DUMAI — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla di Universitas Lancang Kuning, Kota Dumai, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 129 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Forkopimcam, dosen serta mahasiswa. Penyuluhan dipimpin Kolonel Inf Radhie bersama tiga orang anggota tim, dengan Dr. Aditya, S.E., M.Si., selaku penanggung jawab kegiatan.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan Karhutla sejak dini, termasuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Kolonel Inf Radhie mengatakan, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Menurutnya, langkah paling efektif adalah membangun kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Karhutla merupakan persoalan yang harus kita cegah bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan TNI dan Polri, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa dan masyarakat. Pencegahan jauh lebih penting daripada kita melakukan penanganan setelah api sudah membesar,” ujar Kolonel Inf Radhie.
Ia juga mengajak para mahasiswa dan civitas akademika untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla dengan menyebarkan edukasi kepada masyarakat serta ikut menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun wilayah rawan kebakaran.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menerima materi dalam kegiatan ini, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Informasi dan kesadaran tentang bahaya Karhutla harus terus disampaikan, sehingga masyarakat semakin memahami dampak yang ditimbulkan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.
Kolonel Inf Radhie menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan rawan terbakar.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, diharapkan kesadaran seluruh elemen masyarakat semakin meningkat sehingga potensi terjadinya Karhutla dapat ditekan dan lingkungan tetap terjaga.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan mendapat antusiasme dari para peserta, khususnya dosen dan mahasiswa Universitas Lancang Kuning.***