• Follow Us On : 

Agus Dashmunsyid Maknai Ketauladan Nabi Muhammad SAW dalam Hadapi Penetrasi Budaya


Redaksi | Sabtu,29 Juni 2019 - 16:36:52 WIB
Dibaca: 198 kali 
Agus Dashmunsyid Maknai Ketauladan Nabi Muhammad SAW dalam Hadapi Penetrasi Budaya Agus Dashmunsyid, Penyanyi Nasyid. (Dok. Istimewa)

PADANG - Kecanggihan teknologi telekomunikasi dan informasi membuat semua orang mudah untuk mengakses aktivitas dunia di berbagai bidang sesuai yang diminati mereka, baik di bidang kesenian, olahraga, politik, religi, ilmu pengetahuan, dan lainnya.

Aktivitas dunia yang diekspos melalui media sosial dan platform publikasi lainnya akan memunculkan figur yang mampu menarik perhatian dan menjadi ikutan banyak orang.

Kondisi ini membuka kemungkinan bagi umat Islam terutama bagi generasi muda jadi lupa bahwa sebenarnya ikutan yang terbaik itu adalah Rasulullah Muhammad SAW, dan hanyalah bagi orang yang mampu secara kaffah menauladani amal saleh Beliau yang akan masuk ke surga tanpa dihisab.

Agus Dashmunsyid, seorang penyanyi religi melalui akun Whatsapp-nya pada hari Rabu 26 Juni 2019 menyampaikan hal senada, dan ingin generasi muda muslim agar selalu mengidolakan Nabi Muhammad SAW untuk jadi tauladan dalam menempuh kehidupan.

Sebagai upaya untuk mewujudkannya, Agus Dashmunsyid merilis lagu terbarunya yang berjudul Ya Adnani. Lagu ini dirilis pada tanggal 26 Februari 2019 di IslamicTunes, platform penjualan lagu dunia.

Agus mengatakan bahwa kemajuan zaman, teknologi, arus informasi, budaya serta sosial media digital yang sangat cepat tidak bisa kita hindari sebagai bentuk kemajuan zaman. Salah satu benteng yang bisa ikut membantu generasimuda dalam memfilter budaya asing adalah pendidikan agama dalam keluarga, agar mengenal Rasulullah SAW sejak dini.

Melalui pemanfaatan internet, sosmed, kajian digital, video streaming untuk mengenal sosok Rasulullah SAW, sehingga mereka dengan mudah mencari informasi dan kajian positif dengan cepat juga, sehingga generasi muda bisa lebih arif, dan terfilter dari paparan arus budaya asing yang tidak bagus, karena budaya asingpun ada yang bagus yang bisa kita contoh soal kedisiplinan waktu, etos kerja, budaya antri yang sangat tinggi, cinta lingkungan, menyanyangi flora fauna, dan alam sekitar.

"Melalui lagu terbaru Ya Adnani saya ingin berpesan, seseorang bisa menyampaikan secara syair dan syiar shalawat untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang bertujuan untuk mengingat Beliau, yang menjadi panutan kita, Rasul-nya Allah SWT dalam menyempurnakan agama Islam. Mengenalkan dan edukasi shalawat untuk Nabi kita Muhammad kepada kaum generasi milenaial, pengingat kita yang sudah melewati masanya untuk tetap mencintai dan menjaga amalan shalawat, supaya tetap tercurahkan rahmat dan kasih Nya,” kata Agus, Penyanyi nasyid asal Pengalengan, dan saat ini berdomisili di Kota Bandung.

Agus juga mengatakan, Ya Adnani adalah lagu yang diambil dari kumpulan shalawat untuk Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Komposisi dan penempatan liriknya diganti tanpa mengubah arti dan komposisi asli shalawat tersebut, diberi tambahan lirik yang tidak bertentangan dengan isi shalawat tersebut dan diberi lagu serta aransemen music yang lebih easy listening.

Motivasi Ia merilis lagu ini adalah karena kerinduan terhadap Baginda Rasulullah Muhammad SAW, dan shalawat ini adalah kenangan masa kecil sewaktu belajar mengaji, sekolah madrasah, sehingga ketika ingin memproduksi lagu ini

"Lagu Ya Adnani ini diaransemen oleh Muhammad Gian Ginanjar Arial, seorang penyandang disabilitas yang luar biasa talenta bermusiknya, ia telah melahirkan ratusan karya, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga hingga Malaysia dan Thailand, ia salah satu keponakan yang multitalenta dalam bermusik. Lagu ini diproduksi di studionya yang berlokasi di Asrama Sekolah SLB Wiyata Guna Bandung. Lagu Ya Adnani berkonsep musik simple, easy listening, mudah di hafalkan, ada sentuhan sedikit orkestra di bagian interlude seperti di kebanyakan lagu yang sudah saya buat dan menjadi khas,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan Ia mulai menyukai dunia menyanyi sejak masuk Paduan Suara saat di bangku Sekolah Menengah Atas, lalu sambil bekerja dan kuliah mengikuti event festival, ajang pencarian bakat, lalu nyanyi di Cafe, dan wedding. Kemudian bergabung dengan komunitas positif Smule Dashmunsyid dan menemukan jalan untuk berkarya di musik.

"Dari latar belakang hobi, akhirnya memutuskan untuk fokus menekuni dunia Nasyid. Ketika Agus ikut bergabung dengan Komunitas DashSmunsyid pada bulan Juli 2016 lalu Agus bentuk Grup Nasyid Dashmunsyid yang sebelumnya belum ada secara pakem grup nasyid yang dibentuk menggunakan nama komunitas tersebut, bertepatan dengan menyambut Hari Raya Idul Adha 1439 H, tepatnya tanggal 20 Agustus 2018 dengan beberapa teman, sahabat dan panel yang telah lama bergabung di komunitas DashSmunsyid, kami membentuk Grup Nasyid Dashmunsyid). Sebelumnya tidak bergabung dengan tim musik manapun, hanya solois atau vokal freelance di cafe dan wedding. Lagu perdana saya berjudul ‘Menanti Cinta’ dirilis pada tanggal 13 Maret 2019 di IslamicTunes.” ungkapnya.

Melihat perkembangan musik di Indonesia dan dunia, nasyid mengalami perubahan yang sangat cepat, musik nasyid zaman sekarang atau disebut zaman milenial tidak hanya membawakan unsur musik arabic, melayu, qosidah, rebana atau gambus, tapi berkembang ke jenis musik pop, jazz, dangdut, tradisional bahkan slow rock.

Inti dari nasyid terletak pada kandungan syair dan lirik yang bermuatan ajakan positif, saling mengingatkan, muhasabah diri, renungan, ke IIlahi-an, shalawat, isi kutipan hadis, isi kutipan ayat suci Alquran bahkan ada syair- syair pengingat kebaikan, renungan yang bisa dijadikan sebagai lagu.

"Iringan jenis musik bisa dari pelbagai jenis musik pop, dangdut, tradisional, jazz atau bahkan mengambil unsur asli musik arabic, melayu, qosidah dan rebana, gambus, dari situlah pola fikir saya terbuka untuk mengembangkan potensi yang saya miliki dengan pengalaman juara di beberapa event pop dan juga nasyid saya ingin bernasyid diiringi jenis musik apapun, dengan dukungan platform digital terbesar dunia saat ini seperti Islamic Tunes yang dengan mudah mempromosikan dan mengenalkan lagu yang kita miliki pada dunia,” kata Agus sebelum menutup wawancara.

[Mhd Fadhli]


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Sabtu,08 Juli 2017 - 13:39:15 WIB
Tangkuban Perahu Mahal Buat Turis

Tiket Masuk ke Tempat Wisata Mahal, Fasilitasnya Harus Bagus

LEMBANG - Ada satu pelajaran dari persoalan tiket masuk yang mahal bagi turis di Tangkuban Perahu. B

Minggu,01 Januari 2017 - 18:13:37 WIB

Kenali Esofagus Barrett, Penyakit Kronis Akibat Asam Lambung

WAHANARIAU -- Bagi banyak orang, rasa mulas atau asam lambung adalah gangguan sesekali yang tidak be

BERITA LAINNYA
Kamis,18 Juli 2019 - 15:22:28 WIB

Malaysia Leads Asia Pacific in Showing Returns from Digital Transformation Projects

MALAYSIA - 18 July 2019 - A study by Workday, a global leader in enterprise technology for finance a

Kamis,18 Juli 2019 - 15:17:14 WIB

POND'S Launches World's First AI-Powered Skin Diagnostic Chatbot

New Skin Advisor Live (SAL) bot integrates rich clinical research data with diagnosis technology to

Rabu,17 Juli 2019 - 15:12:37 WIB

DHL Partners With Teach For Uganda to Create Greater Employability Among Youth

* This marks the logistics group's first partnership in Africa with the Teach For All network *

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI