• Follow Us On : 

Mantan Dirut Pertamina Divonis Delapan Tahun Penjara


Redaksi | Selasa,11 Juni 2019 - 03:22:48 WIB
Dibaca: 181 kali 
Mantan Dirut Pertamina Divonis Delapan Tahun Penjara Mantan Dirut Pertamina, Karen Galaila Agustiawan Jalani Sidang Pemeriksaan Saksi. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

JAKARTA - Karen Galaila Agustiawan, Mantan Direktur Utama PT Pertamina divonis delapan tahun penjara. Karen dinyatakan bersalah terkait investasi Pertamina yang merugikan keuangan negara senilai Rp568,066 miliar.

"Menyatakan Karen Agustiawan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Karen dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp1 miliar subsider 4 bulan," ucap hakim Emilia Subagja saat mengucap vonis terhadap Karen di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip Wahanariau dari Merdeka, Senin (10/6/2019).

Dari fakta persidangan, majelis hakim menilai wanita yang pernah menjadi guru besar di Universitas Harvard tidak melakukan tata tertib aturan perusahaan dalam mengambil keputusan seperti investasi. Terlebih lagi, menurut hakim Karen menjabat sebagai pucuk pimpinan keputusan investasi, yakni sebagai Direktur Hulu 2008-2009.

"Tindakan Karen baik selalu Direktur hulu, ataupun Direktur Utama Pertamina memiliki tugas dalam mengendalikan dan monitor kegiatan akuisisi dan evaluasi maka majelis hakim berkesimpulan perbuatan terdakwa menyalahgunakan kewenangan," tukasnya.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntutnya 15 tahun penjara serta membayar uang pengganti Rp 284 miliar. Sementara vonis hakim tidak mewajibkan Karen membayar uang pengganti karena dinyatakan tidak terbukti menerima keuntungan.

Karen dikenakan Pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara dalam tuntutan jaksa Karen dinilai terbukti mengabaikan prosedur investasi di Pertamina dalam 'participating interest' (PI) atas blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan pertama pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Jaksa juga meminta agar Karen membayar uang pengganti yang menurut jaksa adalah keuntungan yang dinikmati Karen.

Jaksa menilai Karen Galaila Agustiawan selaku Direktur Hulu PT Pertamina periode 2008-2009 dan Dirut PT Pertamina periode 2009-2014 bersama-sama dengan Direktur Keuangan PT Pertamina Ferederick ST Siahaan, Manager Merger dan Akusisi PT Pertamina 2008-2010 Bayu Kristanto, dan Legal Consul and Compliance Genades Panjaitan telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Karen dan kawan-kawan dinilai telah memutuskan untuk melakukan investasi 'participationg interest' di blok BMG Australia tanpa adanya 'due dilligence' dan analisa risiko yang ditindaklanjuti dengan penandatangan Sale Purchase Agreement (SPA) tanpa adanya persetujuan bagian legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina sehingga memperkaya diri sendiri atau orang lain yaitu ROC Oil Company (ROC) Limited Australia dan merugikan keuangan negara sebesar Rp568,066 miliar.

Sementara itu, Karen Galaila Agustiawan menilai bahwa kasus yang menjerat dirinya akan menjadi preseden buruk untuk akusisi minyak dan gas (migas) yang dilakukan oleh perusahaan di Indonesia.

[mdk/mdk]


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat,11 November 2016 - 13:11:47 WIB

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Kecewa Dengan Sikap SBY

Jakarta, Wahanariau -- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar kecewa dengan

Kamis,25 April 2019 - 03:37:37 WIB

Mantan Sekda Dumai Didakwa Rugikan Negara Rp 105 Miliar

PEKANBARU - Mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai, Muhammad Nasir, didakwa melakukan perbuatan merugik

Minggu,23 April 2017 - 16:38:23 WIB
Pelibatan Polri dan BNPT 

Bukan Kriminal Biasa, Mantan Pansel KPK Minta Bentuk TPF Novel Baswedan

JAKARTA - Mantan Pansel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Betti Alisjahbana meminta agar pembentuka

Kamis,17 Agustus 2017 - 21:32:26 WIB

Kisah Lucu Presiden Soekarno Saat Ketemu Mantan di Jalan

WAHANARIAU -- Dulu saat masih muda Presiden Soekarno mencintai beberapa gadis Belanda. Bukan perkara

BERITA LAINNYA
Selasa,25 Juni 2019 - 03:09:40 WIB

Pameran Chillax 2019 Fokus Tampilkan Teknologi Pintar di Industri F&B

SINGAPURA – 24 Juni 2019 – Singapore Bakery & Confectionary Trade Associat

Selasa,25 Juni 2019 - 03:06:09 WIB

iZeno Sukes Jadi Mitra Bisnis Platinum Atlassian

SINGAPURA– 24 Juni 2019 – iZeno dengan bangga mengumumkan pencapaian status Platinum bag

Selasa,25 Juni 2019 - 03:03:13 WIB

EU-ABC dan Asean BAC Serukan Tindakan Lebih Cepat Tentang Penghapusan Hambatan Non-Tarif

SINGAPURA – 24 Juni 2019 – Dewan Bisnis UE-ASEAN (EU-ABC) dan Dewan Penasihat Bisni

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI