Studi Visa Mengungkap Peningkatan Adopsi Pembayaran Real-Time di Asia Tenggara, Menekankan Pentingnya Keamanan dan Kepercayaan yang Lebih Kuat

Senin, 02 Februari 2026 | 17:00:31 WIB
Visa-Logo.png

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Pembayaran real-time (RTP) semakin menjadi bagian penting dari transaksi sehari-hari di Asia Tenggara, menurut studi regional yang disusun bekerja sama dengan Global Finance & Technology Network (GFTN), Nextrade Group, dan Visa Economic Empowerment Institute (VEEI). Studi berjudul “Strengthening Southeast Asia’s Real-Time Payments: Security, Trust and New Pathways to Financial Access” melakukan survei terhadap 5.500 konsumen dan 2.100 usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Hasilnya menunjukkan adopsi RTP yang kuat di kalangan konsumen dan UKM, sekaligus mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan keamanan dan membangun kepercayaan lebih besar di ekosistem pembayaran yang terus berkembang.

Hasil survei menunjukkan bahwa RTP digunakan secara luas dan mencakup sekitar 26 persen transaksi pelanggan untuk UKM, berada di bawah pembayaran kartu kredit, debit, dan prabayar (35%), namun lebih tinggi dibandingkan dompet digital (15%). Meskipun adopsi meningkat pesat, laporan ini menyoroti kepercayaan dan keamanan sebagai prioritas utama untuk mempertahankan pertumbuhan. Setiap pasar memiliki kekhawatiran berbeda terkait penggunaan pembayaran real-time, namun tiga hambatan utama yang diidentifikasi di Singapura, Malaysia, dan Thailand adalah:

Singapura:

  • 47% khawatir mengirim uang ke akun yang salah
  • 43% mengeluhkan tidak bisa mendapatkan reward
  • 37% takut mentransfer ke akun penipuan

Malaysia:

  • 52% khawatir mengirim uang ke akun yang salah
  • 46% takut mentransfer ke akun penipuan
  • 39% khawatir soal keamanan data/privasi

Thailand:

  • 40% khawatir mengirim uang ke akun yang salah
  • 35% takut mentransfer ke akun penipuan
  • 27% khawatir soal keamanan data/privasi

Menutup Kesenjangan Kepercayaan: Kesempatan Bersama untuk Kemajuan

Pengguna di seluruh Asia Tenggara menginginkan pengalaman pembayaran yang lebih konsisten, transparan, dan meyakinkan, terutama terkait pelacakan transaksi, pengembalian dana, dan penyelesaian sengketa. Masalah terkait pelanggan menjadi titik sakit utama bagi UKM di Asia Tenggara dalam konteks pembayaran real-time. Enam puluh persen UKM melaporkan tantangan seperti pelanggan membayar jumlah yang salah (21%) dan keterlambatan akibat proses transaksi lambat (21%). Selain itu, 38 persen khawatir tentang penipuan dan scam—menjadi masalah pembayaran utama di Singapura, hanya tertinggal dari pelanggan yang terlalu lama membayar dan menyebabkan antrean tertunda (29%).

Adopsi RTP lintas negara masih terbatas, dengan 41 persen UKM mencatat bahwa wisatawan lebih memilih kartu internasional, dan beberapa UKM tidak menerima pembayaran kartu sama sekali.

Kolaborasi dan Interoperabilitas

Laporan ini menekankan bahwa tidak ada satu sektor pun yang dapat mengatasi tantangan ini sendiri. Kemitraan publik-swasta yang kuat—menggabungkan pemerintah, regulator, jaringan pembayaran, penyedia teknologi, dan bisnis—sangat penting untuk menetapkan standar yang jelas, berbagi intelijen, dan mengoordinasikan respons cepat terhadap ancaman baru.

“Pembayaran real-time mengubah cara orang dan bisnis memindahkan uang, tetapi kecepatan harus berjalan seiring dengan keamanan,” kata Serene Gay, Group Country Manager untuk Regional Asia Tenggara dan SVP, Global Clients & Acquirers Asia Pasifik di Visa.

“Di Visa, kami berkomitmen menjadikan pembayaran real-time tidak hanya lebih cepat tetapi juga lebih aman. Karena itu, kami telah berinvestasi dalam kemampuan pencegahan penipuan canggih seperti Featurespace, yang menggunakan teknologi mutakhir untuk melindungi transaksi antar akun. Dengan menggabungkan deteksi risiko berbasis AI dan keahlian global Visa, kami membantu mitra tetap selangkah lebih maju dari ancaman yang terus berkembang dan membangun kepercayaan di seluruh ekosistem. Pencegahan penipuan menjadi dasar bagi kepercayaan yang memungkinkan pertumbuhan bagi konsumen, bisnis, dan seluruh jaringan pembayaran,” tambah Serene.

Seiring percepatan adopsi RTP, Visa bekerja sama dengan mitra industri, bank, fintech, dan regulator untuk meningkatkan keamanan, interoperabilitas, dan perlindungan pengguna. Laporan ini menyoroti peluang untuk menanamkan kontrol risiko yang lebih kuat, termasuk Visa Account-to-Account (A2A) Protect, yang dalam uji coba terbaru di Inggris mengidentifikasi sebagian besar transaksi penipuan yang telah lolos dari sistem deteksi penipuan bank dan penyedia layanan pembayaran yang ada. Inisiatif Scam Disruption Visa juga memanfaatkan deteksi risiko berbasis AI dan kemitraan untuk membantu melindungi konsumen dan bisnis dari berbagai tipologi penipuan yang terus berkembang.

Untuk membaca laporan lengkap, silakan klik di sini.

About Visa

Visa (NYSE: V) is a world leader in digital payments, facilitating transactions between consumers, merchants, financial institutions and government entities across more than 200 countries and territories. Our mission is to connect the world through the most innovative, convenient, reliable and secure payments network, enabling individuals, businesses and economies to thrive. We believe that economies that include everyone everywhere, uplift everyone everywhere and see access as foundational to the future of money movement. Learn more at Visa.com.

Hashtag: #Visa

The issuer is solely responsible for the content of this announcement.

Tags

Terkini