dengan menggunakan pesawat udara Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 177 pada pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, sebanyak 31 WN Bangladesh diamankan TNI AL Dumai pada akhir Juli 2018 lalu. Diketahui, WN Bangladesh ini berangkat dari ibu kota negaranya, Dhaka. Kemudian tiba di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya ke Jakarta sekitar 20 Juli lalu dan berkeliling hingga tiba Dumai. Mereka diamankan di Dumai pada 28 Juli.

Diduga, tujuan para WN Bangladesh yang terdiri dari 30 laki-laki dan seorang perempuan ini, melewati Dumai untuk pergi bekerja ke Malaysia secara ilegal. 

Sementara itu saat diperiksa ke 31 WN Bangladesh ini, memiliki paspor yang masih berlaku hingga tahun 2023 mendatang. Artinya, paspor tersebut baru saja dibuat pada tahun 2018 ini. .

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, juga diketahui kalau 11 warga Bangladesh memiliki tiket pesawat untuk kembali ke negara asal. Sedangkan 11 lainnya kedaluwarsa. Sisanya, 9 orang tidak memiliki tiket kembali.

Dari 31 warga Bangladesh yang diamankan beberapa waktu lalu, ada sekitar 20 orang lagi  yang belum dideportasi. "Kita menunggu hasil koordinasi dengan pihak kedutaan mereka di Jakarta," pungkas Mas Agus. (mcr/mcr)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,11 April 2017 - 19:24:55 WIB

Bandar Narkoba 40 Kg Sabu Diduga Kerap ‘Pamer’ Kekayan di Medsos

BENGKALIS - Tersangka E, berprofesi sebagai nelayan warga Jalan Jerak MTs Alfalah Desa Jangkang, Kec

Minggu,09 April 2017 - 16:20:53 WIB

Para Tersangka Pemilik 40 Kg Sabu dan 150 Ribu Ektasi Yang Diamankan di Bengkalis, Terancam Hukuman Mati

PEKANBARU - Tiga tersangka pengedar narkotika terdiri hitungan sementara 40 kilogram shabu shabu dan

Rabu,15 Maret 2017 - 08:10:56 WIB

Suhu Udara di Indonesia Diisukan Mencapai 40 Derajat Celcius Akibat Fenomena Equinox, Ini Pernyataan BMKG

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (15/3/2017) meng

Kamis,30 Maret 2017 - 14:09:02 WIB

BNN Riau Ringkus Pengedar Narkoba Jaringan Internasional di Kampung Dalam, 408 Paket Sabu Disita

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, menciduk seorang terduga pen

Senin,16 Oktober 2017 - 10:52:43 WIB

Kena OTT KPK Hingga Tim Saber, 40 Aparat Pengadilan Disanksi Etik

JAKARTA - Sebanyak 40 aparat pengadilan, baik hakim atau PNS, dijatuhi sanksi etik sepanjang J

Minggu,27 Agustus 2017 - 16:54:23 WIB

KPK Sita Pabrik Bernilai Rp 400 Miliar di Kampar

PEKANBARU (Wahanariau) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset bernilai Rp 400 milia

BERITA LAINNYA
Senin,19 Agustus 2019 - 14:16:59 WIB

Komisi Dakwah MUI Nilai UAS Tak Bermaksud Mencela Agama Lain

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Fahmi Salim merespon soal isi cer

Senin,19 Agustus 2019 - 14:03:14 WIB

Polisi Negosiasi dengan Massa Manokwari

MANOKWARI - Kepolisian Daerah Papua Barat sudah turun melakukan pengamanan terkait aksi unjuk rasa m

Senin,19 Agustus 2019 - 13:55:10 WIB

Rusuh di Manokwari Dipicu Insiden Surabaya - Malang

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI