• Follow Us On : 

Korupsi Pipa Transmisi Inhil, Tiga Ditahan dan Satu Tersangka Bakal Dijemput Paksa


Redaksi | Sabtu,20 Oktober 2018 - 02:37:50 WIB
Dibaca: 435 kali 
Korupsi Pipa Transmisi Inhil, Tiga Ditahan dan Satu Tersangka Bakal Dijemput Paksa

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, menahan tiga tersangka kasus korupsi pipa transmisi Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (19/10/2018). Sedangkan satu tersangka lainnya tidak ditahan karena mangkir dari panggilan.

"Tiga tersangka korupsi pipa transmisi ditahan, satu lagi mangkir dipanggil tidak datang," ujar Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setiawan.

Gidion menyebutkan, penahanan dilakukan agar para pelaku tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. Serta mempermudah proses hukum dalam kasus yang merugikan negara Rp 1 miliar tersebut.

"Kita melakukan penahanan untuk pengamanan yang bersangkutan sampai proses tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan," kata Gidion.

Ketiganya yakni SS, selaku Direktur PT PR, yang merupakan pihak rekanan dan EM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Serta Sy selaku konsultan pengawas.

Sebelum ditahan, ketiganya menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di RS Bhayangkara Polda Riau. Sedangkan satu tersangka lainnya, tidak datang alias mangkir dari pemanggilan. Dia diketahui berinisial HA.

Gidion mengatakan, HA akan dijemput paksa oleh penyidik Ditreskrimsus jika tidak datang untuk menyerahkan diri dan diperiksa sebagai tersangka. "Iya, dijemput paksa," kata Gidion.

Sementara untuk Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad yang telah diperiksa penyidik, masih berstatus saksi. Padahal, Muhammad merupakan atasan dari salah satu tersangka, inisial EM. Muhammad telah diperiksa sebagai saksi sebanyak 2 kali untuk didalami dugaan keterlibatannya.

"Iya, benar Wabup Bengkalis diperiksa sebagai saksi. Dia datang memenuhi panggilan penyidik, karena keterangannya dibutuhkan," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Kamis kemarin.

Sunarto menyebutkan, Muhammad diperiksa di gedung Ditreskrimsus Polda Riau sejak pagi hingga siang hari. Status Muhammad masih sebagai saksi, karena dalam kasus ini ketika itu ia menjabat sebagai Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.

"Keterangan Muhammad sebagai Kabid di Dinas PU Riau saat kasus ini terjadi," kata Sunarto.

Awal September 2018 lalu, Muhammad juga telah diperiksa polisi. Nama Muhammad terus dikaitkan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pipa transmisi PDAM di Kabupaten Indragiri Hilir karena jabatannya sebagai Kepala Bidang.

Polda Riau terkesan kurang terbuka dalam penanganan kasus korupsi itu. Perkembangan kasus itu diketahui dari beberapa Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirim penyidik ke Kejaksaan Tinggi Riau.

Terakhir, Kejati Riau menerima SPDP pada bulan Agustus lalu. Dan penetapan tersangka juga baru diketahui awak media dari pihak Kejaksaan. Polda Riau tak mengumumkan penetapan tersebut.

Kendati telah berulang kali mengirim SPDP, Polda Riau juga tak kunjung menyebut pihak yang terlibat atau tersangka dalam penanganan kasus tersebut. Polda Riau telah menetapkan empat tersangka dalam perkara itu. Di antaranya adalah pihak kontraktor inisial HA dan konsultan pengawas berinisial SY.

Selain itu, dua orang lagi yang sudah ditetapkan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Mereka berdua yakni Sabar Stevanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

(mdk/mdk)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat,17 Maret 2017 - 19:15:38 WIB

Kejari Tahan 4 Tersangka Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Bengkalis 

BENGKALIS - Empat tersangka kasus tindak pidana korupsi (tipikor) penyimpangan surat perintah perjal

Selasa,12 September 2017 - 23:12:41 WIB

Kejati Riau Terima Pengembalian Uang Korupsi DTT Pelalawan Ratusan Juta Rupiah

PEKANBARU - Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menerima pengembalian sejumlah uang dugaan korupsi a

Kamis,07 September 2017 - 06:23:37 WIB

Kejati Riau Tahan 2 Tersangka Korupsi Anggaran Pelalawan

PEKANBARU (Wahanariau) - Kejaksaan Tinggi Riau menahan tiga tersangka dugaan korupsi Anggaran Dana T

Selasa,08 Agustus 2017 - 20:44:05 WIB

Dugaan Korupsi Sekda Dumai, KPK Geledah Kantor PUPR Bengkalis

BENGKALIS (Wahanariau) - Terkait kasus dugaan korupsi melibatkan Sekretaris Kota (Sekko) Dumai Muham

Selasa,26 September 2017 - 04:30:22 WIB

Pegawai Bapenda Riau dan Polisi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pajak Kendaraan

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau memeriksa Pegawai Badan Pendap

Senin,11 September 2017 - 15:44:08 WIB

Dugaan Korupsi Disidik Lagi, Polda Kembali Geledah Kantor Dispenda Riau

PEKANBARU (Wahanariau) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Jepolisian Daerah Riau kembali melakukan

BERITA LAINNYA
Rabu,24 April 2019 - 16:39:17 WIB

Garap Lagu Religi, Bima WP Gandeng Mae Shafira

PADANG - Identik dengan lagu-lagu inspiratif yang sarat motivasi, Bima WP siapkan single religi berj

Rabu,24 April 2019 - 04:47:19 WIB

KPK Tetapkan Dirut PLN Tersangka Korupsi PLTU Riau-1

JAKARTA - Penyidik KPK menemukan bukti-bukti baru keterlibatan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir da

Rabu,24 April 2019 - 01:49:20 WIB

China Display Optoelectronics Technology Holdings Limited Announces Unaudited Financial and Operating Data for the First Quarter of 2019

Driven by Direct Supply to First-tier Brands Sales Volume Increased More Than Twofold YOY ASP Increa

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI