• Follow Us On : 

SPS, PWI, IJTI dan AJI Gelar Gerakan Anti Hoax Goes To School


Redaksi | Selasa,20 November 2018 - 17:01:02 WIB
Dibaca: 1782 kali 
SPS, PWI, IJTI dan AJI Gelar Gerakan Anti Hoax Goes To School

PEKANBARU - Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau menginisiasi konstituen Dewan Pers yang ada di Riau untuk bersama-sama menggelar Gerakan Anti Hoax Goes to School, yang akan diselenggarakan mulai 22 November 2018 sampai Januari 2019.

"Ini pertama dalam sejarah Indonesia. Konstituen Dewan Pers di daerah bersama-sama, bersatu, menggelar hajatan anti-hoax. Kami berterima kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Riau, yang berkenan bersama-sama dengan SPS Riau menggelar hajatan anti-hoax," ungkap H Zulmansyah Sekedang, Ketua SPS Riau didampingi Adnan Buyung Koordinator Pelaksana Gerakan Anti Hoax Goes to School.

Sekolah pertama yang menjadi tempat hajatan anti-hoax adalah SMAN 13 Pekanbaru di Rumbai. Direncanakan sebanyak 500 siswa menjadi audiens. Sedangkan narasumber dijadwalkan Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko, Kadis Pendidikan Riau H Rudyanto, Ketua SPS/Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang, Ketua IJTI Riau Peramasdino dan Ketua AJI Pekanbaru Firman Agus.

"Tahap awal, direncanakan 10 sekolah yang menjadi tujuan Gerakan Anti Hoax Goes to School dan SMAN 13 Pekanbaru merupakan sekolah perdana," kata Zulmansyah.

Ketika ditanya maksud dan tujuan dari hajatan Gerakan Anti Hoax, Zulmansyah menjelaskan setidaknya ada empat tujuan. Pertama menambah wawasan dan pengetahuan siswa-siswi generasi milenial terhadap hoax serta dampaknya secara sosial dan hukum.

Kemudian, Kedua, memberikan cara jitu kepada siswa untuk mengenali hoax, mencegah serta melawan hoax yang terjadi di kalangan siswa-siswi generasi milenial dan ketiga meningkatkan kesadaran dan rasa tanggungjawab  sosial generasi milenial untuk ikut mencegah dan melawan hoax.

"Tujuan paling penting dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman soal dampak hukum, serta sanksi hukum bagi pembuat dan penyebar hoax. Makanya untuk materi ini, secara khusus kita menghadirkan kepolisian sebagai narasumber," tutup Zulmansyah.

(rls/rls)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Selasa,25 Januari 2022

Chubb Commits US$10,000 Grant to Support Dementia Care in Singapore

SINGAPORE - 25 January 2022 - The Chubb Charitable Foundation announced today that it has

Selasa,25 Januari 2022

Hannspree Q2 Smart Watch Is Offering a Personalised Health & Wellness Experience

Twenty-Four Seven Health & Wellness Assistant Help Achieving Your Targeted Health Goal SINGAPOR

Selasa,25 Januari 2022

ViLab and Actoplus form Partnership to Tap China Booming Virtual Idol Space

HONG KONG SAR - 25 January 2022 - ViLab Limited, a Hong Kong-based metaverse service provider, has f

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI