• Follow Us On : 

Dugaan Penganiayaan Balita 18 Bulan Hingga Tewas, Panti Asuhan Tunas Bangsa Akhirnya Di-policeline


Lidya Anggraini | Jumat,27 Januari 2017 - 21:31:52 WIB
Dibaca: 1290 kali 
Dugaan Penganiayaan Balita 18 Bulan Hingga Tewas, Panti Asuhan Tunas Bangsa Akhirnya Di-policeline Panti Asuhan Tunas Bangsa, jalan Bukit Rahayu, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru di-policeline, Jumat malam

 

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Polresta Pekanbaru akhirnya memasang policeline di Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa, jalan Bukit Rahayu, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (27/1/2017) malam.

Pemasangan garis polisi (policeline) itu, terkait kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan pengasuh panti terhadap balita laki-laki berusia 18 bulan bernama M Zikli, hingga meninggal dunia, Senin (16/1/2017) silam.

"Kita policeline dulu, agar tidak ada yang masuk ke TKP, guna kepentingan penyidikan. Izin panti ini, ternyata sudah habis sejak lima tahun lalu," kata Kanit PPA Satreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Juniasti, Jumat malam.

Kanit menuturkan, ada dua orang yang diamankan dari panti tersebut, seorang pria berinisial Id (50) selaku pengelola dan seorang wanita yang merupakan pekerja di panti tersebut, serta dua orang balita laki-laki yang saat itu juga berada di panti.

"Dua orang kita amankan, pengelola dan pekerjanya. Juga ada dua balita laki-laki yang dibawah asuhan panti tersebut," ucap Kanit.

Puluhan warga tampak mengerumuni panti tersebut. Bahkan warga tampak mendukung langkah kepolisian menyegel panti yang dirasa warga cukup meresahkan.

Keresahan warga, terkait status panti yang tak jelas dan kondisi anak-anak asuh di panti tersebut yang dinilai tidak mendapat perlakuan yang layak dari pihak panti. Ditambah, kondisi panti yang sangat tidak sehat dan layak untuk anak-anak.

Sebelumnya, Dwiyatmoko yang merupakan paman dari M Zikli balita laki-laki berusia 18 bulan melaporkan pihak Panti Asuhan Tunas Bangsa, karena diduga melakukan penganiayan terhadap keponakannya itu hingga meninggal dunia.

Namun, pihak Panti Asuhan Tunas Bangsa, melalui Idang (50) sebagai pengelola, membantah jika balita yang baru beberapa bulan diasuhnya itu mengalami penganiayaan selama berada di panti yang dikelolanya itu.

"Kami tidak ada melakukan penganiayaan, ada 12 anak di sini, semua diperlakukan baik. Jika kami menganiaya, pasti anak-anak yang laing juga mengalami hal yang sama," bantah Idang, Kamis (26/1/2017) kemarin. (goriau)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,28 Februari 2017 - 23:20:26 WIB

Dugaan Malpraktik dokter RS Awal Bros, Polda Riau Lakukan Penyelidikan

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyelidiki laporan duga

Rabu,19 Juli 2017 - 12:09:33 WIB

Dugaan Pungli Rutan, Polda Riau Telusuri Aliran Uang di Rekening Tersangka

PEKANBARU (WR) - Dugaan pungutan liar terhadap tahanan di Rutan Klas IIB Pekanbaru masih terus diusu

Selasa,24 Januari 2017 - 16:17:35 WIB

PN Gelar Sidang Perdana Dugaan Korupsi Buku PADE Dumai

PEKANBARU (WAHANARIAU) - Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menggelar sidang perdana kasus dugaan koru

Senin,20 Februari 2017 - 19:02:38 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Teken Bupati Bengkalis, Beredar Isu Inisial B Terima Ratusan Juta

BENGKALIS (WAHANARIAU) -- Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin terka

Jumat,17 Maret 2017 - 09:45:20 WIB

Panitia Pemasangan Listrik Desa Bukit Kerikil Diperiksa Tim Saber Pungli Terkait Dugaan Mark Up

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Bengkalis Provinsi Ria

Jumat,01 Juni 2018 - 14:15:05 WIB

Dugaan Penjarahan Pasir Ilegal Rupat Terus Berlangsung, Kemana Penegak Hukum di Laut?

BENGKALIS - Kendati oknum awak kapal yang membawa Pasir diduga ilegal dari Rupat salah satunya telah

BERITA LAINNYA
Senin,16 September 2019 - 14:41:37 WIB

Tinjau Karhutla di Pelalawan, Gubri Merasa Aneh

PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar usai melakukan peninjauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di

Senin,16 September 2019 - 14:36:38 WIB

Presiden Diharapkan Bisa Membantu Penyelesaian Kabut Asap di Riau

PEKANBARU - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan berkunjung ke Provins

Senin,16 September 2019 - 14:33:46 WIB

Bupati Kampar Berharap Semoga Bencana Kabut Asap Segera Berakhir

KAMPAR - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dibeberapa titik di Provinsi Riau sudah

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI