• Follow Us On : 

Aksi 'Brutal' di SD Bukittinggi tak Sekedar Kenakalan Anak Biasa


Redaksi | Senin,13 Oktober 2014 - 12:57:19 WIB
Dibaca: 1155 kali 
Aksi 'Brutal' di SD Bukittinggi tak Sekedar Kenakalan Anak Biasa

BUKITTINGGI - Video aksi brutal siswa-siswi salah satu SD di Bukittinggi sempat membuat ramai jejaring sosial. Masalah ini pun telah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan semua pihak saling minta maaf.

Menurut pakar psikologi Reza Indragiri Amriel, peristiwa pemukulan seorang siswi itu bisa terjadi karena sifat pemarah dan cenderung agresif dari 6 temannya. Ditambah dengan situasi dan kondisi sekolah yang terkesan mengabaikan siswa-siswinya dalam rekaman itu.

"Anak-anak yang pemarah dengan kecenderungan agresif yang tinggi, bertemu dengan sekolah yang abai," kata Reza pada detikcom, Senin (13/10/2014).

Penyelesaian pemukulan ini dengan cara saling meminta maaf juga dilihat Reza sebagai bentuk pemakluman dari para orangtua siswa-siswi yang terlibat. Padahal, hal itu tidak berarti membuat kejadian serupa tak terulang kembali.

"Orangtua barangkali kadung menganggap kekerasan adalah sinonim kenakalan dan kelumrahan dalam dunia anak-anak," ujar dosen Universitas Binus itu.

Reza menyarankan agar orangtua dan guru di sekolah itu turut bertanggungjawab. Karena Reza melihat orangtua dan guru turut berperan di balik terjadinya peristiwa tersebut.

"Jelas ini bullying. Normatif, anak-anak dipulangkan ke orangtua mereka tapi setelahnya apa? Kalau keluarga, khususnya orangtuanya tak ikut dibenahi, saya pesimis anak-anak yang melakukan kekerasan itu akan berubah tabiat," ucap Reza.

"Tentu orangtua anak-anak yang melakukan pemukulan memberikan kompensasi sekaligus permintaan maaf ke korban. Permintaan maaf tidak harus direspon dengan pemberian maaf," tutup Reza.

Sebelumnya Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Kota Bukittinggi, Edi menyatakan orangtua korban dan pelaku sudah membuat perjanjian tak akan menuntut. Disdik juga berencana memberi sanksi kepada pihak sekolah.

"Kami pasti tindaklanjuti untuk (sanksi) sekolah," ujar Edi Minggu (12/10) kemarin.

Aksi brutal siswa terjadi di ruang kelas SD swasta pada 18 September 2014 lalu. Tak diketahui kapan video itu diunggah dan siapa yang mengunggahnya. Disdik baru mengetahui video ramai dibincangkan Senin (6/10). Keesokan harinya mereka mendatangi sekolah dan melakukan mediasi.(*/wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,05 September 2017 - 12:13:01 WIB

Kapolri Larang Aksi Simpati Rohingya di Candi Borobudur

JAKARTA (Wahanariau) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang aksi simpati untuk etnis

Selasa,10 Januari 2017 - 16:53:21 WIB

Ditawari Bantuan Anak Buah oleh Mega, Ini Reaksi Jokowi

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menawari bantuan untuk mengerahkan anak bu

Jumat,11 November 2016 - 18:13:01 WIB

Dipastikan Aksi Bela Quran Jilid III Akan Digelar

Jakarta, Wahanariau -- Koordinator Gerakan Nasional Pengawalan Fatwa-MUI, Munarman, SH menegaskan Ak

Minggu,13 Agustus 2017 - 18:32:07 WIB

Tewasnya Saksi Kunci e-KTP di LA, Ini Kata KPK

JAKARTA (Wahanariau) - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK turut serta mencari tahu penyeba

Sabtu,21 April 2018 - 20:56:28 WIB

Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sumbar, KPK Periksa 4 Saksi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mengkonfirmasi saksi-saksi hasil audit Badan Pemeriksa Keuang

Jumat,14 Juli 2017 - 15:08:46 WIB

Panglima TNI Akan Gelar Aksi Doa Bersama 171717, Ini Alasannya...!

JAKARTA (WR) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan alasan mengapa dirinya menggel

BERITA LAINNYA
Jumat,15 Februari 2019 - 23:06:11 WIB

Palace Banquet Holdings Limited Ltd Trading Debut Closed at HK$0.61 Per Share with an Increase of Around 22% as Compared to The Final Offer Price

CHINA - Media OutReach - 15 February 2019 - Palace Banquet Holdings Limited

Jumat,15 Februari 2019 - 23:03:27 WIB

Kaplan Learning Institute To Enter Into Unique Collaboration With Metis In The Acceleration Of Technical Skills For Data Scientists

SINGAPORE - Media OutReach - 15 February 2019 - Kaplan Learning Institute (KLI), one of Si

Kamis,14 Februari 2019 - 22:59:43 WIB

Palace Banquet Holdings Limited Announces Its Subscription Results

Recorded approximately 16.68 times of over-subscription for its Hong Kong public offering CHINA&nbs

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI