• Follow Us On : 

Jual Istri untuk ''Foursome'', Suami Tetapkan Tarifnya Segini


Redaksi | Rabu,13 September 2017 - 13:19:59 WIB
Dibaca: 532 kali 
Jual Istri untuk ''Foursome'', Suami Tetapkan Tarifnya Segini

SURABAYA - Polisi mengungkap perilaku seks menyimpang foursome yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri). Pelanggan yang ingin menikmati layanan tersebut harus merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu per orang.

"Tersangka mengenakan tarif Rp 500 ribu untuk setiap orang yang ingin melakukan foursome," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, Senin (11/9/2017).

Informasi lain ditambahkan oleh Kasubdit IV Renakta AKBP Rama Samtama Putra yang mengatakan bahwa tarif itu belum termasuk biaya sewa kamar hotel. Biaya hotel juga diserahkan kepada pelanggan.

Baca Juga : Parah...! Suami Jual Istri, Polisi Bongkar Kasus Seks Menyimpang ''Foursome''

"Sedangkan biaya hotelnya juga ditanggung oleh pelanggan. Jika dihitung plus biaya hotelnya, setiap pelanggan paling tidak harus mengeluarkan uang Rp 1 juta," kata Rama.

Dari dua pelanggannya, sang suami yakni Selvin Firnando alias Epin, bisa mengantungi untung Rp 1 juta. Dan dia juga tidak rugi karena biaya sewa kamar hotel dibebankan kepada pelanggannya. Namun, untung itu berubah menjadi buntung saat polisi mengendus praktik seksual menyimpang yang dilakukannya.

Sebelumnya, anggota Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim yang dipimpin Kompol Edy Herwiyanto membongkar praktik seks menyimpang di kamar di salah satu hotel di kawasan Tegalsari, Surabaya pada akhir Agustus lalu. Saat digerebek, keempat orang itu sedang melakukan praktik seksual menyimpang itu.

Dari aksi bejat tersebut, polisi mengamankan keempat orang dan dibawa ke Ditreskrimum Polda Jatim. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Selvin Firnando alias Epin, ditetapkan sebagai tersangka. TS, istri Epin, serta kedua pelanggan, dimintai keterangan sebagai saksi. (iwd/dtk)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,20 Maret 2017 - 15:34:55 WIB

Dugaan Penjualan 3 Unit Kapal, Kejari Bengkalis : Belum Ada Laporan 

BUKIT BATU - Kejaksaan Negeri (Kejari)  Bengkalis hingga saat ini belum ada menerima lapor

Minggu,13 Agustus 2017 - 15:16:01 WIB

Jual Tiga Gadis di Bawah Umur Rp 400 Ribu, Ibu RT Ditangkap Polisi

BOGOR (Wahanariau) - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Bogor, ditangkap polisi lantaran diduga m

Kamis,16 Maret 2017 - 10:35:55 WIB

Jualan Sabu di Parkiran Rumah Sakit, 2 IRT di Pekanbaru 'Dikerangkeng'

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Dua orang ibu rumah tangga (IRT) berinisial Nr alias Nora (40) dan Mr alia

Selasa,14 Maret 2017 - 15:00:53 WIB

Nekat Jual Sabu, Anak Putus Sekolah di Meranti Ini Ditangkap Polisi 

SELATPANJANG (WAHANARIAU) -- Kasus peredaran narkoba di Kepulauan Meranti kian marak, bahkan melibat

Minggu,26 Februari 2017 - 20:12:22 WIB

Ditangkap Aparat, Dua Wiraswasta di Kampar Bekerja Sampingan Jual Narkoba 

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Unit Reskrim Polsek Siak Hulu kembali meringkus tersangka pengedar narkoba

Jumat,24 Februari 2017 - 06:10:41 WIB

Tempat Penampungan Ratusan Satwa Liar yang Digerebek Polisi di Kerinci Kanan Ternyata Jual Organ Hewan Olahan ke Sumut

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Kepolisian Sektor (Polsek) Kerinci Kanan, Kabupaten Siak Provinsi Riau ber

BERITA LAINNYA
Sabtu,17 Februari 2018 - 13:56:09 WIB

Putri Elvy Sukaesih Patungan Rp 200 Ribu Perorang Buat Beli Sabu

JAKARTA - Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, disebut patungan untuk membeli sabu buat dikonsum

Sabtu,17 Februari 2018 - 13:49:56 WIB

Dhawiya Putri Elvy Sukaesih Jadi Tersangka Kasus Sabu

JAKARTA - Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, menjadi tersangka terkait kasus sabu. Polisi

Jumat,16 Februari 2018 - 21:31:13 WIB

Isu BPJS Guru Bantu Riau Juga Diduga Sarat Muatan Politik

PEKANBARU - Belum selesai isu mutasi Kepala Sekolah (Kepsek) yang disebut sarat kepentingan pol


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI