Medan – Bocah miskin penderita kanker mata ini, Della Amanda (12), selama 2 tahun hanya terbaring di rumah. Tubuh warga Jalan Bromo, Gang Sederhana, Lingkungan VIII, Kecamatan Medan Area, ini kurus tinggal tulang. Penyakit yang menggerogotinya membuat bocah ini lumpuh total.
Menurut ibunya, Rosniati (34), penyakit yang menimpa anaknya berawal dari tumbuhnya semacam jerawat di kelopak mata. Karena gatal, anaknya menggaruk dan diduga menyebabkan infeksi hingga sekarang.
Tak hanya itu tubuh Della juga semakin kurus. “Dari tahun 2014. Saat itu anak saya duduk di kelas IV SD,” katanya saat ditemui wartawan, Senin (20/6/2016).
Ia sempat membawa putrinya ke rumah sakit, namun tak ada perubahan. Akhirnya, Rosniati pun pasrah dengan kondisi putrinya. “Sudah saya bawa Della ke banyak Rumah Sakit namun tidak ada hasil. Kata dokter, yang dekat mata anak saya itu bukan kanker. Saya bawa berobat karena ada BPJS,” ucapnya.
Karena semakin tidak adanya biaya, ia pun pasrah. “Saya sudah pasrah bang, karena tidak ada biaya. Saya juga curhat sama Kepling,” ucapnya. Ia berharap, anaknya tersebut dapat sembuh. “Saya ingin anakku sembuh dan dapat sekolah lagi,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Della. Ia mengaku ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya tersebut. “Mau sembuh bu, pak,” ucapnya terbata.
Della seharusnya menjadi tanggung jawab Pemko Medan. Tapi, meski kondisinya telah sampaikan ibunya kepada kepling, namun Pemko Medan tak kunjung memberikan bantuan.
Harapan Della dan ibunya akhirnya terkabul. Bocah malang itu langsung dibawa ke rumah sakit setelah dijenguk Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Kapolsek Medan Area Kompol Arifin, Camat Medan Area Ali Sipahutar dan pihak lainnya.
“Kedatangan kita untuk melihat kondisi dan memberikan semangat kepada Della serta keluarganya,” kata Kapolresta Medan. Sekitar 1 jam melihat kondisi Della, Kapolresta Mesan bekerjasama dengan pihak kecamatan, lalu membawa bocah malang itu untuk dirawat di rumah sakit.
Della lalu dibawa dokter Puskesmas Sukaramai, dr Juminar Helen Naibaho, drg Kartika Harahap dan dr Mesniati, menggunakan ambulan keliling ke Rumah Sakit Permata Bunda.
Namun pihak Rumah Sakit Permata Bunda mengaku tidak dapat menanganu Della, karena di rumah sakit itu tidak ada dokter spesialis mata. “Saya tidak tahu pak. Katanya mereka tidak punya dokter yang menangani penyakit Della,” ujar orang tua Della.
Orang tua Della, pihak Puskesmas Sukaramai dan beberapa wartawan akhirnya membawa Della ke Rumah Sakit (RS) Royal Prima, Jalan Ayahanda, Medan.
Di IGD Rumah Sakit Royal Prima, Della pun langsung ditangani para dokter disana. Tak sampai disitu, HRD Rumah Sakit Royal Prima Yusriando, Humas Devi Marlin, bahkan pemilik Rumah Sakit tersebut juga langsung melihat kondisi Della.
Humas Rumah Sakit Royal Prima, Devi Marlin mengatakan, akan memberikan yang terbaik agar Della dapat sembuh dari penyakitnya. “Akan kita berikan yang terbaik untuk kesembuhan Della,” ucapnya.
Tak hanya itu, pihak Rumah Sakit Royal Prima juga akan menanggung segala biaya pengobatan Della sampai sembuh. “Untuk biaya lain di luar BPJS, akan kita tanggung semua. Kita juga berencana mendatangkan dokter dari luar untuk menangai penyakit Della hingga sembuh,” ucap Devi.
Setelah beberapa jam ditangani pihak dokter di ruang IGD, Della pun akhirnya dirawat di Ruang 803 A, lantai 8, RS Royal Prima, Medan. (mds/msc)