Space42 dan Autonomous A2Z Menandatangani Perjanjian Senilai US$7 Juta untuk Menerapkan Solusi Mobilitas Otonom di UEA

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:24:18 WIB
Space42 PLC
  • Perjanjian komersial pertama ini berlandaskan kemitraan kedua perusahaan dalam mempercepat pengembangan transportasi berteknologi AI
     

ABU DHABI, Uni Emirat Arab dan SEOUL, Korea Selatan, Aug. 11, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Space42 (ADX: SPACE42), perusahaan SpaceTech berteknologi AI dan berbasis di UEA, dan Autonomous A2Z (A2Z), perusahaan terkemuka Korea Selatan dalam teknologi kendaraan otonom, telah menandatangani perjanjian komersial senilai US$7 juta untuk menerapkan solusi mobilitas Level-4 di UEA. Ini merupakan perjanjian komersial pertama dalam kemitraan yang lebih luas antara kedua perusahaan. Perjanjian ini merupakan kontrak pemasokan langsung, yang terpisah dari usaha patungan (joint venture) yang diumumkan pada tahun 2025 untuk mendukung komersialisasi jangka panjang solusi mobilitas cerdas di UEA.

Perjanjian ini memadukan teknologi kendaraan otonom Level-4 A2Z yang telah teruji dengan kapabilitas Space42 dalam bidang AI, geospasial, dan konektivitas. Bagi A2Z, pencapaian ini menandai langkah strategis dalam ekspansi internasionalnya, dengan membawa teknologi kendaraan otonom yang dikembangkan di Korea ke salah satu pasar mobilitas cerdas dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Bagi Space42, perjanjian ini mendukung prioritas strategis perusahaan di sektor mobilitas dalam mewujudkan pengoperasian kendaraan tanpa pengemudi yang aman dan andal secara luas.

Hasan Al Hosani, CEO Smart Solutions di Space42, mengatakan: “Mobilitas otonom merupakan infrastruktur penting untuk mendukung pengembangan kota cerdas. UEA telah menciptakan kondisi yang mendukung integrasi mobilitas otonom ke dalam transportasi sehari-hari. Fokus kami adalah mewujudkan ambisi tersebut menjadi layanan yang andal dan memungkinkan masyarakat bepergian dengan lancar, sesuai dengan standar keselamatan kelas dunia. Kerja sama dengan A2Z semakin mendekatkan kami pada terwujudnya model layanan yang dapat memenuhi kebutuhan UEA sekaligus merespons perubahan kebutuhan transportasi di pasar.”

Han Ji-hyung, CEO Autonomous A2Z, menyatakan: “Perjanjian ini menunjukkan bahwa teknologi kendaraan otonom yang dikembangkan dan divalidasi di Korea siap diterapkan di pasar internasional. Bersama Space42, kami berharap dapat menghadirkan solusi mobilitas otonom yang telah teruji di UEA sekaligus memperluas jangkauan ke pasar global.”

Layanan uji coba Robo-Shuttle yang menggunakan ‘ROii’ milik A2Z, bersama kendaraan otonom lain yang telah dimodifikasi dan disesuaikan, akan menjalani pengujian operasional dan penilaian permintaan. Setelah itu, layanan ini diharapkan diperluas ke pengoperasian layanan Transportasi Sesuai Permintaan (Demand-Responsive Transport/DRT) dan layanan antar-jemput wisatawan. Penerapan secara bertahap ini akan memberikan wawasan operasional yang sangat berharga berdasarkan kondisi jalan untuk mendukung pengembangan lebih lanjut pada berbagai penggunaan transportasi lainnya.

Mendukung visi mobilitas cerdas UEA
Proyek ini sejalan dengan visi UEA yang lebih luas untuk memajukan transportasi yang didukung AI dan mobilitas cerdas, sebagai bagian dari Strategi Mobilitas Cerdas Nasionalnya. Proyek ini juga merupakan kelanjutan dari portofolio solusi mobilitas Space42, termasuk TXAI, layanan taksi otonom yang telah menempuh lebih dari 600.000 kilometer dalam 20.000 perjalanan dengan rekor nol kecelakaan sejak mulai beroperasi pada tahun 2021.

Menunjukkan teknologi kendaraan otonom Korea Selatan di panggung global
Perjanjian ini menandai salah satu penerapan internasional terbesar A2Z, yang menunjukkan daya saing teknologi kendaraan otonom Korea Selatan di tingkat global. Perusahaan ini telah melakukan uji coba kendaraan otonom di 13 kota dan provinsi di Korea serta mengoperasikan 91 kendaraan otonom berizin, yang telah menempuh jarak kumulatif lebih dari 1,02 juta kilometer. Perusahaan ini juga memiliki pengalaman dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan perangkat lunak, integrasi kendaraan, operasional armada, hingga manajemen layanan.

Pengembangan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Korea dan UEA selama beberapa tahun, yang didukung oleh berbagai inisiatif pemerintah di bidang pengembangan teknologi, pengujian, dan tahap masuk pasar. Pelaksanaan komersial dipimpin oleh A2G (Autonomous to Global), usaha patungan berbasis di Singapura yang dibentuk bersama oleh A2Z dan Kilsa Global.

Tentang Space42
Space42 (ADX: SPACE42) merupakan perusahaan SpaceTech berbasis AI di Uni Emirat Arab yang mengintegrasikan komunikasi satelit, analitik geospasial, dan kemampuan kecerdasan buatan untuk menerangi Bumi dari ruang angkasa. Dibentuk pada tahun 2024 melalui merger antara Bayanat dan Yahsat, jangkauan global Space42 memungkinkannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya yang berkembang pesat di sektor pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat. Space42 terdiri dari dua unit bisnis: Layanan Ruang Angkasa dan Solusi Cerdas. Layanan Ruang Angkasa berfokus pada operasi satelit hulu untuk layanan satelit tetap dan bergerak. Solusi Cerdas mengintegrasikan akuisisi dan pengolahan data geospasial dengan AI untuk mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan kesadaran situasional, dan meningkatkan efisiensi operasional. Pemegang saham utamanya mencakup G42, Mubadala, dan IHC.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.space42.ai; ikuti kami di LinkedIn: Space42 Untuk pertanyaan investor, silakan hubungi: ir@space42.ai

Tentang Autonomous A2Z
Didirikan pada tahun 2018 oleh empat mantan insinyur teknologi kendaraan otonom Hyundai Motor, Autonomous A2Z merupakan perusahaan terkemuka di Korea Selatan yang menyediakan solusi kendaraan otonom. Perusahaan ini mengoperasikan armada kendaraan otonom terbesar di Korea Selatan, yang berjumlah 91 kendaraan, serta mencatat rekor jarak tempuh kumulatif terpanjang di kawasan perkotaan di negara tersebut, yakni sekitar 1.020.000 kilometer. Berbekal pengalaman tersebut, A2Z tengah mengembangkan berbagai layanan mobilitas masa depan, termasuk layanan antar-jemput otonom perkotaan dan solusi mobilitas logistik cerdas, yang mendorong komersialisasi teknologi kendaraan otonom yang aman dan efisien. Pada tahun 2024, A2Z menyelesaikan pengembangan kendaraan otonom Level-4 miliknya, ROii, serta berencana memulai sertifikasi kinerja dan proses validasi pada tahun 2026 untuk membuka jalan menuju komersialisasi skala penuh. Perusahaan ini secara aktif memperluas bisnisnya di Singapura, UEA, dan Jepang, sekaligus mendorong inovasi mobilitas berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, seperti layanan mobilitas yang mendukung aksesibilitas transportasi serta solusi logistik cerdas yang memanfaatkan teknologi kendaraan otonom.

Tags

Terkini