Sinergi TNI–Polri Amankan Distribusi BBM di SPBU Mundam

Selasa, 05 Mei 2026 | 14:17:52 WIB
dok Istimewa

DUMAI – Dalam rangka memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan aman, tertib, dan lancar, jajaran Koramil 02/Medang Kampai Kodim 0320/Dumai bersama personel Polsek Medang Kampai melaksanakan pemantauan dan pengecekan langsung di SPBU 14.288.659, Jalan Arifin Ahmad RT 05, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 11.25 WIB tersebut dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Mundam, Sertu Ramli, bersama personel Pos Ramil 02/MK dan anggota Polsek Medang Kampai.

Pemantauan dilakukan guna memastikan kondisi operasional SPBU, situasi antrean kendaraan, serta ketersediaan stok BBM bagi masyarakat.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa operasional SPBU dimulai pukul 06.00 WIB dan diperkirakan tutup pada pukul 23.00 WIB. Sementara itu, kondisi antrean kendaraan terpantau normal, lancar, dan terkendali.

Adapun stok BBM per 5 Mei 2026 di SPBU 14.288.659 tercatat sebagai berikut:
Pertamax Turbo : 13.849 liter
Pertamax 92 : 4.730 liter
Pertalite : 11.499 liter
Biosolar : 12.634 liter
Dexlite : 5.553 liter
Selain itu, terdapat suplai BBM masuk berupa Biosolar sebanyak 8 KL dan Pertalite sebanyak 8 KL.

Komandan Kodim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan langkah nyata TNI dalam menjaga stabilitas distribusi energi di wilayah.

“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan aman, tertib, dan tidak terjadi kelangkaan. Kami bersama Polri akan terus bersinergi melakukan pengawasan di lapangan guna menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, kehadiran TNI–Polri di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan yang dapat menghambat distribusi BBM.

Dengan kondisi stok yang masih mencukupi dan situasi antrean yang terkendali, masyarakat diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.***

Tags

Terkini