• Follow Us On : 

Sejumlah Model Kampanye Hitam Diprediksi Terjadi di Pilkada 2018


Redaksi | Minggu,25 Maret 2018 - 16:53:02 WIB
Dibaca: 471 kali 
Sejumlah Model Kampanye Hitam Diprediksi Terjadi di Pilkada 2018 Simpatisan Gerakan Pemuda Islam Indonesia menggelar aksi deklarasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Damai di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 25 Maret 2018. Aksi yang diisi dengan penggalanan tanda tangan dari masyarakat tersebut bertujuan untuk mendukung P

JAKARTA - Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat memprediksi sejumlah model kampanye hitam berpeluang terjadi di Pilkada 2018.

"Perhelatan pilkada ini enggak akan menjadi instrumen yang efektif bagi demokrasi jika praktik buruk ini terus berlangsung," kata perwakilan koalisi, Feri Kusuma dari divisi pemantauan impunitas Kontras, di kantor YLBHI Jakarta, Ahad, 25 Maret 2018, sebagaimana dilansir Tempo.

Feri mencatat ada enam praktik kampanye hitam yang kemungkinan terjadi saat Pilkada 2018. Salah satu model kampanye hitam yang menurut dia paling berbahaya adalah politisasi isu suku, ras dan agama (SARA) dan penyebaran berita bohong atau hoax.

"Praktik itu berpeluang terjadi karena dinilai sangat efisien dan efektif dalam memenangkan calon," kata Feri.

BACA : TGB Siap Jadi Cawapres di Pilpres 2019

Dia menilai bila kedua praktik di atas sudah terjadi, maka praktek turunannya adalah kriminalisasi lawan politik. Selain itu, dia juga menduga akan masih ditemui tidak netralnya aparatur negara seperti aparat Polri, TNI, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan intelijen maupun penyelenggara pemilu.

Masalah lain yang merisaukan Feri adalah terjadinya praktik politik uang dan suap. Di sejumlah daerah, kata dia, praktik bagi-bagi duit masih dapat ditemukan. "Ditambah, dengan adanya pemalsuan dokumen dan manipulasi prosedur pilkada," kata dia.

Merujuk pada enam kemungkinan kampanye hitam itu, Feri dan koalisi yang terdiri dari Perludem, YLBHI, Setara Institute, dan sejumlah LSM lain mengimbau masyarakat untuk waspada. Dia menyerukan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam memantau jalannya pemilu.

Sebagai pemilih yang bertanggung jawab, kata dia, masyarakat harus ikut memikirkan masa depan bangsa lewat calon yang dipilihnya. "Pemilih harus memilih kepala daerah yang menghargai keberagaman dan dan tidak mengedepankan identitas kesukuan," kata dia. (tmp/tmp)

BACA : Pesta Demokrasi Jangan Sampai Timbulkan Perpecahan, Setelah Coblos Harus Rukun Kembali


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Rabu,20 Februari 2019 - 02:15:54 WIB

D-EDGE Hospitality Solutions: The Marriage of Technology & Marketing

Born from the union of Availpro and Fastbooking, D-EDGE proposes a unique suite of technology soluti

Selasa,19 Februari 2019 - 23:43:40 WIB

Bawaslu Dumai Imbau Caleg Pindahkan APK

DUMAI - Bawaslu Kota Dumai mengimbau kepada seluruh partai politik dan calon legislatif (Caleg) agar

Kamis,07 Februari 2019 - 14:03:48 WIB

Bupati Inhil Resmikan Parit Basirah Jadi Kampung Nelayan

Bupati Inhil Resmikan Parit Basirah Jadi Kampung Nelayan

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI