Seafood Berkelanjutan Penting bagi Delapan dari Sepuluh Konsumen, Mendorong Seruan Agar Peritel Mendukung Pilihan yang Berkelanjutan

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:00:13 WIB
About the Marine Stewardship Council (MSC)

MSC menyerukan kepada para peritel untuk meningkatkan penawaran produk seafood berkelanjutan menjelang Tahun Baru Imlek, sebagai tanggapan atas wawasan dari konsumen.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Seiring keluarga di Singapura dan Malaysia bersiap untuk mengaduk yusheng dan menyajikan ikan kukus utuh dalam perayaan Tahun Baru Imlek, riset terbaru mengungkap adanya kesenjangan mencolok: lebih dari delapan dari sepuluh warga Malaysia (85%) dan hampir tiga perempat warga Singapura (74%) menyatakan bahwa seafood berkelanjutan penting bagi mereka.

Meskipun secara aktif mencari sumber yang berkelanjutan, survei YouGov yang dilakukan atas permintaan Marine Stewardship Council (MSC) menemukan bahwa lebih dari setengah konsumen di Singapura (58%) tidak pernah memperhatikan label ramah lingkungan saat berbelanja. Tingkat pengenalan terhadap label biru ekolabel MSC berada di angka 21%.

Dengan konsumsi seafood yang diperkirakan meningkat selama Tahun Baru Imlek ketika perayaan mencapai puncaknya, ini menjadi momen krusial untuk membuat pilihan belanja yang berkelanjutan.

Malaysia mengonsumsi lebih dari dua kali rata-rata global per kapita (49 kg dibandingkan 21 kg secara global), sementara Singapura mengimpor sebagian besar pasokan seafood-nya. Tanpa pelabelan yang jelas dan komitmen dari peritel, konsumen yang ingin membuat pilihan berkelanjutan sering kali tidak dapat melakukannya.

Di Malaysia, di mana perikanan tetap menjadi tumpuan utama mata pencaharian masyarakat pesisir, 75% warga Malaysia percaya bahwa dukungan dan sumber daya sangat penting agar nelayan lokal dapat menangkap ikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Di Singapura, yang hampir seluruh pasokan seafood-nya berasal dari impor, konsumen mengandalkan peritel dan regulator untuk memberikan jaminan, dengan 55% menyebut standar pemerintah dan 54% menyebut informasi asal produk sebagai faktor utama yang membangun kepercayaan.

“Ketika ditanya apa arti seafood berkelanjutan bagi mereka, konsumen menunjukkan pemahaman yang cukup mendalam: 62% warga Singapura dan 56% warga Malaysia mengaitkannya dengan perikanan yang dikelola dengan baik dan beroperasi di bawah aturan yang jelas.

“Jelas bahwa konsumen siap dan bersedia mencari sertifikasi yang kredibel, sehingga kami mendorong peritel dan pelaku usaha untuk membuat produk berlabel ekolabel MSC terlihat jelas dan mudah diakses,” ungkap Anne Gabriel, Direktur Program untuk Oseania dan Singapura di Marine Stewardship Council, dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Riset ini juga menyoroti harapan terhadap peritel. Lebih dari setengah warga Singapura (52%) percaya bahwa supermarket harus berkomitmen untuk mendapatkan pasokan seafood yang berkelanjutan. Bahkan di tengah tekanan biaya hidup, 38% menyatakan bersedia membayar lebih untuk seafood yang bersumber secara berkelanjutan, sementara banyak lainnya mengatakan bahwa pelabelan yang jelas akan membantu mereka membuat pilihan yang lebih baik sesuai anggaran.

Temuan ini menunjukkan bahwa saat permintaan meningkat selama musim perayaan, pelabelan ramah lingkungan yang lebih jelas dapat membantu konsumen menyelaraskan nilai-nilai mereka dengan pilihan belanja—tanpa harus mengubah hidangan di meja makan.

Pembeli dapat menemukan seafood berkelanjutan bersertifikat MSC di Cold Storage Singapore, FairPrice Group, dan Prime Supermarket di Singapura, serta di AEON Retail, Jaya Grocer, dan Village Grocer di Malaysia.

Temuan Utama Secara Singkat

  • 85% warga Malaysia dan 74% warga Singapura menyatakan seafood berkelanjutan itu penting
  • 63% (Malaysia) dan 58% (Singapura) tidak pernah memperhatikan label ramah lingkungan pada seafood
  • 75% warga Malaysia percaya nelayan membutuhkan dukungan untuk menangkap ikan secara berkelanjutan
  • 52% warga Singapura mengatakan komitmen peritel terhadap sumber berkelanjutan akan mendorong mereka memilih seafood berkelanjutan
  • Malaysia mengonsumsi 49 kg seafood per kapita per tahun dibandingkan rata-rata global 21 kg (Sumber: Malaysia – Fishery and Aquaculture Country Profiles)

Tentang Riset

Survei ini dilakukan oleh YouGov atas nama Marine Stewardship Council pada 15–19 Januari 2026. Sampel terdiri dari 1.007 responden dewasa berusia 18 tahun ke atas di Singapura dan 1.003 responden dewasa berusia 18 tahun ke atas di Malaysia. Data telah diberi pembobotan agar mewakili populasi dewasa di masing-masing negara.

Tentang Marine Stewardship Council (MSC)

Marine Stewardship Council (MSC) adalah organisasi nirlaba internasional. Visi kami adalah lautan dunia yang penuh dengan kehidupan, serta pasokan seafood yang terjaga untuk generasi sekarang dan mendatang. Ekolabel ikan biru dan program sertifikasi perikanan kami mengakui serta memberikan penghargaan atas praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan. Ketika Anda melihat label ikan biru tersebut, Anda dapat mempercayai bahwa seafood tersebut ditangkap secara berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi msc.org.

Hashtag: #TheMarineStewardshipCouncil #MSC

The issuer is solely responsible for the content of this announcement.

Tags

Terkini