DUMAI - Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan di wilayah Jalan Sidodadi RT 07, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Kelurahan Lubuk Gaung Koramil 03/Sungai Sembilan, Serma Tarmin, bersama tim gabungan guna mengendalikan penyebaran api yang masih terjadi di lokasi.
Serma Tarmin menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi masih cukup sulit dikendalikan karena kondisi angin kencang yang menyebabkan api mudah berpindah dan menimbulkan titik api baru di sekitar lokasi kejadian.
“Kegiatan pemadaman dan pendinginan Karhutla sudah memasuki hari ketiga, angin kencang menyebabkan api terbang sekitar 50 meter dari titik awal sehingga menimbulkan titik api baru dan membuat area kebakaran semakin meluas,” jelas Serma Tarmin.
Kebakaran tersebut terjadi di lahan milik masyarakat dengan karakteristik tanah gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, pakis, serta kebun kelapa sawit yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut, vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, pakis dan kebun sawit, dengan luas terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare dan sekitar 0,5 hektare sudah berhasil dipadamkan,” ungkapnya.
Selain itu, kondisi kebakaran yang terjadi tidak hanya di permukaan tanah, tetapi juga menjalar hingga ke bagian bawah tanah sehingga membutuhkan penanganan intensif dan waktu yang cukup panjang untuk memastikan api benar-benar padam.
“Jenis kebakaran yang terjadi meliputi kebakaran permukaan dan bawah tanah sehingga proses pemadaman cukup sulit, ditambah dengan keterbatasan sumber air di lokasi kejadian,” terangnya.
Proses pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, pihak kelurahan, serta masyarakat setempat dengan dukungan sarana prasarana yang tersedia di lapangan.
“Kegiatan pemadaman melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, MPA, pihak kelurahan, serta masyarakat dengan menggunakan mesin ministreker milik Koramil dan MPA untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan,” tutup Serma Tarmin.***