DUMAI – Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau Tahun 2026 digelar di Lapangan Bapor RU II Dumai, Jalan Raya Bukit Datuk, Komplek Perumahan Pertamina Bukit Datuk, Minggu (26/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih kering akibat fenomena El Nino.
Apel yang dimulai pukul 07.45 WIB tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, jajaran Forkopimda Provinsi Riau dan Kota Dumai, serta unsur TNI, Polri, instansi pemerintah, perusahaan, dan relawan.
Pasukan apel terdiri dari personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Satradar 104 Dumai, Pertamina Fire Brigade, Pramuka hingga unsur keamanan Pertamina RU II Dumai.
Dalam amanat pimpinan apel disampaikan bahwa pengendalian karhutla harus menjadi prioritas nasional karena berdampak besar terhadap emisi, kesehatan masyarakat, kerugian ekonomi, serta kelestarian lingkungan. Pemerintah juga menargetkan penurunan emisi hingga 31,89 persen pada 2030 menuju Net Zero Emission 2060.
Dandim 0320/Dumai, Letkol Arm Herman Santoso, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas sektor harus benar-benar kita maksimalkan sejak awal. Pencegahan adalah kunci utama agar kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dumai dapat ditekan seminimal mungkin,” tegasnya.
Ia menambahkan, prediksi musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.
“Kami dari TNI khususnya Kodim 0320/Dumai siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla. Kolaborasi dan aksi cepat di lapangan sangat menentukan keberhasilan,” ujarnya.
Kegiatan apel berlangsung tertib dengan rangkaian upacara, pemeriksaan pasukan, amanat pimpinan apel, doa, hingga foto bersama. Sekitar pukul 08.50 WIB kegiatan berakhir dalam keadaan aman dan lancar.
Apel kesiapsiagaan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi potensi karhutla di Provinsi Riau, khususnya Kota Dumai, menjelang puncak musim kemarau 2026.***