• Follow Us On : 

Sidak Apotek di Selatpanjang, Petugas Temukan Sejumlah Obat Kadaluarsa


Redaksi | Jumat,07 April 2017 - 18:48:07 WIB
Dibaca: 1119 kali 
Sidak Apotek di Selatpanjang, Petugas Temukan Sejumlah Obat Kadaluarsa

SELATPANJANG (WAHANARIAU) -- Pasca ditemukannya obat batuk kadaluarsa merk Vicks Formula 44 yang dijual di apotek oleh warga, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti langsung menggelar Inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah apotek yang berada di Kota Selatpanjang, Jumat (7/4/2017).

Sidak di sejumlah apotek itu sebagai bentuk antisipasi terhadap penjualan obat palsu dan kadaluwarsa yang dapat membahayakan kesehatan warga.

Kasi Kefarmasian, Alkes dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) Diskes Kepulauan Meranti Refiadi S Farm Apt, didampingi Kabid Pelayanan dan sumberdaya kesehatan, M Sardi mengatakan bahwa pengecekan dan Sidak yang dilakukan pihak Diskes merupakan tindak lanjut dari adanya temuan obat kadaluarsa oleh warga.

Dia mengatakan, upaya tersebut juga sejalan dengan instruksi Menteri Kesehatan (Menkes) bahwa belakangan ini banyak beredar obat palsu dan kadaluwarsa yang dijual di apotek.

Menurut dia, bila ada pengelola apotek yang menjual obat tidak sesuai dengan standard yang telah ditetapkan maka dapat diberikan sanksi berupa teguran atau penghentian kegiatan. Upaya itu bertujuan agar warga terhindar dalam pengunaan obat palsu atau kadaluwarsa yang dapat berdampak terhadap kesehatan.

Seperti dialami Em, salah seorang IRT yang tinggal di Jalan Pembangunan II Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Senin (3/4/2017) malam, Em membeli obat untuk anaknya yang sedang sakit demam. Waktu itu, Em buru-buru karena anaknya yang sakit tinggal di rumah. Em tidak melakukan pengecekan terhadap tanggal kadaluarsa obat batuk bermerk Vick Formula 44 itu saat dibeli.

Sesampainya di rumah, Em kaget. Ternyata obat yang dibeli itu sudah expired pada tahun 2016 lalu. Beruntung sirup obat batuk tersebut belum dikonsumsi anaknya.

Obat tersebut tertulis merek terdaftar No.: 280800, DTL0704519837A1, Batch No.: 4133P2K1, dan Mfg/Exp Date: 13 MAY 14/ 12MAY 16. 

Pantauan di lapangan, pengecekan dan Sidak bermula pada apotek yang terletak di Jalan Tebingtinggi, dimana apotek ini menjadi tempat sasaran utama yang menurut laporan warga menjual obat batuk kadaluarsa, namun setelah diperiksa tidak ditemui yang kadaluarsa atau yang mencurigakan. 

Kemudian pengecekan dilanjutkan ke Apotek Sari Farma, Jalan Tengku Umar. Di sini petugas mengamankan beberapa paket obat Clorapedicol atau Anti Biotik yang dicurigai sudah habis masa berlakunya, dan dikeluarkan dari kemasan semestinya.

Selanjutnya, petugas Diskes melanjutkan pengecekan ke Apotek Dian Pratama, Jalan Ahmad Yani, disini ditemukan obat Proson yang akan kadaluarsa 1 bulan dan Kalsium Calcianta 5 Nifedipine hampir kadaluarsa bulan ini, obat ini pun dipajang di antara obat obat yang belum kadaluarsa, petugas pun meminta untuk memisahkannya. Selanjutnya di sini petugas juga mengamakan obat Simvastatin atau kapsul kolestrol yang sudah expired atau kadaluarsa tahun 2016 lalu.

Pengecekan juga dilanjutkan ke Toko Obat, Jamu dan Komestik Berkat atau lebih dikenal dengan sebutan Kedai Fatah yang beralamat Jalan Irian. Di sini petugas menemukan obat China Yingersu atau obat sakit perut yang sudah kadaluarsa. Pemilik toko mengatakan obat tersebut sudah dipisahkan dan menunggu untuk dimusnahkan.

Berlanjut ke Toko Obat Gembira, petugas tidak menemukan obat kadaluarsa, karena kebanyakan di sini menjual jamu herbal asal Tiongkok dan tidak memiliki kemasan khusus, sehingga pihak Diskes menjadi bingung untuk mengetahui kadaluarsa obat-obatan tersebut.

Pengecekan juga dilakukan di Apotek Bunda Farma dan Al Maidah, Jalan Siak Selatpanjang. Disana tidak ditemukan obat kadaluarsa, terakhir petugas melakukan Sidak di Apotek CNR, di sini petugas hanya menemukan obat yang akan dijual yang sudah dipaket tanpa resep dokter dan apoteker.

Usai Sidak, Kasi Kefarmasian, Alkes dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) Diskes Kepulauan Meranti Refiadi S Farm Apt mengatakan pengecekan ini dilakukan rutin. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk saling bekerjasama dan melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan hal-hal yang mencurigakan terhadap apotek tersebut. Dia juga meminta kepada masyarakat untuk bijak dalam membeli obat serta membelinya di tempat yang resmi yang ada resep dokter dan apoteker nya.

"Kita berharap kepada masyarakat kalau ada hal yang mencurigakan segera melaporkan, sehingga bisa ditindaklanjuti. Dan kami juga mengimbau agar lebih teliti dan hati-hati dalam membeli obat.Selain itu belilah obat di distributor resmi yang ada resep dokter dan apoteker," katanya. (halloriau)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumat,29 Mei 2020 - 17:40:36 WIB

Sisihkan Penghasilan dari YouTube, Yusuf Subhan Bangun Pondok Pesantren

PADANG – Keberadaan YouTube saat ini sangat mendukung eksistensi dan produktivitas para pegiat

Jumat,29 Mei 2020 - 17:26:16 WIB

Musisi Asal Lampung Adhi SM Ungkap Cara Silaturahmi Lebaran saat Pandemi

PADANG - Hari Raya Idul Fitri sebenarnya tak ada perbedaan di setiap tahunnya. Hari kemenangan ini b

Kamis,28 Mei 2020 - 14:47:30 WIB

Usia Remaja Rawan Terpapar Penyalahgunaan Narkoba

BANDUNG - Setiap orang tua pasti menghendaki anaknya lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan yang

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI