DUMAI - Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilakukan secara terpadu di Jalan Parit Saru, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Sabtu (5/9/2026).
Kebakaran tersebut melanda lahan yang didominasi perkebunan sawit, semak belukar dan tanah gambut dengan luas sekitar 4 hektare.
Komandan Kodim (Dandim) 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas.
"Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kelurahan, MPA, BPBD, Basarnas, Manggala Agni serta masyarakat," ujarnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, personel TNI, personel Polri, personel kelurahan, anggota MPA, personel BPBD, personel Basarnas, personel Manggala Agni dan masyarakat turut terlibat.
Sejumlah peralatan juga digunakan, termasuk mesin pemadam, mesin robin, alat berat, selang, nozel, kendaraan operasional serta satu unit helikopter water bombing.
"Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim juga membuat sekat kanal menggunakan alat berat untuk membantu mengendalikan kondisi lahan gambut dan membatasi potensi penyebaran api," kata Letkol Arm Herman Santoso.
Berdasarkan perkembangan di lapangan, dari sekitar 4 hektare lahan yang terbakar, kurang lebih 1,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, titik api dilaporkan sudah nihil, namun masih terdapat titik asap yang membutuhkan proses pendinginan dan pemantauan secara berkelanjutan.
Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso menjelaskan bahwa proses penanganan masih menghadapi sejumlah kendala.
"Kondisi angin yang cukup kencang dan keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman di lapangan, sehingga personel tetap harus bekerja dengan mengutamakan keselamatan dan efektivitas penanganan," jelasnya.
Untuk memastikan tidak terjadi kembali penyalaan api, tim terus melakukan pendinginan pada area yang sebelumnya terbakar.
"Meskipun titik api sudah nihil, pendinginan tetap menjadi perhatian karena masih ditemukan asap. Tim akan melanjutkan penanganan dan pemantauan pada hari berikutnya," ujar Herman.
Upaya pemadaman dan pendinginan telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur yang terlibat. Sementara itu, penyebab maupun pemilik lahan yang terbakar masih dalam penyelidikan, dengan penanganan lanjutan akan kembali dilakukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman dari potensi munculnya titik api baru.***