• Follow Us On : 

Anak-anak Jadi Kurir Narkotika, BNN Gencarkan Sosialisasi  


Redaksi | Minggu,26 Februari 2017 - 16:13:14 WIB
Dibaca: 1334 kali 
Anak-anak Jadi Kurir Narkotika, BNN Gencarkan Sosialisasi   Sejumlah warga memberikan tanda tangan dukungan kampanye Keluarga Indonesia Menolak Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak saat

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Juru bicara Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Besar Slamet Pribadi, menuturkan pihaknya bakal terus menggencarkan sosialisasi untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran narkotika. Langkah itu dilakukan karena saat ini muncul fenomena anak-anak menjadi kurir peredaran narkotika di Indonesia. 

Slamet mengatakan sosialisasi akan dilakukan terus kepada pemuda dan remaja. “Anak-anak jadi sasaran sekarang, sasaran peredaran sasaran penyalahgunaan,” kata dia, Ahad, 26 Februari 2017. 

Menurut Slamet, pada 2015, pihaknya sempat mengungkap kasus peredaran narkotika yang melibatkan anak-anak sebagai kurir. Ia meyakini fenomena itu tidak hanya terjadi di Jakarta sebagai kota paling tinggi angka penyalahgunaan narkotika dari seluruh Indonesia. Namun, itu pun terjadi di kota lain. Ia menilai anak-anak memang tengah diincar karena mudah untuk diiming-imingi imbalan uang. 

Hal serupa disampaikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Ia mengaku pernah bertanya kepada anak-anak yang menjadi kurir narkotika. Mereka mendapat imbalan Rp 7 juta. Bahkan ada yang sampai Rp 14 juta. Dia menceritakan salah satu modus yang dilakukan bandar adalah memanfaatkan anak-anak mengantar narkotika melalui pesawat. 

Menurut Khofifah, anak-anak rata-rata tidak mengetahui barang yang dibawa adalah narkotika. Mereka pun, belum tentu bersalah. Ia menilai bandar akan mudah merekrut anak-anak karena menjanjikan imbalan besar. Selain itu, mereka tahu bahwa anak-anak tidak akan dihukum seberat orang dewasa apabila diketahui membawa narkotika. 

Slamet menambahkan, umumnya seorang kurir narkotika berusia 10-59 tahun. Modus para bandar pun sama, yaitu menjanjikan imbalan yang besar kepada kurir agar mau mengantarkan narkotika. Namun ia menilai untuk kurir anak-anak, umumnya mengetahui barang yang dibawa adalah narkotika. Terutama anak-anak yang sudah mengalami kecanduan. "Kebanyakan tahu, tapi kalau anak-anak betul, ya enggak tahu," katanya. (tempo)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Kamis,14 September 2017 - 19:01:37 WIB

Obat Terlarang PCC Dijual Rp25 Ribu Per 20 Butir, Ternyata Targetnya Anak-Anak Sekolah

JAKARTA - PCC merupakan obat keras yang tidak boleh dijual sembarangan atau harus seizin dokter. Nam

Minggu,26 Februari 2017 - 00:11:18 WIB

Anak-anak Kerap Dijadikan Kurir Narkoba, Mensos: Modusnya...

BANJARBARU (WAHANARIAU) -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh pihak berperan me

Senin,12 Maret 2018 - 11:40:53 WIB

Setya Novanto Bantah Minta Dipasang Perban dan Jarum Infus Anak-anak

JAKARTA - Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto membantah adanya permintaan kepa

BERITA LAINNYA
Sabtu,11 Juli 2020 - 23:21:43 WIB

Bupati Pelalawan Hadiri Acara Pembukaan Khatmil Quran di Kelurahan Pelalawan

PELALAWAN - Polres Pelalawan taja kegiatan Khatmil Quran (Khatam Alquran) bertempat di Mesjid Hibbah

Rabu,08 Juli 2020 - 05:58:14 WIB

Tren Penularan Covid-19 di Riau Menurun

PEKANBARU - Beberapa hari belakangan ini tren perkembangan virus corona atau Covid-19 di Provinsi Ri

Rabu,08 Juli 2020 - 05:56:08 WIB

Hasil Swab Pegawai Disdukcapil Pekanbaru Seluruhnya Negatif

PEKANBARU - Sampel swab pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI