• Follow Us On : 

Meluas Seperti Lapangan Bola

PT Bukara Dumai Tumpuk Limbah Produksi Bleaching Earth


Redaksi | Rabu,20 November 2019 - 21:14:38 WIB
Dibaca: 926 kali 
PT Bukara Dumai Tumpuk Limbah Produksi Bleaching Earth Tumpukan limbah produksi bleaching eart PT Bukara Dumai yang sudah meluas seperti lapangan bola.

DUMAI - PT Bumi Karyatama Raharja (Bukara) Dumai salah satu perusahaan beroperasi di Kawasan Industri Dumai (KID) di Keluarahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, diduga lakukan penumpukan limbah padat tanpa izin.

Limbah produksi bleaching earth sebagai bahan penjernih Crude Palm Oil (CPO) di PT Bukara Dumai disebut-sebut mengandung Bentenit, Kapur Tohor, dan Asam Sulfat.

Tumpukan limbah padat yang menyerupai tanah kuning tersebut ditumpuk di kawasan operasi perusahaan. Terlihat tumpukan tersebut meluas seperti lapangan bola.

PT Bukara Dumai tak memiliki hak seenaknya membuang maupun menumpuk sisa produksi atau limbah padat berwarna kuning tersebur di sembarang tempat. Sedangkan sampah rumah tangga saja tidak bisa dibuang maupun ditumpuk di sembarang tempat.

Sementara itu, Manager Operasional PT Bukara Dumai, Syahruna Badrun ketika dikonfirmasi lebih memilih bungkam dan terkesan lepas tangan terkait tumpukan limbah tersebut.

Sudah beberapa kali dicoba untuk konfirmasi ke pihak manajemen PT Bukara Dumai melalui pesan singkat WhatsApp, diantaranya Jhonny dan Muzakir Sidik, mereka lebih memilih diam dan memblokir pesan masuk.

Terpisah HRD PT Bukara Dumai, Desi Anggraini saat dikonfirmasi membenarkan telah menumpuk limbah padat tersebut di area operasi PT Bukara Dumai. Desi mengatakan bahwa belum ada upaya pemindahan limbah tersebut ke tempat penampungan dan masih ditumpuk di area perusahaan. "Kita belum ada pindahin ke penampungan pak, masih dalam wilayah Bukara juga," katanya beberapa waktu lalu.

Lamanya limbah tersebut ditumpuk di wilayah operasional perusahaan, dan mengenai izin pengelolaan limbah yang ditumpuk, Desi Anggraini tak dapat menjawab secara pasti. "Kalo soal ini nanti kita tanyakan ke management dulu ya pak kita mau jawab apa. Nanti kita bicarakan lagi ya pak soal izinnya, soalnya ini kan tidak dibuang keluar pak," tutupnya.

Hingga berita ini terbit, Desi Anggraini tak kunjung memberikan informasi terkait limbah yang ditumpuk di kawasan operasional PT Bukara Dumai.

Menurut informasi yang didapat, PT Bukara Dumai tidak memiliki izin dalam melakukan operasional. Dalam produksi, bahan dasarnya adalah tanah liat kering (Bentonite) asal India dicampur Asam Sulfat (H2SO4) yang dimasak (Steam) selama 12 jam lalu dicuci (Washing) dengan air yang diendapkan.

Setelah itu, dilakukan pemisahan bahan produksi bleaching earth dan air yang dicampur dengan kapur tohor, selanjurnya dipress hingga menjadi limbah padat bewarna kuning. Kemudian limbah tersebut ditumpuk di area perusahaan dan dibiarkan tanpa pengelolaan yang baik dan benar.

Data tambahan, perusahaan harus mengelola limbah sesuai dengan undang-undang yang berlaku diantaranya, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 Juncto Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Kemudian Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 18 Tahun 2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor KEP-03/BAPEDAL/09/1995 tentang Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.***


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat,23 Maret 2018 - 13:18:41 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Komisaris PT MDS Belum Ditahan

SURABAYA - Hingga kini Kejaksaan Agung (Kejagung) belum menahan komisaris PT MDS, Betty Halim (

Senin,08 Agustus 2016 - 22:07:51 WIB

Petani Sawit Tewas Ditempat, Diduga Tersengat Listrik PT Chevron

UJUNGTANJUNG (WR) - Diduga karena tersengat arus listik PT. Chevron di area Menggala Juntcion, seora

Senin,09 April 2018 - 21:57:07 WIB

Gugatan Warga Rupat Soal Bagi Hasil Plasma, Bantahan PT MMJ Tak Masuk Pokok Persoalan

BENGKALIS – Sidang lanjutan gugatan 5 kelompok tani di Kecamatan Rupat Utara, yakni Kelompok D

Rabu,11 April 2018 - 01:14:01 WIB

Diduga Lakukan Kegiatan Ilegal, Pengacara PT MSCU Somasi Fika Wulandari

DUMAI - Diduga telah melakukan kegiatan ilegal dengan cara membuka pendaftaran stand UMKM dan Parkir

Kamis,12 Oktober 2017 - 15:08:55 WIB

Manajer PT SCA Ditahan Kejati Riau Terkait Dugaan Korupsi Lampu Jalan

PEKANBARU - Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menahan satu dari lima tersangka dugaan korups

Senin,24 April 2017 - 10:01:33 WIB

Polsek SKP Gelar Operasi Cipta Kondisi, Memastikan Situasi Di Wilayahnya Kondusif

PEKANBARU – Menekan peredaran narkoba serta antisipasi gangguan khamtibmas, Polsek Sektor pela

BERITA LAINNYA
Rabu,11 Desember 2019 - 22:29:56 WIB

Kades Ketaping Jaya Bakal Bangun Sarana Prasaran untuk Pemuda

TELUK KUANTAN - Iputra, Kepala Desa Ketaping Jaya, Kecamatan Inuman, baru saja dilantik memiliki vis

Rabu,11 Desember 2019 - 21:40:22 WIB

Ini Program Kerja Kades Kampung Baru Koto yang Baru Dilantik

TELUK KUANTAN - Khairul Kepala Desa Kampung Baru Koto, Kecamatan Inuman yang baru saja dilantik samp

Rabu,11 Desember 2019 - 05:11:18 WIB

Bupati Kuansing Lantik Tiga Kades di Kecamatan Inuman

TELUK KUANTAN - Bupati Kuantan Singingi Mursini melantik tiga Kepala Desa di Kecamatan Inuman, berte

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI