• Follow Us On : 

Ratusan Juta, Pengusaha Batik Ini Bocorkan Caranya


Lidya Anggraini | Minggu,19 Februari 2017 - 10:15:49 WIB
Dibaca: 1401 kali 
Ratusan Juta, Pengusaha Batik Ini Bocorkan Caranya Ilustrasi Batik

SURABAYA (WAHANARIAU) -- Cairan malam di atas wajan mini itu telah dingin. Selembar kain putih bertotol motif terhampar di sebelahnya, menandakan sebuah proses membatik yang belum selesai.

Maaf, agak berantakan. Pembatik saya kadang nggarap di sini. Biasanya dibawa pulang sambil momong anak,” kata Ari Bintarti, 49 tahun, pemilik Batik Alsier, Desa Wonorejo, Rungkut, Surabaya kepada Tempo, Rabu 15 Februari 2017.

Ari menjadikan ruangan berukuran 4 x 3 meter persegi itu bersebelahan dengan ruang tamu rumahnya sebagai showroom Batik Alsier. Pada Rabu pekan lalu, Ari sedang menyiapkan sejumlah batik untuk sebuah pameran. Lembaran batik yang masih hangat telah menyesaki rak pajangan.

Satu rak memuat kain batik tulis, satu lagi menyimpan tas jinjing, dompet, dan dasi berbahan batik tulis. Dua piala bertengger di atap rak produk aksesori. Dua tahun lalu, Ari terpilih sebagai pemenang terbaik dan pemenang favorit kategori Industri Kreatif program Pahlawan Ekonomi Pemerintah Kota Surabaya, program pembinaan wirausaha Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Firstijanti, pemilik Butik Firta, merupakan salah seorang pelanggan batik Alsier. Butik pakaian khusus batik itu menjadi pelanggan Ari sejak 2013. “Saya dulu pesan beberapa lembar saja, hasilnya kok bagus. Saya coba pesan lagi untuk dibuat seragam,” katanya.

Butik yang berlokasi di kawasan Jambangan, Surabaya, itu biasa menerima pesanan seragam batik tulis. Profil pemesan yang beragam, menuntut Firstijanti, menyesuaikan kemauan dan kemampuan pengorder.

Ari bisa memenuhi kebutuhan Firstijanti. “Kalau pemesan butuh seragam dengan harga sekian, Bu Ari bisa menyesuaikan,” kata Firstijanti. Pernah sebuah perusahaan baja memesan 70 lembar kain batik dengan motif bawaan sendiri, dan Ari, kata dia, sanggup mengerjakannya. 

Ari sebetulnya sudah punya pakem motif batik Alsier. “Saya setia pakai motif hutan bakau, biota laut, serta Suro dan Boyo ikon Surabaya,” ujarnya. Deretan motif itu berasal dari Rungkut, kawasan hutan bakau pantai timur Surabaya (Pamurbaya), pesisir tempat tinggal Ari.

Tapi Ari tidak alergi modifikasi. Sesekali dia mengkombinasikannya dengan motif parang. “Biar orang-orang enggak bosan. Tapi warna-warnanya tetap khas pesisir, cerah.”

Untuk pengembangan motif ini, Ari dibantu seorang teman alumnus sekolah seni. Dari sang teman, Ari dibuatkan sketsa dasar, terutama bila sedang buntu inspirasi.  “Nanti detailnya saya yang menambahkan.”  Ari kemudian membatiknya di rumah bersama pekerjanya. 

Bila pesanan sedang banyak, Ari menyerahkan proses pembatikan kepada para tetangga yang sudah terlatih. Juli tahun lalu, misalnya, Ari kecipratan order 1.300 potong baju batik dengan empat motif. Ribuan baju batik itu untuk peserta PrepComm III UN Habitat. Dari pesanan Pemerintah Kota Surabaya itu, Ari meraup penghasilan Rp 200 juta. Tapi penghasilan segede itu belum tentu datang setiap hari. (tempo)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Sabtu,21 Januari 2017 - 20:59:02 WIB

Ratusan TKI yang Diamankan BC ke Pelabuhan Dumai Diduga Kabur dari Malaysia

DUMAI (WAHANARIAU) - Setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II B Dumai, Prov

Senin,31 Oktober 2016 - 17:41:44 WIB
Enggan Bayar Upah Lembur

PT. CNCEC Tak Tepati Janji, Ratusan Pekerja Kembali Datangi Kantor Disnakertrans Dumai

DUMAI (WR) - Janji PT. China National Chemical Engginering Corps (CNCEC) yang beroperasi di kawasan

Sabtu,02 September 2017 - 12:02:11 WIB

Wanita Ini Jatuh Bangun Bisnis Gado-gado Hingga Raup Omzet Ratusan Juta

JAKARTA (Wahanariau) -- Memulai suatu bisnis kerap menghadapi hambatan, jatuh bangun biasanya selalu

Jumat,13 Oktober 2017 - 12:23:13 WIB

Ratusan PKL Pasar Pagi Arengka Menunggu Solusi Pemko Pekanbaru

PEKANBARU - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalur lambat Pasar Pagi Arengka,

Sabtu,26 Agustus 2017 - 23:57:11 WIB

Panitia Pacu Jalur Raup Untung Ratusan Juta Dari Sewa Lapak

TELUK KUANTAN (Wahanariau) - Dari hasil sewa lapak pedagang saat pacu jalur, panitia pacu jalur sebe

Sabtu,26 Agustus 2017 - 22:19:36 WIB

Ratusan UMKM Ikuti 'Riau Kuliner Vaganza'

PRKANBARU (Wahanariau) - Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berwawasan lingkungan yang di

BERITA LAINNYA
Rabu,08 Juli 2020 - 04:15:39 WIB

Tsimshatsui Overtakes Causeway Bay as the Most Expensive Retail District for First Time

Greater Central office availability reaches a 15-year high Grade A office rental declined for the

Rabu,08 Juli 2020 - 04:12:42 WIB

Vodacom Tanzania: Send Money to Tanzania from Anywhere Around the World

Over 200 countries can send and receive money via Vodacom's Tanzania M-Pesa. The mobile Money

Rabu,08 Juli 2020 - 04:04:55 WIB

Accuity Helps Leading Banks in Pakistan Stay Ahead of Global Regulatory Requirements

Financial crime compliance solutions ensure that local banks can fight AML/CFT threats in real-time

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI