DUMAI – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Dumai terus diperkuat melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla yang digelar di Aula Denarhanud 004/WSBY, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pasis Seskoad Dikreg LXVIII bersama Tim Mabes TNI yang dipimpin Laksma TNI Edi Krisna Murti. Penyuluhan diikuti sekitar 51 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), ketua RT, serta masyarakat.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla, pentingnya deteksi dini, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
Laksma TNI Edi Krisna Murti mengatakan pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen, mulai dari aparat hingga masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran.
“Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI atau pemerintah. Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat, karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi mata serta telinga dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini,” ujar Laksma TNI Edi Krisna Murti.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dinilai dapat memicu kebakaran yang meluas, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung terjadinya penyebaran api.
“Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Yang paling penting adalah bagaimana kita mencegahnya sejak awal. Jika melihat adanya asap atau titik api, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, kegiatan penyuluhan juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah wilayah, MPA, perangkat RT, dan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla.
Laksma Edi berharap hasil penyuluhan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kewaspadaan bersama.
“Kita ingin kesadaran ini terus berjalan setelah kegiatan selesai. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan, dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi Karhutla,” pungkasnya.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan aman dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, sinergi antarelemen di Kecamatan Bukit Kapur diharapkan semakin kuat sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan optimal.***