• Follow Us On : 

Riau Harus Dapat Perhatian Lebih Pembinaan Bahasa dan Sastra


Redaksi | Selasa,27 Agustus 2019 - 14:15:35 WIB
Dibaca: 679 kali 
Riau Harus Dapat Perhatian Lebih Pembinaan Bahasa dan Sastra

JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar menyatakan bahwa Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) harus mendapat perhatian lebih dalam pembinaan Bahasa dan Sastra. Hal ini dikarenakan sebagai penyumbang kosakata terbesar Bahasa Indonesia, kedua provinsi tersebut memiliki sastrawan yang sangat banyak.

“‘Memang harus diakui bahwa Riau harus diberi perhatian lebih bersama Kepri. Riau dan Kepri harus mendapatkan perhatian lebih karena geliat sastra juga lebih,” ujar Dadang menanggapi pernyataan Kadis Kebudayaan Riau pada Rapat Koordinasi Badan yang berlangsung selama dua hari hingga Selasa (27/8/2019) di Jakarta. 

Dalam undangan yang diberikan untuk seluruh kepala daerah itu, Gubernur Riau, Syamsuar yang dijadwalkan hadir, diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zein. Beliau hadir bersama Kepala Balai Bahasa Riau, Songgo Siruah. 

Kepala Dinas Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zein dalam pertemuan itu menyatakan, masalah yang penting dalam rapat koordinasi (rakor) adalah bagaimana dalam melaksanakan kegiatan di daerah adanya sinergi antara UPT Balai Bahasa dengan Pemerintah Daerah, sehingga regulasi dan kebijakan antara pusat dan daerah sejalan.

Di Riau, tambah Yoserizal, kegiatan Bahasa dan Sastra mestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Hal ini selain sebagai penyumbang kosakata terbesar Bahasa Indonesia, kegiatan sastra sangat banyak dan beragam.

Kegiatan tersebut digelar berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan; UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; dan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman bagi Kepala Daerah dalam Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah.

Diketahui, undang-undang dan peraturan menteri itu mengamanatkan bahwa pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa Indonesia serta bahasa dan sastra daerah menjadi tanggung jawab bersama  antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Adapun tujuan dari rapat itu adalah menyamakan persepsi dan menyosialisasikan kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang melibatkan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar menekankan tentang fungsi bahasa Indonesia tidak sekadar fungsi komunikasi komunikasi saja, tetapi juga harus mampu menjaga kedaulatan bahasa Indonesia dan mempersatukan kebhinekaan Indonesia yang beraneka ragam.

Selain itu, Dadang pun menuturkan tentang pentingnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 serta strategi yang tercantum pada pasal 44, yaitu penginternasionalisasian bahasa Indonesia, upaya Badan Bahasa asalah mengirimkan para guru Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing untuk mewujudkan amanat undang-undang tersebut.

Terakhir, Dadang dalam sambutannya mengajak pemerintah di daerah untuk menggairahkan dunia perbukuan dengan ikut serta terjun dalam gerakan literasi nasional sebagai pemantik daya baca masyarakat.

Rangkaian acara dalam kegiatan itu, antara lain, Diskusi Panel, termasuk oleh kepala daerah, yang ditaja oleh Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Sunendar dan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Hudori.

Di sisi lain, kepala daerah yang mengampu diskusi panel, yaitu Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Barat, dan Kepala Daerah Provinsi Jambi. Kemudian, juga digelar Diskusi Penyusunan Rekomendasi dan Penyusunan Rekomendasi Kegiatan oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Gufran Ali Ibrahim. (rls)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,05 November 2018 - 16:45:59 WIB

Wilayah Riau Masih Berpotensi Hujan

PEKANBARU - Riau masih berpotensi hujan pada pagi, siang, malam, hingga dini hari nanti. Kasi Data d

Sabtu,11 Maret 2017 - 23:23:39 WIB

IWO Sesalkan Langkah yang Ditempuh SPS Riau

JAKARTA - Pimpinan Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO) menyesalkan perilaku pengurus Serikat Perusaha

Kamis,16 Agustus 2018 - 15:40:08 WIB

PWI Riau Ikut Berpartisipasi ''PWI Peduli Gempa Lombok''

JAKARTA - Gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat banyak menggugah perhatian berbagai kalangan, te

Selasa,17 Oktober 2017 - 14:33:22 WIB

Utusan Riau Raih Emas Diajang Pentas PAI Nasional di Aceh,

PEKANBARU - Provinsi Riau meraih satu medali emas dari cabang lomba pidato tingkat SD melalui Putra

Senin,28 Mei 2018 - 11:57:26 WIB

Buka Bersama, PWI Riau Datangkan Ustadz Abdul Somad

PEKANBARU - H Ustadz Abdul Somad LC.,MA memberikan tausiah Ramadhan pada acara Silaturahmi dan Buka

Rabu,29 Maret 2017 - 19:09:33 WIB

Cegah Kebocoran, Disdik Riau Pastikan Pendistribusian Soal UN Dikawal Polisi

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau telah mendistribusikan soal-soal u

BERITA LAINNYA
Kamis,07 November 2019 - 15:21:41 WIB

FlexEnable Acquires Merck’s OTFT Materials Portfolio for Flexible Displays

FlexEnable is the first company to offer a complete solution – materials and processes –

Kamis,07 November 2019 - 15:15:18 WIB

Kuehne + Nagel Launches New Airfreight Perishable Hub in New Zealand

One of the world's leading perishable logistics providers further expands its global network

Kamis,07 November 2019 - 15:12:12 WIB

New Economic Impact Study Shows that Singapore SMEs Financed by SME Financing Platform Validus Capital Contributed Over S$400 Million in GDP in 2018

Validus Capital (Validus) is filling a critical financing gap for SMEs across industries to fuel S

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI