Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 350 tamu terkemuka, termasuk Sam Hou Fai, Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus (SAR) Macao; Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia; dan Wang Lutong, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia. Turut hadir pula anggota Pemerintah SAR Macao dan delegasi pengusaha, perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, serta tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai sektor di Indonesia.
Sam Hou Fai menyatakan bahwa pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok dan Rencana Lima Tahun ke-3 Daerah Administratif Khusus (SAR) Macao tidak diragukan lagi akan membuka peluang baru bagi kerja sama antara Macao dan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan tempat lahirnya "Jalur Sutra Maritim Abad ke-21", sementara Macao dan Indonesia sama-sama berperan sebagai simpul penting di sepanjang jalur tersebut. Berlandaskan Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) serta mekanisme Dialog Strategis Komprehensif Tiongkok-Indonesia, hubungan kerja sama yang bersahabat antara kedua pihak diperkirakan akan semakin erat.
Pada paruh pertama tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Macao meningkat sebesar 6% secara tahunan, dengan wisatawan Indonesia menyumbang sekitar 88.000 kunjungan dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar sumber wisatawan terbesar di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan eratnya hubungan antara Macao dan Indonesia dalam pertukaran antarmasyarakat, perdagangan, dan pariwisata. Pemerintah SAR Macao berkomitmen untuk mendorong pertukaran di berbagai tingkatan, baik antarpemerintah maupun antarmasyarakat. Dengan memanfaatkan peran Macao sebagai jembatan penting bagi keterbukaan tingkat tinggi Tiongkok dan sebagai "penghubung yang tepat sasaran", Macao bertujuan untuk memperkuat kerja sama yang komprehensif dan pragmatis di bidang perdagangan, investasi, MICE, pariwisata, dan pertukaran budaya, serta secara aktif berkontribusi pada pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama.
Edi Prio Pambudi, Wakil Menteri Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, dalam pidatonya menyatakan bahwa berdasarkan prinsip "Satu Negara, Dua Sistem", Macao telah membangun reputasi internasional yang unggul, didukung oleh stabilitas jangka panjang, tingkat keterbukaan yang tinggi, serta konektivitas yang kuat. Sebagai pusat penting bagi saling berbagi dan pembelajaran antara peradaban Tiongkok dan Barat, Macao telah berhasil menghimpun talenta, modal, dan kreativitas dari seluruh dunia. Seluruh elemen masyarakat Indonesia menyampaikan apresiasi yang tinggi dan antusiasme besar terhadap langkah proaktif Macao dalam melakukan transformasi menuju ekonomi yang lebih terdiversifikasi.
Ia mencatat bahwa kedua wilayah memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, dan antarmasyarakat yang erat, dengan perusahaan-perusahaan Macao berinvestasi dalam berbagai proyek kerja sama di Indonesia, yang mencakup sektor-sektor seperti konstruksi dan transportasi. Dalam bidang pariwisata, Macao menerima lebih dari 200.000 wisatawan dari Indonesia tahun lalu, sehingga Indonesia menjadi salah satu pasar sumber wisatawan utama Macao di Asia Tenggara. Kebijakan bebas visa Indonesia bagi pemegang paspor SAR Macao akan semakin memfasilitasi pertukaran dan interaksi antara kedua pihak. Ke depan, Indonesia dan Macao memiliki potensi kerja sama yang sangat besar di bidang produk halal, Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), dan konektivitas.
Hashtag: #MacaoEconomicTradeandTourismInvestmentPromotionSeminar
The issuer is solely responsible for the content of this announcement.