Aneh...! Enam Bulan Warga Tak Menerima Hak, Malah Dipolisikan Oleh Camat

Loading...

BAGANSIAPIAPI - Ternyata masalah Kebun Plasma tidak hanya terjadi di Kecamatan Kubu, Masyarakat Pekaitn yang juga terdaftar menerima hasil Tandan Buah Segar (TBS) juga mengalami masalah.

Niat hati ingin menanyakan kejelasan dana yang sudah 6 bulan tak diterima. alih-alih malah dipolisikan oleh penghulunya dengan dugaan pencemaran nama baik.

Puluhan masyarakat Kepenghuluan Pekaitan mendatangi Kantor Kapolsek Bangko, Jalan Perwira. Kedatangan mereka pun atas panggilan pihak Kepolisian, terkait laporan pencemaran nama baik salah seorang oknum Kepenghuluan di Kecamatan Pekaitan. Oknum penghulu tersebut adalah (M).

"Kami datang kesini ada sekitar 26 orang lebih, kami memenuhi panggilan pihak Polsek tersebut, dimana kami ini telah membuat nama oknum Penghulu tersebut tercemar," demikian ungkap Narsun (43) didampingi masyarakat lainnya.

Loading...

Dijelaskan Narsun kronologisnya, baru-baru ini kami 100 Kepala Keluarga (KK) masyarakat Pekaitan yang mendapat plasma dari PT. JJP mendatangi Camat Pekaitan di Kantornya. Kami hanya mohon petunjuk dan pendapat, karena sudah hampir 6 bulan kami tidak menerima hasil plasma dari PT. JJP.

"Wajarlah bang, kami langsung bertanya kepada Camat kami, habis sudah 6 bulan lebih kita tidak mendapatkan hasil plasma dari PT tersebut seperti bulan-bulan sebelumnya yang diterima dari ketua Koperasi," ujarnya.

Padahal, masyarakat tidak pernah menghujat atau pun cerita hal yang buruk sewaktu menghadap Camat Pekaitan, kami hanya sebatas menanyakan apa yang menjadi hak kami, tidak lain tidak bukan.

"Kenapa sudah 6 bulan lebih ini hak kami tidak dibagikan dan ada apa sebenarnya."katanya bertanya.

Masyarkat sudah mencoba untuk melakukan koordinasi kepada pihak Kepenghuluan dan pihak terkait lainnya, namun sampai saat ini masyarakat tidak pernah bisa bertemu dengan orang yang ingin dijumpai. Malah, tanpa penjelasan yang jelas dipanggil oleh pihak yang berwajib.

"Aneh, kami menuntut hak kami, kok malah sekarang dipanggil pihak yang berwajib atas laporan pencemaran nama baik," keluh Nasrun dengan miris.

Untuk diketahui, selama ini kita yang seharusnya perbulan mendapat plasma dari PT tersebut sebesar Rp 250 Ribu/KK. Tapi, sampainya ke kita hanya sebesar 150 Ribu dan ada juga yang Rp 200 Ribu perbulan, dari 100 KK masyarakat yang menerima dibayar pertiga bulannya.

Masyarkat yang datang ikut itu terlihat kebanyakan dari kaum ibu-ibu dnegan membawa anak kecil ada yang baru pandai berjalan ada juga yang masih digendong.

"Kalikan aja, berapa kerugian yang kita terima selama ini dari 100 Kartu Keluarga (KK) yang menerima plasma dari PT tersebut. Selama ini kita diam, tapi kali ini sudah tidak bisa didiamkan lagi," dijelaskannya.

Bahkan, masyarakat berencana untuk meneruskan hal ini kepada pemerintah agar ada kejelasan sehingga masyarakat yang didominasi oleh masyarakat kurang mampu ini tidak merasa terzolimi.

"Tidak sampai disini saja, jika dalam waktu dekat hal ini tidak ada titik terangnya, kita semua akan mengadu ke Bapak Bupati dan DPRD Rohil. Biar lebih jelas semua.'' tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Bangko Kompol Nurhadi Ismanto, SH, SIk saat dikonfrimasi menjelaskan pemangilan merupakan langkah mediasi antar masyarakat dan penghulu sehingga ditemukan titik terang.

"Kita panggil karena ada laporan. tidak ada yang ditahan hanya dalam langkah mediasi agar tidak menimbulkan masalah dan gejolak kedepan.'' kata Kapolsek***(rdk/said)

Loading...

Follow Dan Ikuti Kami






WahanaRiau.com
di Google+
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...
Loading...