• Follow Us On : 

Meluas Seperti Lapangan Bola

PT Bukara Dumai Tumpuk Limbah Produksi Bleaching Earth


Redaksi | Rabu,20 November 2019 - 21:14:38 WIB
Dibaca: 1317 kali 
PT Bukara Dumai Tumpuk Limbah Produksi Bleaching Earth Tumpukan limbah produksi bleaching eart PT Bukara Dumai yang sudah meluas seperti lapangan bola.

DUMAI - PT Bumi Karyatama Raharja (Bukara) Dumai salah satu perusahaan beroperasi di Kawasan Industri Dumai (KID) di Keluarahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, diduga lakukan penumpukan limbah padat tanpa izin.

Limbah produksi bleaching earth sebagai bahan penjernih Crude Palm Oil (CPO) di PT Bukara Dumai disebut-sebut mengandung Bentenit, Kapur Tohor, dan Asam Sulfat.

Tumpukan limbah padat yang menyerupai tanah kuning tersebut ditumpuk di kawasan operasi perusahaan. Terlihat tumpukan tersebut meluas seperti lapangan bola.

PT Bukara Dumai tak memiliki hak seenaknya membuang maupun menumpuk sisa produksi atau limbah padat berwarna kuning tersebur di sembarang tempat. Sedangkan sampah rumah tangga saja tidak bisa dibuang maupun ditumpuk di sembarang tempat.

Sementara itu, Manager Operasional PT Bukara Dumai, Syahruna Badrun ketika dikonfirmasi lebih memilih bungkam dan terkesan lepas tangan terkait tumpukan limbah tersebut.

Sudah beberapa kali dicoba untuk konfirmasi ke pihak manajemen PT Bukara Dumai melalui pesan singkat WhatsApp, diantaranya Jhonny dan Muzakir Sidik, mereka lebih memilih diam dan memblokir pesan masuk.

Terpisah HRD PT Bukara Dumai, Desi Anggraini saat dikonfirmasi membenarkan telah menumpuk limbah padat tersebut di area operasi PT Bukara Dumai. Desi mengatakan bahwa belum ada upaya pemindahan limbah tersebut ke tempat penampungan dan masih ditumpuk di area perusahaan. "Kita belum ada pindahin ke penampungan pak, masih dalam wilayah Bukara juga," katanya beberapa waktu lalu.

Lamanya limbah tersebut ditumpuk di wilayah operasional perusahaan, dan mengenai izin pengelolaan limbah yang ditumpuk, Desi Anggraini tak dapat menjawab secara pasti. "Kalo soal ini nanti kita tanyakan ke management dulu ya pak kita mau jawab apa. Nanti kita bicarakan lagi ya pak soal izinnya, soalnya ini kan tidak dibuang keluar pak," tutupnya.

Hingga berita ini terbit, Desi Anggraini tak kunjung memberikan informasi terkait limbah yang ditumpuk di kawasan operasional PT Bukara Dumai.

Menurut informasi yang didapat, PT Bukara Dumai tidak memiliki izin dalam melakukan operasional. Dalam produksi, bahan dasarnya adalah tanah liat kering (Bentonite) asal India dicampur Asam Sulfat (H2SO4) yang dimasak (Steam) selama 12 jam lalu dicuci (Washing) dengan air yang diendapkan.

Setelah itu, dilakukan pemisahan bahan produksi bleaching earth dan air yang dicampur dengan kapur tohor, selanjurnya dipress hingga menjadi limbah padat bewarna kuning. Kemudian limbah tersebut ditumpuk di area perusahaan dan dibiarkan tanpa pengelolaan yang baik dan benar.

Data tambahan, perusahaan harus mengelola limbah sesuai dengan undang-undang yang berlaku diantaranya, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 Juncto Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Kemudian Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 18 Tahun 2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor KEP-03/BAPEDAL/09/1995 tentang Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.***


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,08 Agustus 2016 - 22:07:51 WIB

Petani Sawit Tewas Ditempat, Diduga Tersengat Listrik PT Chevron

UJUNGTANJUNG (WR) - Diduga karena tersengat arus listik PT. Chevron di area Menggala Juntcion, seora

Jumat,07 Juli 2017 - 12:11:57 WIB

Dugaan Menggarap Diluar Izin, Polda Riau Akan Ukur Lahan PT Hutahean

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau terus mendalami tindak pidana yang diduga

Senin,02 Oktober 2017 - 17:11:10 WIB

Selain Tak Miliki IUP, PT PSJ Sudah Garap 2.134 Hektare Dilahan Sengketa

PANGKALANKERINCI - Sidang lanjutan penyerobotan lahan milik PT Nusa Wahana Raya (NWR) di Pengadilan

Jumat,20 April 2018 - 12:23:24 WIB

Viral...! Sepasang Mahasiswa PTN Tertangkap Asyik Mesum di Masjid

SEMARANG — Ada-ada saja kelakuan remaja jaman sekarang yang sedang dimabuk cinta, masjid

Jumat,20 April 2018 - 20:48:39 WIB

Sepasang Mahasiswa PTN Ketahuan Mesum di Masjid, Begini Reaksi Otoritas Kampus

SEMARANG – Otoritas kampus perguruan tinggi negeri (PTN) di Salatiga merasa tercoreng dengan p

Jumat,28 April 2017 - 22:43:30 WIB

Aiptu BS yang Tembak Anak Kandungnya Sudah Menyerahkan Diri

JAKARTA - Aiptu BS, penembak anak kandung di Bengkulu, sempat menenangkan diri usai peristiwa. Namun

BERITA LAINNYA
Senin,20 Januari 2020 - 21:06:13 WIB

Future-ready with 5G: Speed for Consumers, Innovation for Advertisers in South East Asia

New Verizon Media study finds excitement spreading for 5G in the region Consumers looking forward

Senin,20 Januari 2020 - 20:59:05 WIB

Angola Shadow State Executives Imperil Privatisation Agenda

Specialist risk intelligence firm EXX Africa publishes a new report looking into the background of t

Jumat,17 Januari 2020 - 20:55:19 WIB

China Dongxiang Announces Operational Results for Q3 and the First Nine Months of FY2019/20

Accumulated Retail Performance Recorded Sustained Growth Implementation of Direct-franchise Operatio

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI