Terkait Kabut Asap, Inilah Jeritan Hati Anak-anak SDN 2 dan 3 Pekanbaru

Loading...

PEKANBARU (WR) - Dua bulan lebih bencana kabut asap yang terjadi di Pekanbaru Riau tak kunjung berakhir dan sudah banyak  korban baik yang meninggal maupun terkena penyakit ISPA, termasuk anak-anak yang tidak bisa bersekolah. Hal ini mengakibatkan gelombang protes dimana-mana, tak ketinggalan anak-anak SDN 2 dan 3 yang terletak di jalan kesehatan kampung bandar kecamatan senapelan ikut juga protes.

Mereka menempel kertas karton di sepanjang pagar sekolah. Kertas karton itu berisi tulisan macam-macam yang menuntut pemerintah. Salah satu isinya adalah “Pak Presiden, kalau tak bisa menghilangkan asap beri kami uang buat berobat”.

poster“Pak Presiden, kalau tak bisa menghilangkan asap beri kami uang buat berobat”

Kepala sekolah SDN 3 Ibu nila mengatakan protes seperti ini sudah diketahui oleh kepala UPTD Senapelan Ibu Rafiah.

Loading...

"Mudah-mudahan pemerintah daerah maupun pusat bisa menanggapi protes dari anak-anak ini,ini merupakan jertian hati mereka, karena sudah lama  tidak bersekolah." kata Bu Nila.

pagar sekolahPagar Sekolah

Sementara itu di tempat terpisah Kepala Sekolah SDN 2 Nurasni, Spd berharap pemerintah betul-betul tanggap mengatasi masalah asap ini sampai tuntas. Meskipun saat ini pemerintah sudah tanggap, tapi menurut Nurasni masih kurang, karena kalau  pemerintah serius seharusnya asap sudah hilang.

Nurasni juga berharap anak-anak dapat terus bersekolah, tapi akibat asap keluarlah peraturan untuk tidak bersekolah.

“Kalau asap ini sudah agak berkurang, kami akan coba menambah-nambah jam pelajaran untuk mengejar materi yang tertinggal,” jelas Nurasni pada Wahanariau.Com di dampingi oleh wakil kepala sekolahnya Rabu (22/10). (Fer)

Loading...

Follow Dan Ikuti Kami






WahanaRiau.com
di Google+
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...
Loading...