Anak-anak Kerap Dijadikan Kurir Narkoba, Mensos: Modusnya...

Anak-anak Kerap Dijadikan Kurir Narkoba, Mensos: Modusnya...
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa bersalawat bersama anak pengungsi korban bencana gempa Pidie Jaya, Aceh, 15 Desember 2016. Mensos melalui tim psikososial siap mewujudkan harapan Presiden Joko Widodo mempercepat penanganan pemulihan psikososial an

BANJARBARU (WAHANARIAU) -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh pihak berperan mencegah anak-anak menjadi pengantar atau kurir narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

"Bandar narkoba sekarang mengincar anak-anak menjadi pengantar atau kurir narkoba sehingga kita semua harus bisa mencegahnya," ujar Menteri Khofifah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu, 25 Februari 2017.

Pernyataan dia disampaikan usai meresmikan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan di Kota Banjarbaru.

Ia mengatakan, bandar narkoba mulai menjadikan anak-anak sebagai pengantar narkoba dengan memberikan mereka imbalan uang yang mencapai jutaan rupiah sehingga anak-anak itu bersedia.

Saya pernah tanya dengan anak-anak yang menjadi pengantar narkoba, mereka mendapat upah Rp. 7 juta dan ada juga yang menerima imbalan hingga Rp. 14 juta," ujar Khofifah.

Kasus lain yang diperolehnya saat menanyai anak-anak pengantar narkoba yang ditangkap polisi di Jakarta diketahui si anak naik pesawat kelas bisnis dengan hanya berpakaian biasa-biasa saja. "Modus yang sudah mulai dilakukan bandar narkoba adalah memanfaatkan anak-anak mengantar narkoba melalui pesawat, setelah ditangkap polisi baru semua terungkap," ujar Menteri Khofifah.

Ditekankan, anak-anak yang menjadi pengantar narkoba belum tentu bersalah dan mereka rata-rata tidak mengetahui barang apa yang diantar dan mengantar karena dijanjikan imbalan yang besar.

"Sekali lagi saya ingatkan, kita semua harus mencegah anak-anak menjadi kurir narkoba apalagi narkoba sudah menjadi teror menakutkan dan menghancurkan hidup penggunanya," ucapnya.

Dikatakan, strategi bandar narkoba memanfaatkan anak-anak karena bisa dengan mudah meminta mereka untuk mengantarkan suatu barang dan anaknya mau karena dijanjikan imbalan besar.

"Bandar narkoba mudah merekrut anak-anak dengan imbalan yang besar, apalagi mereka tahu anak-anak tidak akan dihukum seberat orang dewasa, hanya setengahnya," kata dia.

Ditambahkan, kemensos berupaya memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap anak-anak yang menjadi korban peredaran dan penyalahgunaan narkoba sehingga hidupnya lebih baik. (tempo)

Berita Lainnya

Index