Karhutla 5 Hektare Terbakar di Batu Teritip, Kodim Dumai Lakukan Pemadaman dan Pendinginan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:10:55 WIB

DUMAI – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kodim 0320/Dumai bersama unsur terkait. Pada Selasa (11/8/2026), Babinsa Kelurahan Batu Teritip, Sertu Miftah, bersama personel gabungan melaksanakan verifikasi, pemadaman dan pendinginan Karhutla di Jalan Teluk Dalam RT 08, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan dua titik koordinat yang berada di lokasi lahan masyarakat. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.

Kondisi lahan yang terbakar merupakan tanah mineral dengan vegetasi berupa semak belukar. Sumber air tersedia dari parit berukuran sekitar 2 x 2 meter. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi air yang kering, angin kencang, jarak lokasi yang cukup jauh serta tidak tersedianya jaringan komunikasi.

Kegiatan melibatkan satu personel TNI, satu personel Polri, lima personel RPK PT Diamond Timber Raya dan satu orang masyarakat. Tim juga menggunakan enam unit kendaraan roda dua serta satu unit mesin mini striker milik PT Diamond Timber Raya.

Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, terutama terhadap lokasi yang masih mengeluarkan asap.

“Kita terus mengingatkan seluruh jajaran agar setiap laporan Karhutla segera diverifikasi dan ditindaklanjuti. Apabila ditemukan titik api, pemadaman dan pendinginan harus dilakukan sampai benar-benar dipastikan tidak ada lagi potensi api kembali muncul,” tegas Letkol Arm Herman Santoso.

Menurutnya, kondisi cuaca seperti angin kencang dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan. Karena itu, sinergi antara TNI, Polri, perusahaan, masyarakat dan unsur terkait sangat diperlukan dalam mencegah kebakaran meluas.

“Personel di lapangan harus tetap mengutamakan keselamatan dan melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Kita juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api,” ujarnya.

Hingga kegiatan berlangsung, lokasi masih mengeluarkan asap tipis. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan sebagai langkah antisipasi agar bara api tidak kembali menyala.

Lokasi Karhutla tersebut berjarak sekitar 82 kilometer dari Makoramil Sungai Sembilan. Sementara itu, pemilik lahan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Dandim menegaskan, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

“Yang paling penting adalah pencegahan. Jangan sampai api membesar dan meluas. Kepedulian masyarakat menjadi kunci untuk menjaga wilayah Dumai tetap aman dari ancaman Karhutla,” pungkasnya.***

Terkini