Professional Services Centre Alliance Menghubungkan Dunia Usaha di Singapura, Indonesia, dan Kawasan Regional

Jumat, 04 September 2026 | 15:00:32 WIB
ISCA.png

LSAF Global, bekerja sama dengan ISCA dan Professional Services (PS) Centre Alliance, menghadirkan ekosistem PS Centre bagi dunia usaha di Indonesia.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 4 September 2026 – Perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain mungkin membutuhkan dukungan dari akuntan, pengacara, konsultan pajak, spesialis talenta, serta mitra bisnis lokal sebelum mengambil langkah pertama.

Tantangannya sering kali bukan menemukan tenaga profesional yang dapat membantu, melainkan mengetahui dari mana harus memulai.

LSAF Global, bekerja sama dengan Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) dan Professional Services (PS) Centre Alliance, menghadirkan ekosistem PS Centre ke Indonesia untuk menghubungkan bisnis dengan keahlian profesional, jaringan terpercaya, dan berbagai peluang di Singapura, Indonesia, serta kawasan regional.

PS Centre merupakan jaringan kolaboratif yang bertujuan mempermudah proses tersebut dengan menyediakan titik awal yang terpercaya bagi perusahaan untuk menemukan tenaga profesional, memperoleh pemahaman mengenai pasar lokal, serta membangun koneksi bisnis ketika melakukan ekspansi di kawasan regional.

Perusahaan di Indonesia dapat memanfaatkan jaringan PS Centre yang saat ini mencakup Hongqiao di Shanghai, Ho Chi Minh City, Nanjing, dan Singapura.

Jaringan ini akan terus berkembang, dengan Johor, Shenzhen, dan Bangkok sebagai beberapa lokasi berikutnya yang sedang dikembangkan.

Bersama-sama, PS Centres dan ekosistem yang lebih luas ini diharapkan dapat menciptakan jalur bisnis terpercaya di seluruh kawasan, sehingga perusahaan yang memasuki pasar baru tidak perlu memulai dari nol.

Bisnis Lintas Negara Semakin Kompleks

Kolaborasi di Indonesia ini hadir di tengah semakin banyaknya perusahaan yang mencari peluang pertumbuhan di luar negeri, sekaligus menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks.

Tarif dan ketegangan geopolitik mengubah lokasi perusahaan dalam melakukan produksi dan mencari sumber pasokan. Rantai pasok sedang dirancang ulang. AI dan risiko siber menciptakan berbagai tantangan baru bagi bisnis. Persyaratan keberlanjutan juga mengubah cara perusahaan menjalankan kegiatan operasional dan menyusun laporan.

Seringnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat ditangani hanya oleh satu bidang profesi.

Sebuah perusahaan mungkin awalnya hanya memiliki pertanyaan mengenai tarif, tetapi kemudian menyadari bahwa mereka juga membutuhkan nasihat terkait pajak, hukum, dan rantai pasok. Perusahaan lain mungkin melihat peluang di Indonesia, tetapi membutuhkan bantuan untuk menemukan mitra lokal dan memahami cara terbaik untuk memasuki pasar tersebut.

Ekosistem PS Centre mempertemukan berbagai keahlian dan jaringan bisnis sehingga perusahaan tidak harus menghadapi berbagai persoalan tersebut sendirian.

Kolaborasi ini berlangsung di tengah kuatnya hubungan ekonomi antara Singapura dan Indonesia.

Dari Singapura ke Indonesia dan dari Indonesia ke Kawasan Regional

Ekosistem PS Centre dirancang untuk mendukung bisnis di berbagai pasar.

Perusahaan Singapura yang ingin memasuki Indonesia dapat terhubung dengan tenaga profesional lokal, jaringan bisnis, dan mitra di lapangan melalui LSAF Global dan ekosistem PS Centre yang lebih luas.

Sementara itu, perusahaan Indonesia yang ingin mengembangkan bisnis ke Singapura dapat memanfaatkan PS Centre Singapura serta ekosistem layanan profesional yang tersedia di Singapura.

Perusahaan yang ingin menjajaki pasar di luar Indonesia dan Singapura juga dapat memanfaatkan jaringan yang tersedia di Vietnam dan Tiongkok. Seiring dengan dibukanya pusat-pusat baru, jaringan tersebut akan diperluas ke lebih banyak pasar.

Di berbagai lokasi yang telah beroperasi, jaringan PS Centre telah memfasilitasi lebih dari 90 koneksi bisnis, mendukung 100 perusahaan, serta melibatkan lebih dari 700 perusahaan dan tenaga profesional.

Ambisi yang diusung bukan sekadar membuka pusat di berbagai kota.

Ambisinya adalah membangun ekosistem yang saling terhubung serta menciptakan jalur bisnis terpercaya yang menghubungkan peluang di satu pasar dengan keahlian dan jaringan terpercaya di pasar lainnya.

Membantu Bisnis Mengatasi Tantangan Lintas Negara

Salah satu inisiatif utama yang sedang diperluas di seluruh jaringan PS Centre adalah Business Growth Clinic.

Konsepnya sederhana.

Perusahaan tidak selalu mengetahui tenaga profesional seperti apa yang mereka butuhkan. Perusahaan hanya tahu bahwa ada masalah yang perlu diselesaikan.

Sebuah perusahaan manufaktur, misalnya, dapat memproduksi berbagai komponen dari produk yang sama di beberapa negara dan membutuhkan bantuan untuk memahami bagaimana perubahan tarif memengaruhi bisnis mereka.

Sebuah perusahaan jasa profesional mungkin ingin mengakses talenta di pasar lain, tetapi belum yakin bagaimana menyusun operasionalnya.

Perusahaan lainnya mungkin sedang mencari mitra di luar negeri, mempertimbangkan akuisisi, atau berusaha memahami bagaimana perubahan geopolitik dapat memengaruhi lokasi investasinya berikutnya.

Daripada harus menentukan sendiri tenaga profesional mana yang perlu dihubungi terlebih dahulu, perusahaan dapat membawa permasalahannya ke Business Growth Clinic.

Bergantung pada permasalahan yang dihadapi, akuntan, pengacara, spesialis pajak, penilai, konsultan, dan tenaga profesional lainnya dapat bekerja sama untuk memahami permasalahan tersebut dan menghubungkan perusahaan dengan keahlian yang dibutuhkannya.

Perusahaan di Indonesia juga dapat memanfaatkan Business Growth Clinic melalui ekosistem PS Centre.

Perusahaan Singapura yang menghadapi persoalan bisnis di Vietnam dapat memperoleh akses ke tenaga profesional melalui PS Centre Ho Chi Minh City. Perusahaan Indonesia yang ingin membangun operasional di Singapura dapat terhubung dengan tenaga profesional melalui PS Centre Singapura. Sementara itu, perusahaan yang sedang menjajaki peluang di Tiongkok dapat memperoleh dukungan melalui Hongqiao.

Seiring dengan berkembangnya jaringan PS Centre, jangkauan Business Growth Clinic juga akan semakin luas.

Mr Lee Boon Teck, President of the Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA), mengatakan: "Perusahaan tidak selalu mengetahui tenaga profesional seperti apa yang mereka butuhkan. Mereka hanya tahu bahwa ada masalah yang perlu diselesaikan. Kekuatan PS Centre terletak pada jaringan yang kami bangun bersama: menghubungkan bisnis dengan keahlian profesional, jaringan terpercaya, dan berbagai peluang di pasar. PS Centre Alliance dapat membantu perusahaan di Singapura dan Indonesia membangun koneksi yang mereka perlukan untuk berkembang di kawasan ini."

Menghubungkan Bisnis dengan Keahlian Profesional

Inisiatif ini dipimpin oleh PS Centre Alliance, yang terdiri atas: Association of Small & Medium Enterprises, Institute of Valuers & Appraisers Singapore, Singapore Business Federation, Singapore Chinese Chamber of Commerce & Industry, Singapore Manufacturing Federation, Tax Academy of Singapore, The Law Society of Singapore, Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA).

Aliansi ini mempertemukan organisasi yang mewakili kedua sisi kebutuhan tersebut: bisnis yang mencari peluang dan perusahaan jasa profesional yang memiliki keahlian untuk membantu mereka memanfaatkan peluang tersebut.

Di Indonesia, para mitra PS Centre Alliance membangun hubungan dengan berbagai organisasi bisnis dan profesional lokal, termasuk Indonesian Employers Association (APINDO), Singapore Chamber of Commerce Indonesia, The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), dan Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Hubungan ini akan membantu menghubungkan bisnis dengan pihak-pihak yang memahami pasar lokal, sekaligus menghubungkan mereka dengan jaringan PS Centre yang lebih luas.

Membangun Kapabilitas Keberlanjutan di Indonesia

ISCA dan Universitas Sahid (USAHID) akan menjalin kerja sama selama tiga tahun untuk memperkuat kapabilitas di bidang keberlanjutan di Indonesia.

Kerja sama ini akan memberikan akses terhadap ISCA Sustainability Professional Certification bagi mahasiswa, anggota fakultas, alumni, dan peserta USAHID lainnya yang memenuhi persyaratan. Kerja sama ini juga akan mendukung pembelajaran dan berbagi pengetahuan mengenai pelaporan keberlanjutan serta bidang-bidang terkait.

Kolaborasi ini bertujuan menghubungkan pembelajaran akademis dengan praktik profesional serta membangun lebih banyak tenaga profesional yang dapat mendukung perusahaan seiring dengan berkembangnya persyaratan di bidang keberlanjutan.

Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., Rektor Universitas Sahid, mengatakan: "Hadirnya ekosistem Professional Services Centre bagi dunia usaha di Indonesia merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara komunitas profesional dan bisnis di Indonesia dan Singapura. Kami percaya bahwa ekosistem ini dapat menjadi wadah yang bermanfaat untuk pertukaran pengetahuan, pengembangan profesional, serta mempererat hubungan antara dunia akademis dan industri. Universitas Sahid dengan senang hati mendukung inisiatif ini dan berharap dapat berkontribusi dalam mengembangkan tenaga profesional yang siap menghadapi masa depan serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan regional."

Kolaborasi di Indonesia ini menjadi langkah berikutnya dalam membangun jaringan regional yang memungkinkan bisnis, perusahaan jasa profesional, dan mitra lokal saling terhubung di berbagai pasar.

Ketika semakin banyak perusahaan mencari peluang pertumbuhan di luar pasar asal mereka, tujuannya sederhana: ketika sebuah bisnis melihat peluang lintas negara, mereka tidak perlu memulai dari nol.

Untuk kutipan tambahan dari para mitra PS Centre Alliance, silakan merujuk pada Lampiran yang terlampir.

LAMPIRAN

Ms Hamidah Aidillah, Vice President, Association of Small & Medium Enterprises, mengatakan: "Bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ingin berkembang ke luar negeri, menemukan koneksi yang tepat dan dukungan terpercaya di pasar baru dapat menjadi tantangan. Melalui kolaborasi PS Centre Alliance di Indonesia, perusahaan dapat memperoleh akses terhadap keahlian profesional dan jaringan lokal, sehingga membantu UKM Singapura menavigasi pasar Indonesia dengan lebih baik dan memanfaatkan peluang pertumbuhan di kawasan regional. Langkah ini juga sejalan dengan upaya internasionalisasi ASME di seluruh ASEAN."

Mr Lie Kok Keong, Council Chairperson, Institute of Valuers and Appraisers Singapore, mengatakan: "Hadirnya ekosistem PS Centre bagi dunia usaha di Indonesia menciptakan berbagai peluang baru yang bermakna bagi pemegang Chartered Valuers and Appraiser (CVA) untuk terhubung dengan jaringan profesional yang lebih luas di Indonesia melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas. Kami mendorong para pemegang CVA untuk memanfaatkan jaringan yang lebih luas ini guna membangun hubungan dengan rekan-rekan mereka di Indonesia, sehingga dapat tumbuh dan menciptakan peluang bersama."

Mr Mark Lee, Chairman of Singapore Business Federation, mengatakan: "Dunia usaha saat ini perlu tetap tangkas dan mendiversifikasi pasar mereka untuk membangun ketahanan jangka panjang. Prospek pertumbuhan jangka panjang Indonesia serta hubungan eratnya dengan Singapura menawarkan peluang yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan kami. Dengan menyatukan PS Centre Jakarta dan SEC@Jakarta, kami dapat mempermudah dunia usaha untuk mengakses jaringan kolektif, keahlian konsultasi, dan dukungan fasilitasi kami, serta membantu mereka mengubah peluang tersebut menjadi kemitraan dan pertumbuhan yang bermakna."

Mr Ernie Koh, Council Member, Singapore Chinese Chamber of Commerce & Industry (SCCCI), mengatakan: "Indonesia merupakan pasar yang penting bagi banyak perusahaan Singapura yang ingin memperluas kehadiran regional mereka. Melalui kolaborasi PS Centre Alliance di Indonesia, perusahaan dapat mengakses dukungan profesional terpercaya dan jaringan lokal, sehingga membantu mereka menavigasi pasar dengan lebih baik serta membangun koneksi yang diperlukan untuk pertumbuhan lintas negara."

Mr Wayne Yap, Chief Executive Officer of the Singapore Manufacturing Federation, mengatakan: "Perusahaan jasa profesional merupakan mitra penting dalam membantu produsen memahami pasar baru, mengelola kebutuhan bisnis, dan berekspansi dengan penuh keyakinan. Melalui ekosistem PS Centre, dunia usaha akan dapat memanfaatkan keahlian profesional, jaringan industri, dan koneksi pasar lokal untuk mendukung produsen serta perusahaan lainnya yang ingin memanfaatkan peluang di Indonesia dan di seluruh kawasan."

Mr Dennis Lui, Chief Executive Officer, Tax Academy of Singapore, mengatakan: "Pajak bukan sekadar catatan tambahan dalam investasi lintas negara – pajak dapat menentukan apakah sebuah peluang dapat menjadi kenyataan. Tax Academy of Singapore berada di persimpangan antara pemerintah, industri, dan akademisi, yang memungkinkan kami menerjemahkan kebijakan menjadi kapabilitas praktis serta menghubungkan pihak-pihak yang berperan dalam mewujudkan investasi. Melalui kolaborasi PS Centre Alliance di Indonesia, kami ingin membawa kekuatan tersebut ke koridor Singapura–Indonesia, membantu dunia usaha bergerak dari peluang menuju pelaksanaan."

Ms Peggy Yee, Treasurer and Council Member of The Law Society of Singapore, mengatakan: "Seiring semakin banyaknya perusahaan yang berekspansi lintas negara dan industri, kemampuan untuk menavigasi kompleksitas hukum dan regulasi akan menjadi keterampilan yang sangat penting bagi perusahaan maupun firma. Hadirnya ekosistem PS Centre bagi dunia usaha di Indonesia akan semakin memberikan dukungan yang bernilai dan terpercaya bagi perusahaan-perusahaan di kawasan, sekaligus memastikan akses terhadap keahlian hukum terpercaya bersama dengan layanan profesional lainnya."



Hashtag: #ISCA #CharteredAccountants #ProfessionalServices #ProfessionalServicesCentre #DifferenceMakers #Accounting #Accountancy

The issuer is solely responsible for the content of this announcement.

Tentang Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA)

Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) adalah badan akuntansi nasional Singapura. Didirikan pada tahun 1963, ISCA menyelenggarakan program Singapore Chartered Accountant Qualification dan merupakan entitas yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Singapura untuk memberikan gelar Chartered Accountant of Singapore [CA (Singapore)].

ISCA mendukung lebih dari 46.000 anggota dari berbagai industri di Singapura dan secara global, dengan anggota yang tersebar di lebih dari 40 negara. Dengan kehadiran internasional yang terus berkembang, ISCA memiliki 12 cabang di luar negeri, 7 kantor di 10 negara, serta jaringan lebih dari 150 mitra strategis yang memperkuat koneksi dan peluang profesional lintas negara. ISCA juga merupakan anggota Chartered Accountants Worldwide, sebuah jaringan global yang mewakili lebih dari 1,8 juta Chartered Accountants dan mahasiswa di lebih dari 190 negara.

ISCA mendorong pengembangan profesional dan pembelajaran sepanjang hayat melalui ISCA Academy, unit pelatihannya, serta memberikan dampak bagi masyarakat melalui ISCA Cares, unit amalnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi .

Tags

Terkini