• Follow Us On : 

Fahri Hamzah Minta Pelaku Politik Medsos Berujung Kematian di Madura Dihukum Berat


Redaksi | Rabu,28 November 2018 - 05:15:39 WIB
Dibaca: 386 kali 
Fahri Hamzah Minta Pelaku Politik Medsos Berujung Kematian di Madura Dihukum Berat

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan pelaku duel berujung kematian di Sampang, Madura, harus dihukum berat. Duel tersebut disebabkan oleh perbedaan pilihan di Pilpres 2019 di media sosial 'Politik Medsos'. Fahri mengatakan, tersangka memaksakan pendapatnya sendiri melalui kekerasan fisik, sehingga mengakibatkan korban jiwa.

"Menyatakan pendapat sendiri, memaksakan kehendaknya sendiri dan mamakai kekerasan itu sendiri,apalagi sampai meninggal dunia, wah itu harus dihukum berat," ujarnya di gedung DPR-MPR RI Jakarta, Selasa (27/11/2018)

"Saya kira kalau tindakan itu jatuhnya pidana, harus ditunjukan bahkan menurut saya harus dihukum berat, karena berbeda pendapat lalu mengambil jalan fisik," lanjutnya.

Dia menjelaskan seharusnya dua orang yang bertikai tersebut melakukan penyelesaian masalah melalui dialog dan mediasi,sehingga konflik fisik karena berbeda pendapat dapat dihindari. "Prosedurnya itu harus diselesaikan dengan kata-kata, tidak boleh memakai kekerasan cukup kata-kata untuk menyelesaikan masalah," terangnya.

Kendati demikian, Fahri meminta pemerintah memberikan wadah berupa ruang diskusi publik yang bersifat edukatif, sehingga masyarakat dapat menyatakan pandangan politiknya secara sehat. "Karena itu sebuah bangsa perlu tradisi berdialog, berfikir dan berbicara diruang publik dan di fasilitasi untuk tempat berdialog," tegasnya.

"Kedua itu sebenarnya sejalan, karena itu kita harus punya publik edukasi untuk menyadarkan masyarakat bahwa berbeda pendapat dan pilihan itu tetap harus di dialogkan," tutupnya.

Sebelumnya, aksi debat dan saling menantang terkait pilpres di media sosial Facebook berujung duel di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Subaidi, seorang tukang gigi, tewas setelah tubuhnya ditembus peluru panas dengan pistol rakitan milik Andika, pelaku pada Rabu (21/11/2018).

Di tengah jalan, Subaidi bertemu pelaku, pria pemilik akun Facebook yang menantang guru korban lewat komentar di status Facebook. Keduanya pun terlibat duel. Korban membawa senjata tajam dan pelaku membawa pistol rakitan. Akhir cerita, pelaku menembak dada korban hingga tembus ke punggung hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Burung Mangera mengatakan polisi resort Sampang, Madura sudah menangkap pelaku dalam hitungan jam saja. "Dalam hitungan jam, Polres Sampang berhasil membekuk pelaku," ujarnya di Madura, Jawa timur, Sabtu (24/11/2018). (Rimanews)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,08 Oktober 2018 - 14:43:22 WIB

Fahri Hamzah Minta Prabowo Sering Tampil Dihadapan Masyarakat

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta calon presiden Prabowo Subianto lebih sering tampi

BERITA LAINNYA
Kamis,07 Februari 2019 - 14:03:48 WIB

Bupati Inhil Resmikan Parit Basirah Jadi Kampung Nelayan

Bupati Inhil Resmikan Parit Basirah Jadi Kampung Nelayan

Selasa,19 Februari 2019 - 13:53:48 WIB

Sepenggal Kisah Anak Sekolah di Pucuk Rantau Kuansing

KUANSING - Inilah sepenggal kisah sedih yang dialami sejumlah siswa dan masyarakat Kecamatan Pu

Senin,18 Februari 2019 - 23:16:52 WIB

Deutsche Post DHL Group and SF Holding Conclude Landmark Supply Chain Deal

RMB 5.5 billion (~ EUR 700 million) transaction saw DPDHL Group and SF Holding enter a 10-yea

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI