• Follow Us On : 

Aksi 'Brutal' di SD Bukittinggi tak Sekedar Kenakalan Anak Biasa


Redaksi | Senin,13 Oktober 2014 - 12:57:19 WIB
Dibaca: 1527 kali 
Aksi 'Brutal' di SD Bukittinggi tak Sekedar Kenakalan Anak Biasa

BUKITTINGGI - Video aksi brutal siswa-siswi salah satu SD di Bukittinggi sempat membuat ramai jejaring sosial. Masalah ini pun telah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan semua pihak saling minta maaf.

Menurut pakar psikologi Reza Indragiri Amriel, peristiwa pemukulan seorang siswi itu bisa terjadi karena sifat pemarah dan cenderung agresif dari 6 temannya. Ditambah dengan situasi dan kondisi sekolah yang terkesan mengabaikan siswa-siswinya dalam rekaman itu.

"Anak-anak yang pemarah dengan kecenderungan agresif yang tinggi, bertemu dengan sekolah yang abai," kata Reza pada detikcom, Senin (13/10/2014).

Penyelesaian pemukulan ini dengan cara saling meminta maaf juga dilihat Reza sebagai bentuk pemakluman dari para orangtua siswa-siswi yang terlibat. Padahal, hal itu tidak berarti membuat kejadian serupa tak terulang kembali.

"Orangtua barangkali kadung menganggap kekerasan adalah sinonim kenakalan dan kelumrahan dalam dunia anak-anak," ujar dosen Universitas Binus itu.

Reza menyarankan agar orangtua dan guru di sekolah itu turut bertanggungjawab. Karena Reza melihat orangtua dan guru turut berperan di balik terjadinya peristiwa tersebut.

"Jelas ini bullying. Normatif, anak-anak dipulangkan ke orangtua mereka tapi setelahnya apa? Kalau keluarga, khususnya orangtuanya tak ikut dibenahi, saya pesimis anak-anak yang melakukan kekerasan itu akan berubah tabiat," ucap Reza.

"Tentu orangtua anak-anak yang melakukan pemukulan memberikan kompensasi sekaligus permintaan maaf ke korban. Permintaan maaf tidak harus direspon dengan pemberian maaf," tutup Reza.

Sebelumnya Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Kota Bukittinggi, Edi menyatakan orangtua korban dan pelaku sudah membuat perjanjian tak akan menuntut. Disdik juga berencana memberi sanksi kepada pihak sekolah.

"Kami pasti tindaklanjuti untuk (sanksi) sekolah," ujar Edi Minggu (12/10) kemarin.

Aksi brutal siswa terjadi di ruang kelas SD swasta pada 18 September 2014 lalu. Tak diketahui kapan video itu diunggah dan siapa yang mengunggahnya. Disdik baru mengetahui video ramai dibincangkan Senin (6/10). Keesokan harinya mereka mendatangi sekolah dan melakukan mediasi.(*/wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,05 September 2017 - 12:13:01 WIB

Kapolri Larang Aksi Simpati Rohingya di Candi Borobudur

JAKARTA (Wahanariau) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang aksi simpati untuk etnis

Minggu,04 Desember 2016 - 19:24:52 WIB

Masa Aksi 412 Serakkan Sampah dan Rusak Taman Bundaran HI

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Massa aksi 412 mengikuti parade kebinekaan di Bundaran HI, Menteng, Jakarta

Selasa,10 Januari 2017 - 16:53:21 WIB

Ditawari Bantuan Anak Buah oleh Mega, Ini Reaksi Jokowi

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menawari bantuan untuk mengerahkan anak bu

Minggu,06 November 2016 - 17:36:00 WIB

Aksi Damai Berujung Rusuh, DPR : Jokowi Jangan Anggap Enteng Rayat

JAKARTA (WR) - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Desmond J Mahesa, menilai tidak ada k

Jumat,11 November 2016 - 18:13:01 WIB

Dipastikan Aksi Bela Quran Jilid III Akan Digelar

Jakarta, Wahanariau -- Koordinator Gerakan Nasional Pengawalan Fatwa-MUI, Munarman, SH menegaskan Ak

Minggu,04 Desember 2016 - 23:53:42 WIB

Massa Aksi 412 Kita Indonesia Dikasi Makan dan Uang Capek Rp 200 Ribu

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Massa aksi Kita Indonesia atau aksi 412 tampak berkumpul mengikuti parade Ke

BERITA LAINNYA
Senin,07 Oktober 2019 - 13:19:51 WIB

DPC PPP Dumai Buka Penjaringan Kepala Daerah

DUMAI - Sebelum digelarnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Per

Jumat,04 Oktober 2019 - 14:33:14 WIB

DHL and SOS Children’s Villages Celebrate 10 Years of Collaboration in Madagascar

Decade-long GoTeach partnership has shaped the future of more than 5,000 young people 30 youth ga

Jumat,04 Oktober 2019 - 14:30:54 WIB

MSIG Highlights Importance Of Road Safety With Sponsorship Of Electronic Prosthetic Limbs For Traffic Accident Victims

MSIG Enables Sujana Mohd Rejab To Build 3D Printed Limbs For Amputees MALAYSIA - 4 October 201

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI