• Follow Us On : 

KPK Tunggu Kehadiran Gubernur Khofifah di Sidang Kasus Jual Beli Jabatan


Redaksi | Rabu,03 Juli 2019 - 02:26:13 WIB
Dibaca: 207 kali 
KPK Tunggu Kehadiran Gubernur Khofifah di Sidang Kasus Jual Beli Jabatan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap menunggu kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pasalnya, mantan mensteri sosial itu diminta untuk bersaksi dalam sidang kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Sebab, mantan Menteri Sosial ini disebut memberikan rekomendasi terkait pencalonan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

“Saya kira karena persidangan ini terbuka untuk umum jadi publik bisa melihat ketika tidak ada kendala untuk hadir, maka tentu saja saksi wajib untuk hadir di persidangan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).

Febri menuturkan, Jaksa akan menelisik soal keterlibatan Khofifah terkait dugaan memberikan rekomendasi Haris untuk bisa menduduki posisi Kakanwil Kemenag Jatim. Publik juga diminta memerhatikan secara rinci penjelasan Khofifah nanti di persidangan.

“Misalnya, bagaimana proses hingga nama Haris muncul,” ujar Febri.

Diketahui, Khofifah ikut terseret dalam perkara ini lantaran disebut Rommy memberikan rekomendasi agar Haris dipilih menjadi Kepala Kanwil Jawa Timur. Atas pernyataan Rommy itu, KPK kemudian memeriksa Khofifah.

Namum, pada kesempatan berbeda, Khofifah menampik tudingan mantan Ketua Umum PPP itu. Menurut Khofifah ia terakhir bertemu Romy saat dilantik sebagai gubernur di Istana Negara pada 12 Februari lalu.

“Mas Romy memberi selamat, saya jawab maturnuwun (terimakasih), nyuwun pangestu (minta doanya). Makanya saya kaget dibilang memberi rekomendasi, dalam bentuk apa?” tegas Khofifah di Surabaya, Sabtu (23/3/2019) lalu.

[Source : Jawapos]


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,16 Oktober 2018 - 00:22:34 WIB

KPK OTT di Bekasi, Diduga Terkait Izin Properti di Meikarta

BEKASI - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap ta

Rabu,20 September 2017 - 16:16:27 WIB

KPK Butuh Waktu Eksekusi Rp 414 Miliar Hasil Korupsi Fuad Amin

JAKARTA - Mantan Bupati Bangkalan 2003-2013 divonis hukuman 13 tahun penjara karena terbukti melakuk

Selasa,08 Agustus 2017 - 20:52:56 WIB

Selain PUPR, Kantor Bupati Bengkalis Juga Digeledah KPK

BENGKALIS (Wahanariau) - Selain melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR Bengkalis, Tim Penyidik

Sabtu,16 September 2017 - 22:53:50 WIB
Akan Digantikan Istri

Tiga Bulan Lagi Lengser, Walikota Batu Malah Diciduk KPK

JAKARTA - Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bakal habis masa jabatannya pada Desember 2017. Namun, sebelum

Senin,01 Mei 2017 - 17:46:56 WIB

Buron KPK Miryam Haryani yang Ditangkap Polisi, Tiba di Gedung KPK

JAKARTA - Buron KPK Miryam S Haryani, yang ditangkap polisi, tiba di gedung KPK. Miryam ditangkap

Kamis,16 Mei 2019 - 16:57:52 WIB

Bupati Bengkalis Ditetapkan Tersangka Suap Rp 5,6 Miliar oleh KPK

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati BengkalisAmril Mukminin seb

BERITA LAINNYA
Kamis,18 Juli 2019 - 15:22:28 WIB

Malaysia Leads Asia Pacific in Showing Returns from Digital Transformation Projects

MALAYSIA - 18 July 2019 - A study by Workday, a global leader in enterprise technology for finance a

Kamis,18 Juli 2019 - 15:17:14 WIB

POND'S Launches World's First AI-Powered Skin Diagnostic Chatbot

New Skin Advisor Live (SAL) bot integrates rich clinical research data with diagnosis technology to

Rabu,17 Juli 2019 - 15:12:37 WIB

DHL Partners With Teach For Uganda to Create Greater Employability Among Youth

* This marks the logistics group's first partnership in Africa with the Teach For All network *

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI