• Follow Us On : 

KPK Periksa Dua Anggota DPRD Dumai, Direktur Mayatama Solusindo dan Guru


Redaksi | Kamis,19 September 2019 - 16:22:49 WIB
Dibaca: 1498 kali 
KPK Periksa Dua Anggota DPRD Dumai, Direktur Mayatama Solusindo dan Guru Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis memanggil dua anggota DPRD Kota Dumai 2014-2019 dalam penyidikan kasus suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, Provinsi Riau dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018.

Dua anggota DPRD Kota Dumai itu masing-masing Sutrisno dan Yusman. Keduanya dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS).

"Keduanya dijadwalkan diperiksa untuk tersangka ZAS terkait tindak pidana korupsi suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Selain itu, KPK pada Kamis juga memanggil dua saksi lainnya untuk tersangka Zulkifli, yaitu Direktur PT Mayatama Solusindo Suhardi dan Tugiyat Gatot Kartorejo berprofesi sebagai guru.

KPK pada 3 Mei 2019 telah menetapkan Zulkifli sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan gratifikasi. Namun, KPK belum menahan yang bersangkutan.

Pada perkara pertama, tersangka Zulkifli diduga memberi uang total sebesar Rp550 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai.

Yaya Purnomo merupakan mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Sedangkan pada perkara kedua, tersangka Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja.

Pada perkara pertama, Zulkifli disangkakan melanggar pasal 5 Ayat (1) hurufa atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pada perkara kedua, Zulkifli disangkakan melanggar pasal 12 B atau Pasal 11 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. *** (Antara)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,01 Mei 2017 - 17:01:29 WIB

Sebelum Ditangkap, Ternyata Buronan KPK Sudah Diikuti Hingga ke Bandung

JAKARTA - Polisi telah menangkap anggota DPR, Miryam Haryani yang merupakan buronan KPK. Sebelum d

Jumat,03 Mei 2019 - 19:25:58 WIB

Ini Dua Perkara Jerat Wali Kota Dumai Jadi Tersangka KPK

DUMAI - Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Wali Kota Dumai Drs Zulkiflu As MS

Senin,01 Mei 2017 - 17:46:56 WIB

Buron KPK Miryam Haryani yang Ditangkap Polisi, Tiba di Gedung KPK

JAKARTA - Buron KPK Miryam S Haryani, yang ditangkap polisi, tiba di gedung KPK. Miryam ditangkap

Jumat,03 Mei 2019 - 19:04:59 WIB

KPK Resmi Tetapkan Wali Kota Dumai Tersangka

DUMAI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Wali Kota Dumai Drs Zulkifli As M

Kamis,16 Mei 2019 - 16:57:52 WIB

Bupati Bengkalis Ditetapkan Tersangka Suap Rp 5,6 Miliar oleh KPK

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati BengkalisAmril Mukminin seb

Selasa,08 Agustus 2017 - 12:36:04 WIB

KPK Geledah Rumah Mertua Sekda Dumai

DUMAI (Wahanariau) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggeledah rumah mertua Muhammad

BERITA LAINNYA
Rabu,11 Desember 2019 - 22:29:56 WIB

Kades Ketaping Jaya Bakal Bangun Sarana Prasaran untuk Pemuda

TELUK KUANTAN - Iputra, Kepala Desa Ketaping Jaya, Kecamatan Inuman, baru saja dilantik memiliki vis

Rabu,11 Desember 2019 - 21:40:22 WIB

Ini Program Kerja Kades Kampung Baru Koto yang Baru Dilantik

TELUK KUANTAN - Khairul Kepala Desa Kampung Baru Koto, Kecamatan Inuman yang baru saja dilantik samp

Rabu,11 Desember 2019 - 05:11:18 WIB

Bupati Kuansing Lantik Tiga Kades di Kecamatan Inuman

TELUK KUANTAN - Bupati Kuantan Singingi Mursini melantik tiga Kepala Desa di Kecamatan Inuman, berte

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI