• Follow Us On : 

Menguak Aktor Pembunuhan Berencana Rupat Utara, Bengkalis


Ingatan | Kamis,13 April 2017 - 12:34:04 WIB
Dibaca: 1215 kali 
Menguak Aktor Pembunuhan Berencana Rupat Utara, Bengkalis Pra rekonstruksi pembunuhan disertai mutilasi

BENGKALIS - Kepolisian Resort Bengkalis berhasil meringkus HR, AN alias Gondrong dan AA pelaku pembunuhan berencana berujung mutilasi terhadap Bayu Santoso, di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis.

Kejadian pembunuhan yang terjadi 24 Maret lalu disebuah lokasi permainan bilyar milik salah satu pelaku itu, kini terus menjadi misteri siapa sebenarnya aktor dibalik rencana pembunuhan itu.

Penasehat Hukum ketiga pelaku, Windriyanto mengungkapkan, peristiwa pembunuhan itu berawal dari tersangka AN alias Gondrong yang memanasi pelaku HR bahwa korban Bayu akan melakukan kibus terkait kejahatan Narkoba ketiga pelaku kepenegak hukum.

"HR yang punya semangat setia kawan menelan mentah- mentah apa yang disampaikan oleh Gondrong. HR Semakin panas karena AA membumbui setiap ucapan Gondrong hingga berakhir perencanaan pembunuhan terhadap korban,"ungkapnya, Rabu (12/4/2017).

Perencanaan pembunuhan direncanakan bersama-sama, ketiga pelaku, ucap Windriyanto memiliki peran dalam rencana itu. HR bertindak sebagai eksekutor, Gondrong menghubungi dan menggali kubur korban dan AA bagian menanam korban.

"Korban datang setelah dihubungi Gondrong, duduk dan HR melaksanakan tugas sesuai kesepakatan. Namun setelah terjadi, dua pelaku yakni AN als Gondrong dan AA bernyali cilik dan bermental tempe, berhati busuk. Mereka lari terbirit birit, dalam berusaha lari si Gondrong masih memiliki akal bulus yaitu kembali guna mengambil baju yang dia pakai tertinggal di TKP," terang Win.

"Disanalah analisa hukum, Gondrong melakukan penusukan terhadap korban sebanyak satu kali setelah dapat bajunya ia pun cabut lari lagi. Sedangkan AA sudah lari duluan," ucapnya lagi.

Pada akhirnya setelah kasus terbongkar, pelaku Gondrong dan AA membuat drama baru. Mulai mengaku tidak melakukan penikaman hingga merencanakan.

"Rencana tinggal rencana sang pelaku penikaman yaitu pelaku HR setelah menghunjamkan pisau pertama tepat dipunggung korban lalu si korban terpekik minta tolong. Mereka lari, namun Gondrong sempat balek kanan mengambil baju, agar jejak tidak terendus. Singkat cerita, jika Gondrong tidak memanasi soal kibus kepenegak hukum kejadian tidak akan terjadi," imbuh Windriyanto.

Ditambahkan Windriyanto, karena pengkhianatan 2 pelaku lainnya, HR harus mengurus korban sendiri. Takut anak kecil yang tertidur mengetahui kejadian itu, HR mengambil langkah memotong korban sambil berharap 2 pelaku lainnya datang.

"HR mengaku perbuatannya dan menginsafi atas kesalahan. Kita berharap pasal yang digunakan tidak tertukar, jika berbicara keadilan, semuanya harus kena 340 KUHP,"tutupnya.*** (bengkalisone)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumat,18 September 2020

VOLUNTARY ANNOUNCEMENT: Uni-GLP Development in Treatment of COVID-19 and Other Indications

CHINA - EQS Newswire - 18 September 2020 - The board of directors (the "Board") of Uni-Bio

Jumat,18 September 2020

Citi Steps Up Its Commitment to Youth Employment, Skills Development and Innovation Across Asia Pacific

As part of the expanded global Pathways to Progress initiative, Citi and the Citi Founda

Jumat,18 September 2020

Infinix Partners with Sally Karagon a Renowned Fashion Icon on Zero 8 Launch in the Kenyan Market

KENYA - Media OutReach - 18 September 2020 - Infinix, a global leader in consumer electronics market

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI